
Jet tempur generasi keenam Cina yang masih dalam status prototipe, Chengdu J-36, muncul dengan nosel (nozzle) thrust vectoring (pengarah dorong) dua dimensi (2D) baru. Upgrade ini menunjukkan penekanan Cina pada kemampuan manuver tinggi dan kendali yang diperlukan untuk desain jet tempur siluman tanpa ekor. (more…)

Nosel alias knalpot mesin penggerak dorong (thrust vectoring engine nozzle) adalah fitur bawaan pada jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon. Namun, ada kabar terbaru, Biro Desain Sukhoi telah melakukan modifikasi dengan two dimensional thrust vectoring nozzle. (more…)

Versi asli jet tempur Sukhoi Su-27 Flanker belum mengenal thrust vectoring saat diluncuran, thrust vectoring baru kemudian diperkenalkan Rusia pada varian lanjutan, seperti jet tempur Su-30MKI, Su-30MKM dan Su-35. Namun, tak banyak diketahui, sejatinya Su-27 pernah dihadirkan dalam experimental thrust vectoring yang diberi label Su-27LL-PS. (more…)

Dalam kompetisi, tiap manufaktur sah saja berdalih bahwa produk yang diusungnya lebih canggih dan handal. Seperti dalam tender pengadaan jet tempur pengganti F-5 E/F Tiger II TNI AU. Pihak Sukhoi, Eurofighter, Saab dan Dassault punya argumen dan perspektif tersendiri atas produk yang diusungnya, karena pada dasarnya baik Sukhoi Su-35 Super Flanker, Eurofighter Typhoon, JAS 39 Gripen NG dan Dassault Rafale punya sisi plus minus, alias tidak ada yang benar-benar ideal. (more…)