Jelang Radom Airshow 2025,, Jet Tempur F-16 Jatuh dan Tewaskan Pilotnya, Kehilangan Pertama Polandia Atas Fighting Falcon

Radom Airshow 2025 yang seharusnya dibuka pada tanggal 30 Agustus 2025, terpaksa dibatalkan, setelah insiden jatuhnya jet tempur F-16 Fighting Falcon dalam demo udara pra (persiapan) airshow pada 28 Agustus lalu. Kecelakaan yang menewaskan pilotnya tersebut, juga menjadi kehilangan pertama Angkatan Udara Polandia atas armada jet tempur F-16.

Baca juga: Polandia Akuisisi Rudal Udara ke Udara ‘Lawas’ AIM-9L Sidewinder untuk Jet Tempur FA-50GF

Kecelakaan terjadi di Radom, Sadkow, Polandia, dengan pilot Mayor Maciej “Slab” Krakowian, yang tewas dalam manuver aerobatik di ketinggian rendah. Radom Airshow digelar di Bandara Radom (Bandara Warsaw-Radom), yang juga dikenal sebagai Bandara Sadków, di Radom, Polandia.

Penyebab pasti dari kecelakaan jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Polandia di Radom masih dalam tahap investigasi. Namun, dari analisis awal dan pengamatan video insiden yang beredar, ada beberapa dugaan kuat mengenai penyebab kecelakaan dan kegagalan pilot melontarkan diri.

Kecelakaan terjadi saat pilot melakukan manuver akrobatik yang ekstrem. Diduga kuat, pesawat mengalami hilang kendali (stall) pada ketinggian yang sangat rendah. Karena tidak ada cukup ruang (ketinggian) untuk memulihkan kendali pesawat, jet itu akhirnya menukik dan menabrak landasan.

Sementara pilot gagal melontarkan diri, bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti manuver dilakukan pada ketinggian yang sangat rendah, khas untuk demo udara. Jarak antara pesawat dan tanah sangat terbatas. Pesawat jatuh dengan kecepatan penurunan yang sangat tinggi dan tidak terkontrol. Meskipun kursi lontar F-16 adalah tipe “zero-zero” (bisa digunakan pada ketinggian nol dan kecepatan nol), sistem ini masih membutuhkan sedikit waktu dan ruang untuk dapat melontarkan pilot dengan aman.

 

Juga ada kemungkinan karena waktu reaksi yang terbatas, karena pesawat sudah sangat dekat dengan tanah dan kecepatannya tinggi, pilot hanya memiliki sepersekian detik untuk bereaksi. Waktu yang sangat singkat ini membuat keputusan untuk melontarkan diri menjadi sangat sulit, atau bahkan tidak mungkin dilakukan.

Berdasarkan laporan yang ada, jet tempur yang jatuh adalah F-16C Fighting Falcon varian Block 52+. Varian ini merupakan salah satu versi F-16 paling canggih di Eropa pada saat pengirimannya. Angkatan Udara Polandia telah mengoperasikan pesawat ini sejak pertengahan tahun 2000-an.

Sebelum kecelakaan ini, Angkatan Udara Polandia mengoperasikan total 48 unit F-16, yang terdiri dari 36 unit F-16C Block 52+ (varian kursi tunggal) dan 12 unit F-16D Block 52+ (varian kursi ganda). (Gilang Perdana)

F-16 AU Singapura Jatuh Setelah Lepas Landas di Lanud Tengah, Pilot Berhasil Melontarkan Diri

3 Comments