ArianeGroup Tampilkan Mockup Rudal Balistik Darat Jarak Menengah dengan Hulu Ledak Hipersonik

Sejalan dengan rencana besar Perancis untuk untuk mengembangkan rudal balistik darat jarak menengah dengan jangkauan lebih dari 2.000 Km, maka pada Paris Airshow 2025 di Le Bourget, perusahaan kedirgantaraan Perancis ArianeGroup telah memperlihatkan mockup next-generation ballistic missile dan hulu ledak hipersonik V-Max untuk pertama kalinya.
ArianeGroup yang terkenal sebagai produsen roket antariksa memperkenalkan konsepnya untuk rudal balistik yang tampaknya mencerminkan ambisi pemerintah Perancis untuk mengembangkan kemampuan serang presisi pada jarak hingga lebih dari 2.000 kilometer.
Mockup tersebut memiliki rudal memanjang satu tahap dengan hulu ledak yang dapat dilepas yang dilengkapi dengan permukaan kontrol aerodinamis untuk bermanuver selama fase akhir penerbangan.
Konfigurasi ini sejalan dengan persyaratan yang dilaporkan sebelumnya untuk rudal yang diluncurkan dari darat yang mampu bermanuver pada fase akhir, yakni fitur yang memerlukan pemisahan tahap pendorong.

Badan utama rudal balistik tersebut juga diharapkan untuk menggabungkan sistem yang dirancang untuk mengatasi pertahanan udara musuh, yang berpotensi mencakup umpan atau muatan peperangan elektronik udara.
Tujuan utama program ini adalah untuk memberikan pencegah non-nuklir. Hulu ledak pertama diharapkan konvensional, dengan konfigurasi hulu ledak monoblok atau multipel, dengan berat dari beberapa ratus kilogram hingga sekitar satu metrik ton.

Secara visual, konsep Perancis tersebut memiliki beberapa kemiripan dengan rudal balistik Haj Qasem Iran, yang memiliki profil serupa dan hulu ledak yang dapat dilepas untuk meningkatkan kemampuan manuver. Sistem Iran tersebut memiliki jangkauan yang dinyatakan sebesar 1.400 kilometer.
Wahana hipersonik generasi pertama ini telah dirancang untuk menjalani pengujian oleh Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis. Tujuannya adalah untuk memvalidasi kemampuan inti dan menginformasikan pengembangan teknologi di masa mendatang.
Fase berikutnya, yang dijuluki V-Max 2, diharapkan dapat menunjukkan sistem panduan canggih yang mampu mengendalikan wahana luncur pada kecepatan hipersonik. Rudal balistik masa depan kemungkinan dapat berfungsi sebagai platform peluncuran utamanya. (Gilang Perdana)



kayaknya…..ini rudal balistik hipersonik konvensional,…. bukan semacam rudal balistik hipersonik fatah 2. Karena rudal fatah 2 yang menghantam pusat riset teknologi wiseman israel tuh punya kemampuan terbang pada ketinggian rendah sekitar 30 – 50 meter di permukaan tanah secara hipersonik sebelum akhirnya menhantam target. jelas semua SAM modern sekarang tak mampu menangkisnya.
perancis dan negara negara barat NATo memang sangat ketinggalan oleh iran termasuk USA juga. dalam hal teknologi rudal rudal balistik.
Grup barat mulai sadar karena dagangan mereka subsonic SSM & Jelajahnya, gampang ditangkis, mehong lagi😁
Terinspirasi Fattah 2?