Diganyang Rudal Balistik Hipersonik Fattah 2, Sistem Pertahanan Udara Israel Dibuat Tak Berdaya

Hanya selang beberapa jam setelah serangan udara Israel, maka serangan balasan dari Iran langsung ditunaikan, ratusan rudal balistik telah menghujam instalasi strategis di Tel Aviv dan sekitarnya. Meski banyak yang berhasil diintercept oleh sistem pertahanan udara (hanud) Israel, namun ada satu jenis rudal balistik yang membuat sistem hanud andalan Israel tidak berdaya, rudal inilah yang berhasil menghantam gedung Kementerian Pertahanan Israel.
Rudal balistik yang membuat Iron Dome, David Sling dan Arrow 3 tidak berdaya adalah Fattah 2, yang bukan pertama kali diluncurkan Iran ke Israel.
Bila Israel menyebut serangan ke Iran sebagai Operasi Singa Bangkit (Rising Lion), maka Iran menyebut aksi serangan balasan ke Israel dengan nama Operation True Promise III, yang mana telah diluncurkan lebih dari 100 rudal balistik (jarak menengah dan pendek) serta drone kamikaze ke wilayah Israel.
Fattah 2 adalah rudal balistik jarak menengah berpandu hipersonik manuverable glide vehicle (HGV). Rudal ini Mampu terbang hingga Mach 13–14 dan bermanuver di fase terminal (akhir) yang menyulitkan intersepsi. Jangkauan Fattah 2 disebut-sebut ada di rentang 1.400 – 2.000 km.
🟡 The 🇾🇪 strike on 🇮🇱 today was enabled by a missile which penetrated 4 missile defense layers
➡️ The Fattah-2 hypersonic cruise-missile is one 🇮🇷 missile capable of achieving that
Watch this new video to understand why some call it 🇮🇷’s best missile⬇️https://t.co/ERJ9wa6nid pic.twitter.com/ME4stCyRXd
— Patarames (@Pataramesh) May 4, 2025
Iran meluncurkan lebih dari 100 rudal balistik, termasuk rudal hipersonik Fattah 2 dan rudal balistik konvensional dalam dua gelombang serangan balasan. Beberapa video yang viral di media sosial menunjukkan beberapa ledakan berbeda di pusat Tel Aviv, memeperlihatkan lebih dari satu rudal yang berhasil menembus sistem pertahanan di Tel Aviv.
Kombinasi jenis rudal balistik hipersonik dan konvensional menciptakan efek peningkatan beban tekanan di sistem pertahanan Israel. Jumlah serangan pada gelombang pertama, menyebabkan sistem hanud Israel kewalahan.
The moment the Israeli Defense Ministry headquarters in Tel Aviv was targeted by Iranian missiles. pic.twitter.com/E0URRSAwnI
— Clash Report (@clashreport) June 13, 2025
Rudal Fattah 2 diyakini diluncurkan dari pangkalan di wilayah Barat Iran seperti Provinsi Kermanshah dan Provinsi Khuzestan, atau sekitar pangkalan di dekat Dezful. Rudal ini masuk suborbital/ekso-atmosfer pada ketinggian ±100–120 km dan pada glide phase, rudal masuk kembali ke atmosfer (re-entry) dengan kecepatan tinggi (Mach 13+). Dugaan Fattah 2 meluncur (glide) melintasi Irak, kemudian Yordania atau langsung menuju wilayah udara Israel dari timur.
Fattah 2 bermanuver tajam di fase akhir untuk menghindari intersepsi sistem pertahanan udara, dan beberapa laporan telah menyerang Tel Aviv, area militer di Negev, atau target strategis lainnya.

Fattah 2 adalah jenis rudal balistik dengan hypersonic glide vehicle (HGV) dan ditinjau dari jangkauan, maka Fattah 2 masuk kategori rudal balistik jarak menengah – (MRBM – Medium Range Ballistic Missile).
Fattah 2 diproduksi IRGC Aerospace Industries bekerja sama dengan AIO – Aerospace Industries Organization – Badan di bawah Kementerian Pertahanan. Rudal ini dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional atau submunisi. Sebagai propulsi adalah solid-propellant (fase awal) dan Glide vehicle (fase serang akhir), yang secara khusus didesain untuk menghindari sistem seperti Arrow 3 dan THAAD.
[the_ad id=”77299″]
Dari pola serangan ke Israel, maka terbukti bahwa kecepatan ekstrem Fattah 2, menyulitkan sistem radar mengunci target, ditambah manuver tak terduga di fase terminal dan akurasi tinggi yang diklaim Iran (disebut <10 meter CEP) membuat sistem hanud Israel tak berkutik.
Desain glide vehicle Fattah 2 kadang secara visual menyerupai rudal jelajah, karena bisa bermanuver rendah di fase akhir. (Gilang Perdana)



