Sukhoi Su-57 Sukses Jalani Uji Terbang Perdana dengan Mesin Generasi Terbaru ‘Izdelie 177’

Industri penerbangan Rusia kembali menunjukkan taringnya dalam persaingan teknologi jet tempur siluman dunia. Melalui sinergi strategis di bawah naungan perusahaan induk negara, Rostec, keberhasilan uji coba penerbangan perdana jet tempur Su-57 yang ditenagai oleh mesin terbaru berkode Izdelie 177 resmi diumumkan.

Baca juga: Dubai Airshow 2025: Rusia Pamerkan Mesin Terbaru untuk Sukhoi Su-57 (Izdelie 177S) dan Yak-130M (SM-100)

Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara dua raksasa manufaktur: United Engine Corporation (UEC) sebagai pengembang mesin dan United Aircraft Corporation (UAC) selaku produsen badan pesawat Su-57. Keduanya merupakan entitas terpisah di bawah klaster penerbangan Rostec yang saling melengkapi untuk melahirkan evolusi terbaru jet tempur generasi kelima tersebut.

Uji coba bersejarah ini dilaksanakan pada pekan ketiga Desember 2025 di fasilitas pengujian penerbangan milik UAC yang berlokasi di wilayah pinggiran Moskow. Dalam penerbangan tersebut, jet tempur yang memiliki nama kode NATO “Felon” ini berhasil membuktikan keunggulan performanya melalui serangkaian manuver kompleks untuk menguji sinkronisasi antara badan pesawat buatan UAC dan daya dorong mesin terbaru dari UEC.

Mesin Izdelie 177 dirancang oleh UEC untuk membawa Su-57 ke level yang berbeda. Salah satu keunggulan utamanya adalah peningkatan signifikan pada daya dorong (thrust) dan efisiensi bahan bakar dibandingkan mesin sebelumnya, AL-41F1 (Izdelie 117).

Lebih jauh lagi, Izdelie 177 menggunakan sistem kontrol digital generasi terbaru yang mampu mengatur distribusi tenaga secara lebih presisi. Dari sisi teknologi siluman, mesin ini memiliki desain lubang pembuangan (nozzle) yang dirancang khusus untuk meminimalkan jejak termal (panas). Hal ini membuat Su-57 menjadi jauh lebih sulit dideteksi oleh sensor inframerah (IRST) maupun rudal pencari panas milik lawan, yang selama ini menjadi salah satu fokus peningkatan pada jet tempur Rusia.

Integrasi mesin Izdelie 177 memberikan dampak luar biasa pada kapabilitas operasional Su-57. Dengan mesin baru ini, Su-57 kini memiliki kemampuan Supercruise yang lebih stabil, yakni terbang pada kecepatan supersonik tanpa perlu menyalakan afterburner. Kemampuan ini memungkinkan pesawat melakukan penetrasi cepat ke wilayah lawan tanpa menguras bahan bakar secara berlebihan, sekaligus menjaga profil siluman tetap rendah.

Keberhasilan kolaborasi UAC dan UEC di bawah bendera Rostec ini juga menjadi jawaban atas skeptisisme global mengenai kemandirian teknologi militer Rusia. Dengan mesin yang lebih bertenaga, lebih efisien, dan memiliki tingkat deteksi panas yang rendah, Su-57 kini benar-benar siap menjadi penantang serius bagi dominasi jet tempur generasi kelima Barat di masa depan.

Apa yang Baru pada Mesin Izdelie 177?
Untuk memahami lompatan teknologi pada jet tempur Su-57, berikut adalah perbedaan utama antara mesin lama (Izdelie 117 / AL-41F1) dengan mesin generasi terbaru (Izdelie 177):

Daya Dorong (Thrust) yang Lebih Besar
Izdelie 177 dirancang untuk memberikan thrust yang lebih kuat, memungkinkan Su-57 lepas landas lebih cepat dan membawa beban senjata yang lebih berat tanpa mengorbankan kelincahan.

Optimalisasi Kemampuan Supercruise
Berbeda dengan mesin lama yang masih sangat bergantung pada afterburner untuk mencapai kecepatan supersonik, Izdelie 177 memungkinkan Su-57 terbang lebih lama pada kecepatan supersonik secara konstan dengan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih hemat.

Pengurangan Jejak Termal (Infrared Signature)
Inovasi terbesar pada Izdelie 177 terletak pada sistem pendinginan dan desain nozzle yang lebih canggih. Hal ini secara signifikan menurunkan radiasi panas yang dipancarkan mesin, membuat pesawat lebih sulit “dikunci” oleh rudal pencari panas lawan.

Sistem Kontrol Digital Penuh (FADEC)
Mesin baru ini menggunakan sistem Full Authority Digital Engine Control (FADEC) yang lebih cerdas. Sistem ini secara otomatis mengatur performa mesin agar selalu optimal di berbagai kondisi ketinggian dan kecepatan, sekaligus mengurangi beban kerja pilot di kokpit.

Daya Tahan Operasional (Life Cycle)
UEC merancang Izdelie 177 dengan material komposit terbaru yang lebih tahan panas, sehingga usia pakai mesin menjadi lebih panjang dan jadwal perawatan rutin menjadi lebih jarang dibandingkan generasi sebelumnya. (Gilang Perdana)

IUS-57: Inilah ‘Otak Cerdas’ Sukhoi Su-57, Membantu Pilot dalam Skenario Padat Ancaman