Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Perancis, Sebastien Lecornu di Hambalang.
Kemandirian industri pertahanan menjadi salah satu agenda strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Meski capaian menuju kemandirian penuh produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tanpa impor masih menghadapi tantangan struktural, sejumlah kemajuan signifikan telah dicapai, terutama pada kategori alutsista yang telah dikuasai sepenuhnya teknologinya oleh industri dalam negeri. (more…)
Kemandirian industri pertahanan bukan sekadar agenda teknis pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), melainkan bagian integral dari strategi menjaga kedaulatan, keamanan nasional, dan posisi tawar Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. (more…)
Industri pertahanan Indonesia terus didorong menuju kemandirian agar tidak lagi bergantung pada pihak asing. Untuk itu pemerintah menargetkan agar pengadaan alat pertahanan tertentu dapat sepenuhnya dipenuhi oleh industri dalam negeri. Hal ini meliputi produksi senjata ringan, seperti pistol dan senapan serbu secara lokal, pemeliharaan serta produksi suku cadang di dalam negeri, hingga dukungan pendanaan yang kuat melalui anggaran pertahanan besar dan peran lembaga keuangan pemerintah. (more…)
Ini bukan sebuah sarkasme, tapi Indonesia kian memantapkan diri sebagai satu-satunya pengguna Airbus A400 di dunia yang kepemilikannya oleh operator sipil. Setelah kesepakatan pengadaan dua unit Airbus A400 untuk BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dicapai pada tahun 2018 (belum ada kontrak pembelian), kini giliran BUMN PT Pertamina yang berencana mengakuisisi pesawat turbo propeller yang harga per unitnya mencapai 152 juta euro tersebut. (more…)
Meski masih berujung pada prototipe, pengembangan sistem senjata matra udara berupa smart bomb (bom pintar) tak lekang ditelan harapan. Setelah Litbang TNI AU (Dislitbangau) dan Litbang Kemhan (Kementerian Pertahanan) menciptakan prototipe smart bomb sejak tahun 2012, BUMN Strategis PT Pindad juga mempersiapkan solusi smart bomb untuk kebutuhan TNI AU, dan lebih spesifik PT Pindad merujuk kemitraan dengan LIG Nex1 dari Korea Selatan dalam rencana mewujudkan bom pintar berpemandu GPS (Global Positioning System). (more…)
Dengan rampungnya basis produksi kapal selam di galangan PT PAL pada September mendatang, secara langsung dimulai babak baru pembangunan kapal selam di dalam negeri. Selain proyek perdana berupa pengerjaan KRI Nagarangsang 405 (Nagabanda Class – aka Changbogo Class), fasilitas produksi kapal selam PT PAL juga nantinya dicanangkan untuk merilis kapal selam lanjutan untuk kebutuhan Korps Hiu Kencana TNI AL. (more…)