Dua raksasa pertahanan Turki, Aselsan dan Roketsan, secara resmi mengumumkan keberhasilan uji penerimaan akhir untuk pengiriman baterai sistem pertahanan udara (hanud) dan rudal jarak jauh Siper Product-1. Pengujian krusial ini dilaksanakan di Pusat Pengujian Sinop, Turki bagian utara, dan menjadi bukti kesiapan operasional sistem hanud asli buatan dalam negeri tersebut. (more…)
Bukan menggunakan Kingklip MK2 dari Thales (Perancis), kapal pertama Fregat Merah Putih (FMP), KRI Balaputradewa 322 disebut-sebut akan menggunakan Hull Mounted Sonar (HMS) Fersah, besutan perusahaan pertahanan ternama dari Turki, Aselsan. (more…)
Dunia pertahanan laut Indonesia baru saja membuat kejutan besar dengan mengadopsi sistem peluncur rudal vertikal (VLS) terbaru asal Turki, MIDLAS (Milli Dikey Atım Lançer Sistemi), untuk memperkuat Fregat Merah Putih (FMP) unit pertama, KRI Balaputradewa 322. (more…)
Jagad Kapal Cepat Rudal (KCR) Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL memasuki era baru, yakni dengan hadirnya KCR 60M KRI Belati 622, produksi galangan swasta nasional, PT Tesco Indomaritim. Disebut era baru, pasalnya KRI Belati 622 menjadi kapal cepat pertama TNI AL yang mengadopsi propulsi hybrid dan yang pertama dipersenjatai rudal anti kapal Atmaca. (more…)
Menuju integrasi sebagai bagian dari sistem senjata pada fregat TCG Istanbul (F-515) – Istanbul/Istif class, pengembangan rudal pertahanan udara jarak jauh, Siper-1D (naval/sea based) terus digeber Turki. (more…)
Lantaran bakal diakuisisi oleh Indonesia, debut rudal pertahanan udara (hanud) buatan Turki ini selalu mendapat sorotan netizen dalam pengembangannya. Persisnya, pada 30 Juli 2025, Aselsan dan Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan penyelesaian serial production acceptance tests pada rudal Siper, yang artinya rudal siap produksi massal dan operasional rutin sudah bisa dimulai segera. (more…)
PT PAL Indonesia menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan pertahanan asal Turki, Roketsan Sanayi ve Ticaret A.S. Kerja sama ini mencakup pengadaan sistem senjata untuk kapal Fregat Merah Putih melalui skema Fitted For But Not With (FFBNW) dan untuk proyek refurbishment kapal perang TNI AL (R-41). Kolaborasi ini mempertegas posisi PT PAL sebagai lead integrator alutsista matra laut di Indonesia, baik dalam platform dan sistem senjata/sewaco. (more…)
Melanjutkan kesepakatan di Jalarta pada bulan Agustus tahun lalu, pada IDEF 2025 (22-27 Juli) , Indonesia menandatangani perjanjian dengan Turki untuk memproduksi rudal jelajah ÇAKIR, yang kelak akan menjadi sistem senjata pada program Kapal Cepat Rudal (KCR) yang akan dibangun galangan Republik Palindo, bagian dari Republikorp. (more…)
Selain rudal balistik hipersonik Tayfun Block-4, Roketsan dalam International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul, juga menghadirkan Akata, yakni varian rudal jelajah anti kapal/permukaan Atmaca yang ‘dibungkus’ dalam kapsul, untuk diluncurkan dari bawah permukaan air oleh kapal selam (submarine-launched cruise missile). (more…)
Dari International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul, 22 – 27 Juli 2025, Turki memantapkan predikat sebagai negara ketiga di NATO yang mampu membangun dan memproduksi rudal balistik berkecepatan hipersonik, setelah Amerika Serikat dan Perancis. Persisnya pada 22 Juli, Roketsan memperkenalkan secara resmi Tayfun Block-4, yang masuk kategori rudal balistik jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile/SRBM). (more…)