Lengkapi Kemunculan Rafale F5, Safran Perkenalkan Bom Pintar Hybrid Generasi Terbaru AASM HAMMER XLR

Selain memperlihatkan jet tempur Rafale dengan Conformal Fuel Tanks (CFT), yang belakangan diketahui adalah Rafale F5, di pameran dirgantara Paris Airshow 2025 (16-22 Juni), juga diperlihatkan update persenjataan terbaru untuk keluarga Rafale. Salah satunya adalah Safran Electronics & Defense yang memperkenalkan varian baru dari bom pintar hybrid Armement Air-Sol Modulaire (AASM) atau HAMMER (Highly Agile Modular Munition Extended Range).
AASM HAMMER dengan jangkauan jauh yang diperluas dirancang untuk bom seberat 250 kg dan 1000 kg dan disebut sebagai XLR. Spesifikasi resmi dari AASM HAMMER XLR belum diungkapkan ke publik. Namun, pada awal tahun 2023, Safran telah mengumumkan pengerjaan versi baru kit yang diharapkan dapat meningkatkan jangkauan AASM secara signifikan, yang sudah mencapai lebih dari 70 km saat dilepaskan dari ketinggian.
Pekerjaan ini difokuskan pada peningkatan mesin amunisi dengan tujuan meningkatkan jangkauan terbangnya secara signifikan—dilaporkan hingga 150–200 km, tergantung pada kondisi pelepasan. Namun, apakah jangkauan ini telah tercapai dan bagaimana tepatnya masih belum diketahui saat ini.
Namun, satu detail yang cukup menarik dari AASM HAMMER XLR dapat dilihat dalam foto-foto, bahwa modul mesin dengan permukaan kontrol tampak memiliki sesuatu yang tampak seperti saluran masuk udara, yang dalam beberapa foto mungkin ditutupi dengan tutup—yang mungkin dirancang untuk dikeluarkan saat sirip mengembang.

Sebaliknya, AASM HAMMER standar tidak memiliki fitur tersebut. Dalam versi sebelumnya, sistem propulsi adalah pendorong berbahan bakar padat, yang biasanya tidak memerlukan akses ke udara. Penampakan air intake ini menunjukkan hanya dua kemungkinan opsi. Yang pertama adalah pemasangan mesin turbojet mini di AASM HAMMER XLR. Ini akan menjadi solusi yang dipertanyakan karena kebutuhan bahan bakar dan sistem bahan bakar yang lengkap dalam dimensi kit yang terbatas akan menjadi tantangan.
Kemungkinan kedua adalah penggunaan mesin ramjet berbahan bakar padat, mirip dengan yang digunakan dalam rudal udara-ke-udara Meteor. Mesin seperti itu mengambil oksigen dari udara, memungkinkan penggunaan bahan bakar padat dengan porsi propelan yang lebih kecil, yang berarti waktu pengoperasian mesin lebih lama.

Jika Safran memang memilih opsi kedua yang lebih masuk akal ini, maka ini adalah solusi yang sangat menarik yang memungkinkan jangkauan yang lebih jauh dalam dimensi yang sama.
Dengan dapur pacu solid propelled rocket, HAMMER varian standar memadukan teknologi bom pintar dapat dilepaskan dari ketinggian 15 km untuk menjangkau sasaran di jarak 60 km. HAMMER memiliki kemampuan fire and forget, dan kapasitas stand-off yang diperpanjang.
AASM HAMMER terdiri dari guidance kit dan range extension kit yang dilengkapi masing-masing kit dilengkapi empat winglet untuk navigasi. Kit dapat dilengkapi dengan body dan hulu ledak dumb bomb Mk82 termasuk Smart Bomb Unit (SBU)-38, SBU-64 dan SBU-54.
Bom yang relatif mudah digunakan dalam kit HAMMER adalah bom dengan berat 125 kg, 250 kg, 500 kg dan 1.000 kg, dan koordinat sasaran dapat diprogram ulang selama penerbangan. (Bayu Pamungkas)



ENAKNYA YG SUDAH MENGUASAI TEKNOLOGI…..TINGGAL GONTA-GANTI PARAMETER UDAH JADI CUAN 😱😱😱