@Iwan: Bahkan jika Iran berani pasang hulu ledak nuklir (andai mereka mampu buat dan berhasil), itu akan tetap jadi perhitungan tersendiri karena bila ada negara yg berani mengirim bom nuklir kepada negara lain maka negara tersebut harus berani menerima serangan balik nuklir dari negara yg diserangnya atau dari negara sekutunya. Pertanyaannya apakah Khameini dan elit-elit Iran bersedia melihat seluruh Iran dibakar api nuklir? Ingat, pesawat tempur Israel telah berhasil menerobos masuk wilayah Iran hingga Teheran loh. Yakin Iran berani nyerang dg nuklir?
Simpel aja deh, Israel berani menyerang PLTN Natanz Iran, kenapa Iran tidak bisa memfokuskan serangan ke PLTN Dimona Israel? Yang namanya collateral damage ya harus setara, kalo Iran tidak menyerang Dimona berarti Iran sudah kalah secara mental dan strategi. Saya yakin yg di natanz reaktornya sudah hancur didalam tanah akibat serangan Israel.
Bukan lokasi target yg jadi masalah, tapi daya tembusnya itu yg ditakutkan, Kalou pala nya Fateh diganti nuklir, pastilah Tel-Afif angus brantakan, itu yg ditakutkan Wahyudi😁
@ Agato-Sensei……..sampean bener, buang2 hypersonic missile kl cuman gedung 2 doang. LANUD , LANAL, BARAK2, DEPO2 jauh lebi berharga …..
Kalo HYPERSONIC MISSILEnya bisa terbang datar….nggak perlu berhulu ledak CUKUP dari ENERGI KINETIK hypersonic DI TABRAKAN ke DERETAN MONTOR MABUR…….
Kejutan sih. Secara hasil ini lebih baik daripada oreshnik. Setelah ini pasti negara NATO berlomba mengembangkan rudal hipersonik
Apalagi taktik gaya Iran “direstui” banyak pihak. Tinggal bikin rudal roket balistik drone murah banyak. Diluncurkan sebanyak-banyaknya akaya model DDOS. Untuk target, anggap aja aerial target. Collateral damage gak masuk hitungan. Istilahnya fire and forget, but really really forget it.
Sebetulnya serangan Iran bisa dianggap gagal atau berhasil bisa dilihat dari dampak strategis yg ditimbulkan kepada Israel. Serangan dianggap berhasil saat beberapa rudal Iran berhasil mencapai wilayah Israel dan menghancurkan beberapa bangunan walaupun Israel dijaga ketat dg banyaknya sistem hanud yg mereka punya.
Tapi dari sisi yg lain bisa juga dianggap gagal karena rudal milik Iran tidak mampu melumpuhkan sistem jaringan militer termasuk hanggar pangkalan udara Israel, menghancurkan aset-aset tempur Israel seperti pespur dan menghancurkan lini strategis Israel.
Jika Israel bisa menyerang fasilitas nuklir Iran, kenapa Iran tidak mampu menyerang PLTN Israel seperti Dimona? Saya pikir, serangan yg dilakukan oleh Iran hanya bersifat simbolis daripada taktikal teknis-Strategis. Jadi Saya bisa menilai bahwa serangan militer Iran gagal.
Kuncinya……..MASSIVE and SPEED…..
justru aneh menghancurkan gedung kementerian pada MALAM hari. kan malam malam namanya semua tutup.tidak ada orang. ada apa gerangan sebenarya. dulu pemimpin iran itu pernah dipenjarakan dan didikan CIA.. dilepaskan kembali jadi pemimpin iran. masyarakat iran dijadikan boneka syiah..
Mantap IRAN
YORDANIA & ARAB ikutan bantu halau serangan balasan batang biru… laknat juga rupanya
Masih ada yang ndak percaya kemampuan rudal balistik iran….???