
Indonesia dan Filipina punya tantangan serupa dalam menghadapi kelompok separatis bersenjata, dan kedua negara juga sama-sama mengoperasikan pesawat serang ringan bermesin turboprop A-29 (aka – EMB-314) Super Tucano, untuk misi Close Air Support (CAS). Meski pesawatnya sama, untuk bekal persenjataan ternyata berbeda. (more…)

Bisa menjadi ancaman yang tidak terduga, misi anti drone kini menjadi opsi diperhitungkan untuk ditangani oleh jet tempur. Namun, ada pra syarat untuk meladeni drone berukuran kecil dan berharga relatif murah, salah satunya dengan penggunaan amunisi berpemandu yang hemat biaya. (more…)

Roket kaliber 70 mm dengan kit pemandu APKWS (Advanced Precision Kill Weapon System) digadang sebagai solusi efektif dan murah untuk menghancurkan drone. Solusi ini awalnya dipersiapkan untuk peluncuran dari darat ke udara Vampire Counter-Unmanned Aerial Systems. Namun, ada kabar bahwa roket 70 mm dengan kit APKWS berhasil digunakan pada jet tempur F-16 dan telah berhasil menghancurkan drone Houthi. (more…)

Meski teknologi anti drone sudah terbilang maju, namun pengembangan teknologi counter drone terus berlanjut. Belajar dari kasus di Perang Ukraina, sampai yang paling baru penyusupan drone intai Korea Utara ke Korea Selatan, telah membuka mata, bahwa bukan perkara mudah untuk menaklukan drone yang bermanuver rendah dan terbang lambat. Penggunaan jamming dalam beberapa kondisi, juga disebut tidak ideal. (more…)