Pembelian Darurat Pasca Operasi Sindoor, India Akuisisi Drone MALE Heron MK II dari Israel

Kabar mengenai akuisisi tambahan drone Heron MK II dari Israel oleh India kembali mencuat, kali ini disebut sebagai langkah pengadaan darurat (emergency procurement) yang dilakukan oleh angkatan bersenjata India pasca “Operasi Sindoor”. Langkah ini menegaskan komitmen New Delhi untuk memperkuat kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Baca juga: Rudal Hanud AD-08 Majid Iran Tembak Jatuh Drone Heron Milik Israel

Laporan dari beberapa media lokal India menyebutkan bahwa Angkatan Darat dan Angkatan Udara India, yang telah mengoperasikan Heron MK II, kini telah memesan unit tambahan, sementara Angkatan Laut India juga disebut-sebut mulai mengakuisisinya untuk pertama kali, semuanya di bawah ketentuan pengadaan darurat.

Heron MK II, yang diproduksi oleh Israel Aerospace Industries (IAI), merupakan evolusi dari drone Heron Mk I yang sudah lama dioperasikan oleh militer India. Sebagai drone MALE, Heron MK II memiliki kemampuan untuk menjalankan misi pengintaian dan pengawasan strategis yang sangat panjang.

Secara teknis, drone ini didukung oleh mesin bersertifikat yang memungkinkannya terbang hingga ketinggian operasional sekitar 35.000 kaki.

Ada ‘Sentuhan’ Airbus, Drone MALE (Israel) Heron TP Sukses Terbang Perdana di Langit Jerman

Dengan sayap yang lebih besar, Heron MK II mampu mempertahankan penerbangan non-stop hingga 45 jam, memberikan durasi pengawasan yang luar biasa. Drone ini juga memiliki kecepatan jelajah yang baik, mencapai sekitar 140 knot (sekitar 260 km/jam), dan kapasitas muatan yang signifikan, hingga 490 kg.

Fitur terpentingnya adalah sistem komunikasi satelit (SATCOM) integral yang memberikannya jangkauan operasi lebih dari 1.000 kilometer, memungkinkan operasi jarak jauh tanpa memerlukan stasiun kontrol darat di dekat garis depan.

Yang paling kritis, Heron MK II menonjol dengan kemampuan Standoff Intelligence. Ia membawa sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR) dan radar yang lebih besar dan lebih baik, memungkinkannya mengumpulkan data intelijen dari target yang berada puluhan kilometer jauhnya tanpa harus melintasi perbatasan.

Gempur Hamas, Israel Raih ‘Persetujuan’ Jerman Kerahkan Drone Heron TP yang Dipersenjatai

Secara desain dasar, Heron MK II adalah platform ISR. Namun, IAI telah merancang platform Heron dengan fleksibilitas untuk membawa muatan berbeda. India sendiri memiliki program yang disebut “Project Cheetah” untuk memodifikasi armada drone Heron dan Searcher yang ada agar dapat dipersenjatai.

Meskipun Heron MK II belum tentu diklasifikasikan sebagai UCAV murni seperti Heron TP (Eitan), konfigurasi drone yang dibeli India memungkinkan untuk membawa peralatan penargetan seperti Laser Designator. Peralatan ini memungkinkan operator di darat untuk mengarahkan bom berpemandu laser yang dilepaskan oleh pesawat tempur berawak ke target yang telah diidentifikasi oleh drone, menjadikannya aset penting dalam rantai serangan presisi. Oleh karena itu, kemampuan serangnya bersifat opsional dan merupakan bagian dari upaya modifikasi yang dilakukan India.

Singapore AirShow 2020 – Israel Tampilkan Heron MKII, Drone MALE untuk Tugas Mata-mata

Isu alih teknologi (Transfer of Technology/ToT) menjadi agenda utama dalam negosiasi ini, sejalan dengan inisiatif “Make in India” di sektor pertahanan. India tidak hanya ingin membeli, tetapi juga bermaksud untuk memproduksi drone Heron MK II secara lokal di masa depan melalui kerjasama dengan Israel.

Laporan menunjukkan bahwa IAI telah menyatakan kesediaan untuk bermitra dengan perusahaan India, seperti Hindustan Aeronautics Limited (HAL), untuk memproduksi sistem ini di dalam negeri. Jika terwujud, ini akan menjadi langkah signifikan bagi India untuk mendapatkan kendali penuh atas pemeliharaan, perbaikan, dan bahkan modifikasi lebih lanjut dari armada drone strategisnya. (Gilang Perdana)

Foto Drone Heron AU Singapura dengan ‘Belly Pod’ Bocor ke Internet