Jelang Parade Militer, Cina Pamer Medium Tank Modular dengan Propulsi Hibrida

Jelang parade militer di Beijing pada 3 September 2025 (peringatan Hari Kemenangan Perang melawan Jepang ke-80), beragam jenis persenjataan baru terus berdatangan ke pusat kota untuk persiapan gladi resik. Selain drone bawah laut mirip torpedo – (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) berukuran besar (XLUUV) yang dibawa truk trailer. Kavaleri Angkatan Darat Cina juga memperlihatkan alutsista terbarunya.
Baca juga: Mirip Torpedo Poseidon Rusia, Cina Tampilkan Sosok Drone Bawah Laut (UUV) Berukuran Besar
Yang dimaksud adalah ZTZ-201 (atau ZTZ-20), meski bukan kode atau nama resmi yang dipublokasi, namun ini merupakan generasi tank terbaru Cina yang sangat berbeda dari tradisi desain Barat, Amerika Serikat, dan bahkan Soviet.
Foto-foto dari gladi resik parade baru-baru ini menampilkan tank tersebut, yang oleh beberapa sumber diidentifikasi sebagai ZTZ-201.Laporan menunjukkan bahwa tank ini merupakan kebangkitan kategori tank menengah, dengan berat antara 35 dan 40 ton.

Tidak seperti tank tempur utama (Main Battle Tank) berat yang digunakan oleh negara lain, desain Cina ini menekankan modularitas, digitalisasi, dan propulsi hibrida. Tank ini dilaporkan memiliki unit daya bertenaga 1.500 tenaga kuda, yang menggabungkan mesin diesel, sistem baterai, dan dua motor listrik dengan output puncak.
Konfigurasi propulsi hibrida memberikan jangkauan operasi yang lebih luas, dengan kecepatan maksimum 80 kilometer per jam di jalan raya dan 50 kilometer per jam di medan berat.
PLA陸軍の新型戦車と歩兵戦闘車
cc: https://t.co/fu2Y611kpi pic.twitter.com/430kPF0XT5— OedoSoldier (@OedoSoldier) August 17, 2025
Persenjataannya dideskripsikan dengan keberadaan meriam utama 105 mm. Namun, berkat kemajuan dalam propelan dan penyaluran energi kinetik, daya tembaknya disebut-sebut sebanding dengan meriam tank 120 mm standar NATO dan 125 mm Rusia. Sumber-sumber mencatat bahwa peluru penembus lapis baja dengan sirip stabil dapat mencapai kecepatan moncong 1.706 meter per detik, menempatkan kinerjanya setara dengan meriam berkaliber lebih besar.
Ada dugaan, awaknya telah dikurangi menjadi tiga personel melalui otomatisasi. Untuk pertama kalinya, operator dilaporkan dilengkapi dengan headset realitas tertambah yang meningkatkan kewaspadaan situasional. Headset ini menyediakan lapisan digital informasi medan perang, terintegrasi dengan sistem onboard tank untuk meningkatkan penargetan, navigasi, dan deteksi ancaman.
ZTZ-201, the Chinese Army’s new fourth-generation medium main battle tank.
➡️40-tonne class.
➡️New, next-generation 105 mm main gun.
➡️Remotely controlled turret, three-person crew compartment at the front of the hull.
➡️Plug-in, single-mode, long-range hybrid engine.
➡️New… pic.twitter.com/o04rMGRNyb— Junsupreme (@RyszardJonski) August 16, 2025
ZTZ-201 juga dilengkapi dengan sensor modern yang memantau lingkungan sekitar dan mendeteksi potensi ancaman. Ini terhubung dengan GL-type active protection system, yang dirancang untuk mencegat proyektil anti-tank yang masuk.
Sebuah turret yang dioperasikan secara remote dipasang di atap kendaraan, yang menurut para pengamat mungkin dimaksudkan untuk melawan drone kecil, termasuk sistem first person view (FPV) yang semakin banyak digunakan dalam konflik modern.
Defence Blog menyebut, para insinyur Cina tampaknya berfokus pada penciptaan platform yang lebih ringan, lebih cepat, dan lebih serbaguna yang memadukan lapis baja tradisional dengan elektronik canggih dan mobilitas hibrida. Konsep ini berbeda dari desain tank berat Barat dengan mengorbankan massa demi kecepatan, integrasi digital, dan kemampuan bertahan melawan drone dan senjata berpemandu.
Penampakan Prototipe Tank Terbaru Cina, Serba Misterius Belum Pernah Terlihat Sebelumnya
Pemilihan kelas tank 35–40 ton,menunjukkan adanya pergeseran doktrinal. Tank medium (medium tank) dengan rentang berat ini sebagian besar telah menghilang dari layanan di militer besar, digantikan oleh tank tempur utama (MBT) yang lebih berat atau kendaraan tempur infanteri (Infantry Fighting Vehicle) yang lebih ringan. Dengan memperkenalkan kembali kategori ini, Cina mungkin mengisyaratkan pendekatan baru terhadap peperangan manuver, yang memprioritaskan fleksibilitas operasional dan penyebaran yang cepat.
Penampilan tank di depan umum selama persiapan parade terjadi di tengah modernisasi militer Cina yang lebih luas. Meskipun spesifikasi resminya belum dirilis, elemen desain khas kendaraan ini menyoroti minat Beijing dalam menerapkan teknologi baru pada peperangan lapis baja. Selain hadir dalam varian medium tank, publik di Beijing juga diperlihatkan ZTZ-201 dalam varian IFV.
Menurut publikasi War Thunder forum, tank yang disebut ZTZ-201 jadi topik perbincangan penggemar sejak sekitar 2018. Namun, penamaan “ZTZ-201” bukan penamaan resmi, itu adalah nama kode yang dispekulasikan oleh para pemain forum, bukan dari militer atau pabrikan resmi Disebut juga bahwa kode industri mungkin adalah WZ-124, namun informasi ini berasal dari sumber tidak resmi di media sosial. (Gilang Perdana)
Cina Uji Coba Prototipe Tank Bertenaga Hibrida (Diesel-Listrik) Untuk Beroperasi di Dataran Tinggi
Related Posts
-
Biaya Angkat Bangkai US$3,35 Juta, Inggris Rilis Hasil Investigasi Jatuhnya F-35B di Laut Mediterania
2 Comments | Aug 11, 2023 -
Microdrone MD4-1000: Drone Quadcopter Pilihan Satuan Elite TNI AL
6 Comments | Feb 27, 2016 -
SPW 50PK(MRF) – Inilah BTR-50 Varian Pembersih Ranjau
7 Comments | Nov 30, 2020 -
ARA San Juan S-42: Nahas di Atlantik Selatan, Inilah Kapal Selam Diesel Listrik Tercepat
10 Comments | Nov 26, 2017


