Rusia ‘Bangkitkan’ Rudal Udara ke Udara Jarak Jauh KS-172 di MiG-31, Punya Jangkauan 400 Km!

Konflik di Kashmir telah meningkatkan pamor rudal udara ke udara jarak jauh (Beyond Visual Range/BVR) dalam pertempuran udara, terutama kala rudal PL-15 yang dilepaskan jet tempur Pakistan diklaim berhasil menembak jatuh beberapa jet tempur India yang masih berada di wilayah India. Terkait atau tidak, Rusia belum lama kembali mengangkat pamor rudal udara ke udara jarak jauh Novator KS-172.

Baca juga: Intelijen Barat Buru dan Pelajari Puing Rudal Udara ke Udara PL-15 Cina yang Ditemukan di Wilayah India

Meski namanya kurang populer, Novator KS-172 bukan rudal baru di arsenal Angkatan Udara Rusia, selain Vympel R-37, KS-172 adalah rudal udara ke udara jarak jauh yang dijuluki “AWACS Killer”. Bila sebelumnya, KS-172 dirancang untuk dilepaskan dari jet tempur Sukhoi Su-27, Su-30, Su-35 dan Su-30MKI, kini platform peluncur KS-172 bertambah.

Pada tanggal 19 Mei 2025, United Aircraft Corporation (UAC) secara signifikan meningkatkan taruhannya dalam domain pertahanan udara-ke-udara dengan meningkatkan kemampuan tempur MiG-31 dengan integrasi rudal KS-172.

MiG-31 yang dipersiapkan untuk mencegat pembom strategis pada kecepatan supersonik dan ketinggian tinggi, MiG-31 kini memasuki fase baru evolusi kemampuan tempur dengan mendefinisikan ulang konsep dominasi udara jarak jauh. Menurut pakar militer Rusia Konstantin Sivkov, KS-172 melampaui kemampuan R-37 dalam hal kekompakan sekaligus menawarkan jangkauan yang tangguh lebih dari 400 kilometer.

Vympel R-37M: Disebut Sebagai “AWACS Killer,” Inilah Rudal Andalan Sukhoi Su-35

MiG-31, yang diberi nama “Foxhound” oleh NATO, dikembangkan pada tahun 1970-an sebagai penerus MiG-25, merupakan pesawat Soviet pertama dengan phased-array radar dan tetap menjadi salah satu dari sedikit platform yang secara khusus dibangun untuk mencegat target berkecepatan tinggi dan ketinggian tinggi seperti rudal jelajah, pesawat pengintai, dan pembom.

Selama beberapa dekade, MiG-31 telah mengalami beberapa fase modernisasi, terutama varian MiG-31BM dan MiG-31K, yang terakhir diadaptasi untuk membawa rudal hipersonik Kinzhal. Proyek rudal KS-172, yang awalnya menghadapi jeda pengembangan dan kendala anggaran, kini muncul kembali sebagai bagian dari upaya Rusia yang lebih luas untuk meningkatkan pencegahan kedirgantaraan jarak jauhnya.

Berbeda dengan rudal sejenis buatan Barat seperti AIM-120D buatan Amerika atau PL-15 buatan Cina, jangkauan KS-172 sangat menonjol. Sementara AIM-120D menawarkan jangkauan maksimum sekitar 160–180 km dan PL-15 mencapai 300 km, kemampuan KS-172 mencapai 400 km menempatkannya dalam kategori tersendiri.

Novator KS-172 memiliki berbagai nama selama sejarahnya, termasuk K-100, Izdeliye 172 (‘proyek 172’), AAM-L (RVV-L), KS–172, KS-1, 172S-1 dan R-172. Rangka rudal ini tampaknya berasal dari rudal hanud (SAM) 9K37 Buk tetapi pengembangan terhenti pada pertengahan 1990-an karena kurangnya dana.

Kemudian pengembangan dimulai kembali pada tahun 2004 setelah kesepakatan dengan India, yang ingin memproduksi rudal di India untuk pesawat tempur Su-30MKI mereka.

KS-172 dirancang dan diproduksi oleh NPO Novator, dari spesifikasi, rudal ini punya berat 748 kg, panjang 6,01 meter, diameter 40 centimeter dan diameter 61 centimeter. Hulu ledak KS-172 beratnya mencapai 50 kg dari jenis HE fragmentation.

KS-172 ditenagai tandem rocket booster dengan solid fuel. Kecepatan rudal Mach 3.3 dengan jangkauan operasional 400 km, serta ketinggian terbang mulai dari 3 sampai 30.000 meter. Sistem pemandunya mengandalkan Inertial navigation dengan mid-course guidance, dan pada fase terminal menggunakan active radar homing. (Gilang Perdana)

Korea Utara Pamer Rudal Udara ke Udara Jarak Jauh Produksi Dalam Negeri, Sekilas Mirip AIM-120 AMRAAM