
Persiapan pameran pertahanan World Defense Show 2026 (8-12 Februari 2026) di Riyadh, Arab Saudi, semakin memanas dengan tibanya jet kargo raksasa Ilyushin Il-76 milik Rusia. Selain membawa panser BTR-22 8×8, pesawat tersebut juga membawa aset strategis dari lini artileri medan, Sarma MLRS (Multiple Launch Rocket System) kaliber 300 mm. (more…)

Pengalaman pahit dari serangan udara Israel pada 9 September 2025 menjadi titik balik krusial bagi arsitektur pertahanan udara Qatar. Meski menyandang status sebagai pengguna pertama rudal AIM-120 AMRAAM-ER (Extended Range) yang sangat canggih, statisnya penempatan sistem NASAMS terbukti menjadi celah yang mematikan saat menghadapi serangan presisi tinggi. (more…)

Ketegangan di wilayah perbatasan antara Thailand dan Kamboja baru-baru ini memperlihatkan pemandangan menarik dengan kemunculan sistem persenjataan bantu infanteri yang tergolong baru bagi publik Asia Tenggara. Dalam rekaman video yang beredar, Angkatan Darat Thailand (RTA) terlihat mengoperasikan M361 Autonomous Truck Mounted Mortar (ATMM). (more…)

Bukti visual terbaru dari Pangkalan Udara Caracas mengonfirmasi hancurnya salah satu aset paling berharga milik Angkatan Bersenjata Venezuela (FANB), sistem pertahanan udara jarak menengah Buk-M2E. Foto-foto yang beredar memperlihatkan kendaraan peluncur yang hangus terbakar, membuktikan bahwa AS telah melancarkan serangan udara presisi untuk melumpuhkan “payung udara” pelindung rezim Maduro sebelum operasi penangkapan dilakukan. (more…)

Dunia intelijen internasional kembali dikejutkan oleh taktik kamuflase militer Cina (PLA Rocket Force). Baru-baru ini, beredar foto-foto yang menunjukkan unit peluncur rudal balistik antarbenua (ICBM) milik Cina yang disamarkan sepenuhnya hingga menyerupai truk heavy-duty crane milik perusahaan konstruksi raksasa, Zoomlion. (more…)

Kemampuan Shoot-and-Scoot, yakni mampu menembakkan amunisi pertama dalam waktu kurang dari 30 detik dan dapat segera bergerak untuk menghindari tembakan balasan (counter-battery fire), menjadi ciri khas dari self propelled howitzer (SPH) beroda ban seperti CAESAR (Perancis) dan Archer (Swedia). Berangkat dari keunggulan kemampuan tersebut, Turki pun punya solusi tersendiri yang dapat dipenuhi oleh industri pertahanan dalam negeri. (more…)

Kemasyuran M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) rupanya telah memikat perhatian Kim Jong Un. Namun, karena sulit untuk memperoleh HIMARS yang notabene buatan AS, maka Korea Utara kemudian mengembangkan dan memproduksi self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) yang tampilannya sepintas mirip HIMARS. (more…)

Angkatan Darat Vietnam kembali membutikan kreativitasnya dalam modifikasi sistem senjata artileri medan (armed), kali ini dengan menjadikan meriam tarik lawas era Soviet M-46 kaliber 130 mm, menjadi self propelled howitzer (SPH) PTH-130, yang mengusung platform kendaraan taktis (rantis) truk KamAZ-6560 8×8 buatan Rusia. (more…)

Self propelled MLRS dalam platform truk 8×8 bukan hal asing lagi, TNI lewat Korps Marinir pun mengoperasikan jenis itu – RM70 Grad dan RM70 Vampire dari sasis truk Tatra. Namun, ada self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) yang berdesain serupa tapi dirancang dengan modular, dalam satu kendaraan terdapat dua modul (pod) peluncur yang bisa di-setting berdasarkan kaliber yang berbeda. (more…)

Multiple Launch Rocket System (MLRS) kaliber berat 300 mm, sudah menjadi arsenal yang digunakan Rusia sejak era Soviet. Selain MLRS BM-30 Smerch dan Tornado-S yang secara aktif digunakan dalam perang di Ukraina, belum lama ini Rusia telah meluncurkan MLRS terbaru di kaliber 300 mm. yakni Sarma. (more…)