KSAU Tinjau Lini Produksi Leonardo M-346 FA Block 20, Berpotensi Jadi Jet Latih Tempur TNI AU di Masa Depan

Nama jet latih tempur Aermacchi Leonardo M-346 FA Block 20, kini menjadi topik perbincangan netizen di Indonesia, setelah KSAU Marsekal TNI Tonny Harjono, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Leonardo di Milan, Italia, pada hari Jumat (11/7/2025). Dalam kunjungannya, KSAU meninjau fasilitas produksi AW189 yang dirancang untuk mendukung operasi angkutan strategis dan misi khusus TNI. Selain itu, KSAU beserta rombongan meninjau lini produksi M-346 FA Block 20.
Mengutip dari siaran pers Dispenau, disebut M-346 FA Block 20 adalah salah satu referensi dalam penguatan program pendidikan penerbang tempur sekaligus pengembangan kesiapan operasional.
Meski lawatan KSAU baru sebatas tinjauan awal, namun ketertarikan atas jet latih tempur bermesin turbofan titisan desain Rusia ini, menjadi menarik untuk disimak, mengingat ada potensi nantinya TNI AU akan mengakuisisi jet tempur, untuk pertama kalinya buatan Italia. Namun, bila tertarik pun, TNI AU baru bisa mendapatkan jet latih tempur ini tidak dalam waktu dekat, pasalnya M-346 FA Block 20 baru dalam tahap pengembangan dan rencana pengujian prototipe.
M‑346 FA Block 20 sejatinnya merupakan varian generasi terbaru dari keluarga jet latih Aermacchi‑Leonardo, dan merupakan evolusi dari varian Fighter Attack (FA). Leonardo secara resmi memperkenalkan program peningkatan Block 20 pada Juli 2024, yang akan diterapkan pada kedua varian—M‑346T Block 20 (trainer) dan M‑346F Block 20 (light combat / Fighter Attack).
“Kunjungan Kerja Kasau ke Leonardo Company Italia untuk Tinjau Opsi Penguatan Kapabilitas Udara”
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja ke fasilitas Leonardo di Milan, Italia, Jumat (11/7/2025). Kunjungan ini… pic.twitter.com/876g0fHlvx
— TNI Angkatan Udara (@_TNIAU) July 15, 2025
Program Block 20 diumumkan secara resmi pada Juli 2024 di Farnborough Air Show (dikenal sebagai M‑346 Block 20 upgrade). M‑346 Block 20 dijadwalkan akan melakukan penerbangan prototipe pertama pada 2027, dengan pengiriman awal ke pelanggan pada akhir 2028.
M‑346 FA Block 20 menawarkan fitur unggulan berupa kokpit generasi baru berlayar luas (Large Area Displays – LAD), yang menggantikan enam MFD (Multi Function Display) tradisional, kini terdapat dua layar sentuh besar per kokpit (20×8 inch) dan kompatibel dengan perangkat NVG.

Selain itu, M-346 FA Block 20 dibekali dengan Helmet-Mounted Display (HMD) AR dan Low‑Profile HUD, memberikan pengalaman immersive, meningkatkan kesadaran situasional pilot, dan mendukung pelatihan modern berbasis realitas campuran.
M‑346F Block 20 nantinya dilengkapi radar AESA baru dengan kemampuan fire-control, data link senjata (misalnya Link‑16), dan kompatibilitas rudal udara-ke-udara dan udara-ke-darat modern. Untuk sistem navigasi dan identifikasi mendukung RNP/RNAV, sistem IFF (Identification Friend or Foe) yang sudah terpadu dengan ADS‑B Out, panel kontrol kokpit didesain ulang untuk dukungan senjata dan navigasi lebih mudah.

Teknologi kecerdasan buatan pun juga dibenamkan oleh Leonardo, seperti Embedded Tactical Training System (ETTS) dan Ground‑Based Training System (GBTS) terintegrasi dengan simulasi Live, Virtual, Constructive (LVC), serta pemanfaatan AI untuk adaptasi kurikulum dan logistik pintar.
Austria menjadi pelanggan pertama yang memesan 12 unit M‑346 FA Block 20, yang juga dilengkapi dengan simulator penuh, rudal IRIS‑T, pod senjata, dan link data taktikal. Penyerahan dijadwalkan antara 2027–2029. (Gilang Perdana)
Aermacchi M-346 – Jet Latih Tempur Canggih Italia dengan Sentuhan Desain Yakovlev Rusia



Boleh juga tunggu sebagai pengganti pesawat latih mesin propeler KT-1 B korea sebagai pesawat aerobatik
Mumpung di Eropa sekalian lah lihat2 pesawat latih militer tak ada salahnya lha wong panglima tertingginya saja mampir kunjungi presiden negara2 produsen peralatan milliter papan atas dan itu boleh2 saja utk mempererat persahabatan
Kembaran Yak-130, biar familier kalou lanjut ke SU35😁
Setiap penggantian pucuk kepemimpinan pasti arahnya sedikit atau banyak akan berubah..
Ketika awal mengakusisi F-50 saja kosongan, bahkan tanpa radar, yang membuat F-50 milik TNI AU harus diberikan pemberat pada bagian depannya untuj menjaga keseimbangan F-50 TNI AU
Semoga penerapan konsep kedepannya lebih baik lagi
Lebih bagus dari FA-50, cuman waktu produksinya lama, baru dapet pesawatnya sekitar 5 tahun, kecuali bisa ngerakit di PT DI, mungkin bisa lebih awal dapetnya. Cuman kalau sudah urusan dalem negeri tau kan gimna ribetnya
Mending nambah FA-50 dah udh familiar kan.