UH-60M Black Hawk: Program Modernisasi Angkatan Darat AS yang Kedepankan Kecepatan, Efisiensi dan Akselerasi Kapabilitas

Dalam beberapa waktu ke belakang, Angkatan Darat AS (U.S. Army) telah memperbarui sejumlah unit tempurnya sebagai bagian dari program modernisasi besar-besaran. Program tersebut digambarkan sebagai reorganisasi dan program modernisasi terbesar dalam beberapa dekade, terutama setelah pembentukan Army Futures Command (AFC).
Baca Juga: Hari ini, 51 Tahun Lalu, Helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk Terbang Perdana
Salah satu yang mencuri perhatian adalah modernisasi UH-60 Black Hawk, workhorse militer yang bisa dibilang paling sukses di antara sekian banyak unit militer AS. Dalam ‘kisahnya’, heli tempur ini sukses menggantikan ikon Perang Vietnam, Bell UH-1 Iroquois “Huey” yang sudah mulai lapuk termakan usia.
Adalah UH-60M Black Hawk, versi termodernisasi dari helikopter multiperan UH-60 Black Hawk, yang diproduksi oleh Sikorsky (sekarang bagian dari Lockheed Martin). Varian “M” ini membawa peningkatan signifikan dibandingkan versi sebelumnya, seperti UH-60L, menjadikannya lebih mumpuni, efisien, dan siap tempur di medan modern.
Sikorsky Perkenalkan S-70UAS U-Hawk: Varian Drone Kargo Black Hawk dengan Kemampuan Terbang Otonom
Kita mulai dari segi mesin dan performa yang ditingkatkan; heli tempur ini menggunakan mesin keluaran terbaru dari General Electric dengan seri T700-GE-701D yang lebih bertenaga, memberikan peningkatan daya angkat, jangkauan, dan kinerja, terutama dalam kondisi panas dan tinggi (High-Hot) – model awalnya, UH-60A menggunakan mesin General Electric T700-GE-700. Dengan peningkatan mesin ini, memungkinkan UH-60M Black Hawk ini mampu merengkuh kecepatan maksimal hingga 295 km/jam (kurang lebih 159 knot).
UH-60M Black Hawk juga dilengkapi dengan bilah rotor utama berbilah lebar yang didesain ulang untuk mengedepankan efisiensi aerodinamis yang lebih baik serta gearbox dengan daya tahan yang ditingkatkan.
Latvia Air Force – Sikorsky UH-60M Black Hawk (S-70A) (© Gustavs) – https://t.co/EXEmCwkkqN #aviofotolv pic.twitter.com/i2imuhtvrq
— Aviofoto.Lv (@AviofotoLv) October 9, 2025
Poin lain yang tidak luput dari modernisasi adalah digital glass cockpit dan sistem avionik canggih. Kokpit digital ini mengadopsi Common Avionics Architecture System (CAAS), yang menggantikan instrumen analog dengan layar multifungsi digital besar (glass cockpit). Dengan instalasi ini, diproyeksikan akan meningkatkan kesadaran situasional (situational awareness) pilot dan mengurangi beban kerja.
CAAS sendiri dibangun di atas prinsip-prinsip Modular Open Systems Approach (MOSA), sebuah strategi desain teknis yang bertujuan untuk membuat helikopter lebih mudah dan lebih cepat untuk ditingkatkan (upgrade) dan dirawat. Penerapan MOSA ini sendiri menjadi sangat penting bagi UH-60M Black Hawk karena ia dirancang untuk beroperasi selama beberapa dekade.
TERKUAK! NASA Temukan Camp Century, Pangkalan Militer Rahasia AS di Bawah Es
Penerapan MOSA sendiri memberikan 3 poin keunggulan utama: Openness (Angkatan Darat AS bisa membeli komponen atau software dari produsen manapun – meningkatkan persaingan), Modularity (Dapat mengganti modul teknolgo terbaru tanpa harus merombak seluruh sistem pesawat) dan Interoperability (memungkinkan masing-masing komponen dari produsen terpisah saling ‘berkomunikasi’ satu sama lain).
UH-60M Black Hawk juga memiliki sistem Integrated Vehicle Health Management System (IVHMS), sebuah komputer yang memantau kondisi vital helikopter secara real-time, membantu dalam perawatan dan memprediksi kegagalan. Seperti saudara, UH-60V, heli tempur ini juga mengadopsi sistem gly-by-wire untuk meningkatkan kontrol dan stabilitas saat berada di udara.
Some pictures of Latvian Air Force UH-60M Black Hawk helicopters, Latvia ordered 4 such helicopters in 2018. pic.twitter.com/TKDVaSpAC6
— B-AREV (@trip_to_valkiri) July 29, 2024
UH-60M Black Hawk adalah helikopter multi-misi, sehingga persenjataannya dapat disesuaikan untuk peran transportasi tempur atau peran serang/pengawal (Armed Black Hawk). Secara umum, UH-60M dapat membawa berbagai jenis senjata, yang dipasang di pintu kabin atau pada sistem sayap sementara yang dikenal sebagai External Stores Support System (ESSS). (Nurhalim)


