Pasukan Infanteri Cina Kolaborasi dengan Robot Anjing dan Drone FPV Dalam Latihan Serbu ‘Live Fire’

Bila di Indonesia robot anjing baru saja dipamerkan dalam defile HUT Polri, maka di Cina robot anjing sudah digunakan dalam tahapan operasional. Dalam video yang ditayangkan televisi CCTV 7, kelompok robot anjing digunakan Angkatan Darat Cina – People’s Liberation Army (PLA) dalam latihan tembak langsung (live fire drills) dalam manuver serbu.
Baca juga: [Video] Ukraina Siapkan ‘Robot Anjing’ untuk Tugas Intai di Garis Depan Pertempuran
Dalam video diperlihatkan kelompok robot anjing yang dipersenjatai senapan serbu selama latihan tembak langsung dalam manuver ofensif memperebutkan sebuah bukit.
Menurut CCTV-7, pasukan dari 76th Group Angkatan Darat Cina baru-baru ini melakukan serangkaian latihan lapangan di wilayah perbukitan di Cina utara, yang menampilkan penggunaan “robot berkaki empat” dalam manuver terkoordinasi bersama regu infanteri. Tujuan latihan ini adalah untuk melatih interaksi antara personel manusia dan sistem tanpa awak dalam pertempuran modern.
“Tidak seperti aset pendukung tradisional, sistem robot ini dapat mengikuti manuver pasukan infanteri melintasi medan yang kompleks dan menyediakan daya tembak di tempat pasukan manusia paling rentan,” kata seorang instruktur PLA kepada CCTV selama siaran tersebut.
🚨 BREAKING:
🇨🇳 China is now testing robotic combat dogs and FPV drones together in live military drills.
Armed with rifles, rocket launchers, and high-res cameras, these four-legged machines are being paired with kamikaze drones for urban warfare and frontline ops.
Unmanned… pic.twitter.com/rU6HIuB9X8
— Defence Index (@Defence_Index) July 15, 2025
Robot-robot tersebut, yang menyerupai anjing mekanik, ditampilkan membawa senapan otomatis yang terpasang di punggung mereka saat mereka maju melalui padang rumput dan memberikan tembakan perlindungan bagi pasukan infanteri yang berada di belakangnya. Dalam satu segmen, sekelompok pasukan bermanuver secara taktis sementara kawanan robot anjing merangkak maju untuk menyerang target imajiner.
Pihak Angkatan Darat Cina mengatakan bahwa robot-robot tersebut dirancang untuk menjalankan misi pengintaian, menekan posisi musuh, dan membantu pasukan dalam pertempuran jarak dekat. Angkatan Darat Cina mengklaim robot-robot anjing menunjukkan kemampuan untuk menavigasi medan yang berat, menghindari rintangan, dan menjaga komunikasi radio dengan operator dari jarak jauh.


Para analis Cina berpendapat bahwa pemasangan drone dan sistem darat robotik merupakan pergeseran dalam doktrin tempur, seiring upaya mereka untuk meningkatkan kewaspadaan dan daya mematikan di medan perang di lingkungan yang diperebutkan.
Selain memperlihatkan aksi robot anjing, latihan tersebut juga menampilkan peran drone intai taktis FPV (First Person View) berukuran kecil yang menyediakan pengawasan dan menyampaikan data penargetan kepada pasukan darat.
Latihan tersebut berlangsung di wilayah perbatasan dekat Rusia, tetapi media Cina tidak menyebutkan lokasi pastinya. Tahun lalu, dalam latihan gabungan “Golden Dragon 2024” antara Cina dan Kamboja, ditampilkan robot anjing yang dipersenjatai senapan serbu dan digunakan untuk operasi penyerangan. (Gilang Perdana)
Angkatan Darat Australia Berlatih Bersama Robot Anjing dari Ghost Robotics


