Harbin Z-21: Debut Udara ‘Apache Cina’, Helikopter Serang Generasi Terbaru Mulai Uji Terbang

Laporan dari media sosial yang berbasis rekaman video amatir mengonfirmasi bahwa prototipe helikopter serang generasi terbaru, Harbin Z-21, telah memulai fase uji terbang ekstensif di fasilitas pengujian tertentu. Uji terbang ini menunjukkan bahwa Z-21 semakin mendekati tahap produksi massal dan integrasi penuh ke dalam layanan Angkatan Darat Cina (PLA).

Baca juga: Singapore Airshow 2024 – Cina untuk Pertama Kali Tampilkan Helikopter Serang Z-10ME

Pengembangan Z-21 adalah respons langsung terhadap kebutuhan PLA akan platforma serangan darat yang lebih berat, lebih kuat, dan lebih canggih daripada helikopter serang Harbin Z-10 yang ada saat ini.

Z-21 dikembangkan berdasarkan platform helikopter utilitas medium-lift Harbin Z-20 “CopyHawk” (helikopter yang secara visual mirip dengan UH-60 Black Hawk). Keputusan untuk menggunakan Z-20 sebagai fondasi memberikan dua keuntungan krusial, yang mana Z-20 dilengkapi dengan mesin turboshaft domestik yang lebih kuat, memberikan Z-21 tenaga yang cukup untuk membawa beban yang jauh lebih besar (amunisi dan perlindungan armor) dibandingkan Z-10.

Ditambah adanya kompabilitas logistik, seperti berbagi komponen dan sistem umum dengan Z-20 akan sangat menyederhanakan rantai pasokan, pemeliharaan, dan pelatihan kru PLA di masa depan.

Z-21 dijuluki ‘Apache Cina’ bukan semata-mata karena kemiripan desain eksternal, melainkan karena kapabilitas yang ingin dicapainya di medan perang. Z-21 memiliki desain yang secara visual lebih dekat ke AH-64D/E yang dimodifikasi secara signifikan. Namun, desain Z-21 merupakan produk dari kebutuhan Cina dan evolusi dari program Z-20. Kesamaan dalam tata letak kokpit tandem dan rotor adalah hasil dari optimasi aerodinamis yang serupa di banyak helikopter serang Barat modern.

Julukan Apache Cina lebih merujuk pada peran strategisnya. Z-21 dirancang untuk menjadi helikopter serang berat yang mampu beroperasi di segala cuaca, memiliki daya tahan hidup (survivability) yang tinggi, dan membawa muatan amunisi serta sensor yang superior, persis seperti peran yang dimainkan AH-64 Apache bagi Angkatan Darat AS, maka Z-21 mewakili level kemampuan serangan yang sama.

Cina Punya Harbin Z-20 “CopyHawk,” Tiruan Sikorsky Black Hawk dengan Mesin Lebih Kuat

Meskipun Cina merilis spesifikasi secara terbatas, namun, Z-21 diperkirakan memiliki beberapa keunggulan dan spesifikasi yang membedakannya dari Z-10, seperti Z-21 menggunakan dua mesin turboshaft domestik yang lebih bertenaga, memberikannya kecepatan jelajah yang lebih tinggi, ceiling yang lebih tinggi, dan kinerja yang jauh lebih baik di dataran tinggi, suatu hal yang krusial untuk operasi di wilayah barat Cina.

Z-21 diperkirakan menggunakan versi modifikasi atau upgrade dari mesin turboshaft domestik Wozhou-10 (WZ-10) atau versi yang lebih baru (mungkin WZ-16), yang juga digunakan pada helikopter Z-20.

Z-21 dirancang dengan sayap rintisan (stub wings) yang lebih kuat dengan lebih banyak cantelan (pylon). Z-21 dapat membawa kombinasi yang lebih berat dari rudal anti-tank (seperti rudal Blue Arrow terbaru), roket terpandu, dan rudal udara-ke-udara jarak pendek.

Z-21 diperkirakan akan mengintegrasikan sistem Radar Millimeter-Wave yang dipasang di atas rotor (mirip dengan radar ‘konde’ Longbow Apache), memberikan kemampuan fire-and-forget dan pengawasan segala cuaca yang jauh lebih baik untuk menemukan dan mengunci target kendaraan lapis baja di luar garis pandang.

Sebagai platform yang lebih besar, Z-21 memiliki lebih banyak ruang untuk pemasangan pelat baja (armor) kokpit dan sistem pertahanan diri yang canggih (jamming dan flare/chaff dispenser), meningkatkan ketahanan kru dan mesin terhadap tembakan musuh di darat. (Bayu Pamungkas)

Gantikan AH-1F Cobra, Angkatan Darat Pakistan Terima Helikopter Serang ‘Made in China’ Z-10ME