
Ada kabar baru tentang satuan infanteri TNI AD, yakni unit pasukan khusus dan pasukan reguler, dalam waktu dekat ini akan mendapatkan perangkat komunikasi canggih berbasis satelit, menjadikan unit tempur infanteri yang berada di medan operasi dan pedalaman hutan sekalipun, dapat saling terhubung. Persisnya, Spectra Group dari Inggris, akan menyediakan sistem komunikasi satelit SlingShot untuk TNI AD. (more…)

Kelengkapan pasukan infanteri kian maju dan canggih, terutama dalam konsep battlefield management system (BMS), pergerakan infanteri dalam unit kecil dapat langsung terintegrasi secara komunikasi dengan unit tempur lainnya. Infanteri dalam konsep tersebut lumrah menyandang beragam gadget mumpuni yang unggul dalam komunikasi suara dan data secure berkecepatan tinggi. Satelit disini masih memegang peranan kunci, dan menngingat yang dibutuhkan adalah transmisi data berkecepatan tinggi, maka teknologi yang jadi rujukan yaitu broadband battlefield manpack. (more…)

Setelah ada rudal panggul yang kondang disebut MANPADS (Man Portable Air Defence System) dan tactical radio (radio taktis) yang biasa dibawa dengan ransel (manpack) oleh prajurit operator radio. Kini mobilitas teknologi panggul juga merambah pada penggelaran sistem radar, bukan terbatas pada arti mobile radar untuk pertahanan udara, radar panggul besutan Thales yang diberi label SQUIRE ini memang dapat digendong dan dioperasikan oleh dua personel saja. (more…)

Hughes Defence, penyedia solusi komunikasi satelit rekanan utama militer Amerika Serikat, belum lama ini telah meluncurkan produk terbarunya, Hughes HM500. Yang menarik dari terminal HM500 multiband yaitu perangkatnya mampu dikemas dalam ransel (manpack), dan dapat dirakit serta disiapkan dalam waktu kurang dari 10 menit. Tak ayal HM500 digadang sebagai perangkat Satcom (Satellite Communications) yang pas menemani pergerakan pasukan elite dalam suatu operasi tempur yang jauh dari pangkalan. Yang menarik lagi, disebut-sebut pihak Indonesia menyatakan tertarik pada perangkat komunikasi taktis ini. (more…)

Dalam fakta di lapangan, bukan perkara mudah bagi pilot tempur untuk melaksanakan misi ground attack, terlebih bila sasaran tembakan berada di area hutan dan perbukitan yang rapat. Bila arah tembakan kurang presisi, yang jadi korban bisa jadi malah kawan sendiri (friendly fire). Guna mengatasi problem diatas, dalam misi BTU (Bantuan Tembakan Udara) kerap dikenal istilah ground FAC (forward air control). (more…)