
Pasca penggunaan rudal balistik hipersonik pertama kali oleh Rusia dalam serangan ke Ukraina, otomatis program AS dan negara-negara NATO untuk menghadirkan sistem senjata pencegat anti rudal balistik menjadi prioritas. Mengingat pengembangan butuh waktu, saat ini kekuatan pencegatan rudal balsitik hipersonik bertumpu pada aset yang sudah ada, salah satunya adalah rudal Standard Missile-6 (SM-6) yang terpasang pada kapal perang permukaan. (more…)

Uji peluncuran rudal balistik anterbenua oleh Cina pada 25 September 2024, yang disebut pertama kali dalam 40 tahun, rupanya telah membuat Amerika Serikat untuk was-was atas segala kemungkinan, termasuk pada aset strategisnya yang berada di Guam, Pasifik Barat, mengingat uji luncur rudal balistik Cina dilakukan dengan mengarahkan ke perairan internasional di Samudra Pasifik, dan Guam secara teori berada dalam jangkaun tembak rudal balistik Cina. (more…)

Jauh sebelum pecah perang Ukraina, salah satu pangkal ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat adalah isu penempatan pangkalan (basis) pertahanan udara (hanud) anti rudal balistik yang digelar AS di negara NATO eks pakta Warsawa. Dengan adanya kedekatan secara geografis dengan Rusia, maka soal penempatan hanud anti rudal balistik kemudian menjadi bola panas dan membuat Kremlin murka, lantaran AS terus menggelarnya tanpa peduli dengan kecaman Rusia. (more…)