Selain hancur di medan peperangan, sebenarnya lebih mencoreng muka bila ada persenjataan atau alutsista yang disita atau dirampas oleh lawan. Lantaran konflik tak bisa dilepaskan dari pencitraan. belum lama ini Angkatan Darat Thailand memberikan klarifikasi sekaligus bantahan, bahwa ranpur (kendaraan tempur) BTR-3E1 8×8 telah direbut oleh pasukan Kamboja. (more…)
Mencomot desain BTR-80 yang legendaris, BTR-3 juga lumayan kondang dipasar ranpur lapis baja amfibi roda ban berpenggerak 8×8. Bila BTR-80 adalah produksi Rusia, maka BTR-3 adalah buatan rivalnya, yakni Ukraina. Mulai digunakan sejak tahun 2000, debut BTR-3 masif dioperasikan di laga konflik Donbass, Myanmar hingga Nagorno-Karabakh. (more…)
Merujuk ke berita terdahulu, diberitakan Ukraina menggandeng Thailand untuk membangun fasilitas produksi ranpur BTR-3KS. Dimana sebelumnya, Pavlo Bukin, direktur UkrOboronProm mengatakan pada 25 Juli bahwa ia telah mengirim “first machine kit” ke Thailand untuk BTR-3KS. Nantinya Thailand akan memproduksi ranpur komando ini berdasarkan lisensi dari UkrOboronProm. (more…)
Di Indonesia, produk ranpur amfibi 8×8 asal Ukraina boleh dikatakan belum mencapai kata sukses dalam pemasaran, lantaran Korps Marinir emoh melanjutkan pengadaan panser amfibi BTR-4. Tapi lain halnya dengan Thailand, Negeri Gajah Putih ini baru saja diwartakan mendapatkan kemitraan dari kelompok industri pertahanan Ukraina, UkrOboronProm. Dimana Thailand dipercaya untuk memproduksi ranpur komando BTR-3KS 8×8. (more…)