Nano SAT-H Ka-band, Radio Manpack untuk Komunikasi Broadband Infanteri

Kelengkapan pasukan infanteri kian maju dan canggih, terutama dalam konsep battlefield management system (BMS), pergerakan infanteri dalam unit kecil dapat langsung terintegrasi secara komunikasi dengan unit tempur lainnya. Infanteri dalam konsep tersebut lumrah menyandang beragam gadget mumpuni yang unggul dalam komunikasi suara dan data secure berkecepatan tinggi. Satelit disini masih memegang peranan kunci, dan menngingat yang dibutuhkan adalah transmisi data berkecepatan tinggi, maka teknologi yang jadi rujukan yaitu broadband battlefield manpack.

Baca juga: PT Len Industri Luncurkan LenStrad-M5, Radio Taktis Handheld Anti Jamming dan Anti Intercept

Disebut manpack, lantaran perangkat komunikasi yang dimaksud digendong bagaikan ransel. Seperti Get SAT, manufaktur perangkat komunikasi satelit asal Virginia, Amerika Serikat, punya produk yang disebut sebagai Nano SAT-H Ka-band. Dikutip dari Janes.com (4/6/2019), disebutkan pada Agustus 2018, Get SAT telah mendapatkan order dari suatu negara yang dirahasiakan identitasnya untuk memasok terminal Nano SAT-H Ka-band.

Nano SAT-H Ka-band pada dasarnya adalah perangkat yang menjalankan peran komunikasi langsung dengan bandwidth tinggi dalam skema satellite on-the-move (SoTM). Dibawa dengan manpack oleh pasukan infanteri, perangkat ini digadang untuk melakukan komunikasi suara, data dan video ke markas kendali. Nano SAT-H Ka-band dilengkapi integrated block up converter dan modem eksternal yang dioptimalkan untuk aplikasi on the move dan profitabilitas yang dibawa prajurit.

Menurut pihak manufaktur dalam siaran pers 3 Juni lalu, Nano SAT-H Ka-band memungkinkan komunikasi di luar garis pandang pada daerah terpencil di mana tidak ada jaringan komunikasi yang tersedia. Terminal tersebut meliputi modem, antena parabola, antena gimble, unit drive, konverter atas, konverter blok kebisingan rendah (LNB), unit pengukuran inersia (IMU) dan unit kontrol antena (ACU). Secara keseuruhan, termasuk baterai, bobot perangat mencapai 6 kg. Bobot dapat disesuiakan dengan misi dan kebutuhan spesifik dari operator. Berat perangkatnya sendiri hanya 3,8 kg dengan ukuran 21 x 23 centimeter.

Baca juga: Insopack Acro-V – Radio Taktis UHF dengan Jeroan OS Android

Transmisi pada terminal manpack ini dirancang untuk beroperasi secara otonom. Pada model otonom, kecepatan transmisi dan penerimaan data saat pasukan bergerak menggunakan bandwidth tinggi dengan rata-rata kecepatan 4 Mbps. Untuk waktu akuisisi awal agar tersambung ke jaringan dibutuhkan waktu 20 detik, dan waktu akuisisi ulang pada transmisi mencapai 100 milisecond. (Gilang Perdana)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *