
Menghadapi ancaman serangan drone kamikaze yang kian masif—termasuk insiden terbaru yang melibatkan klaim penghancuran 90 drone di wilayah strategis—Rusia melalui kantor berita TASS memperkenalkan sistem pertahanan terbaru bernama LazerBuzz. Senjata ini dirancang sebagai solusi pertahanan titik (point defence) yang cepat, akurat, dan berbiaya rendah. (more…)

Pada 28 Desember 2025, Kementerian Pertahanan Israel bersama Rafael Advanced Defense Systems secara resmi menyerahkan unit operasional pertama Iron Beam kepada Angkatan Udara Israel (IAF). Langkah ini bukan sekadar penambahan alutsista biasa, melainkan tonggak sejarah di mana teknologi senjata laser energi tinggi benar-benar turun ke medan tempur secara aktif. (more…)

Bersamaan dengan peluncuran Fregat Merah Putih (FMP) KRI Balaputradewa 322 pada Kamis malam,18 Desember 2025, PT PAL Indonesia turut memperlihatkan inovasi barunya, yaitu senjata berupa senapan laser. Senjata laser portabel berbasis directed-energy system tersebut telah didemonstrasikan dan diuji coba langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan Taufanto. (more…)

LY-1 Naval Laser System, yang dipamerkan pada defile peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) ke-80 di Beijing, diklaim sebagai senjata laser terkuat. Walau berlabel Naval Laser System, LY-1 sesuai misi defile di darat, maka LY-1 secara khusus dipasang pada kendaraan khusus (ransus) HZ141 8×8. (more…)

Setelah satu tahun uji coba laut, Rheinmetall dan MBDA kini mengumumkan tuntasnya tahap sea trial atas senjata laser energi tinggi – (High Energy Laser/HEL) dalam kontainer yang ditempatkan pada fregat Angkatan Laut Jerman Sachsen selama lebih dari satu tahun. (more…)

Selain Iran, Arab Saudi rupanya menjadi negara di Timur Tengah yang ikut mengadopsi sistem hanud (pertahanan udara) berbasis laser – Laser Bsed Air Defense Systems buatan Cina, Bila Iran diketahui telah menggelar Shen Nung (Shennong) 3000, yakni jenis senjata laser anti drone – laser directed energy weapon, maka Arab Saudi disebut telah menggunakan SkyShield Integrated Counter Drone System. (more…)

Sepanjang masih memungkin untuk ditampilkan, maka alutsista dari matra laut juga akan dipamerkan dalam defile militer di darat. Seperti pada peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) ke-80 di Beijing, selain drone bawah laut mirip torpedo – (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) berukuran besar (XLUUV) yang dibawa truk trailer, nampak senjata laser berukuran besar yang dirancang untuk dipasang di kapal perang. (more…)

Setelah sukses melakukan uji coba pada pertengahan tahun 2023, perusahaan teknologi pertahanan asal Australia, Electro Optic Systems (EOS), dikabarkan telah mendapatkan pesanan ekspor sistem laser kontra-drone berenergi tinggi – high-energy laser system, ke suatu negara yang identitasnya dirahasiakan. Meski rahasia, EOS ‘menspill’ bahwa negara yang dimaksud adalah anggota NATO di Eropa. (more…)

Seperti kasus yang kerap terjadi di Laut Cina Selatan, ada kabar untuk pertama kalinya sebuah ‘serangan’ sinar laser diarahkan ke pesawat militer Jerman Namun, TKP (Tempat Kejadian Perkara-red) kini berada di atas Laut Merah, yakni dilaporkan pada tanggal 8 Juli 2025, pesawat intai Udara Jerman yang berbasis di Djibouti mendapat tembakkan laser dari sebuah kapal perang Cina. (more…)

Aselsan, perusahaan pertahanan dan elektronik dari Turki, pada 4 Juli 2025, mengumumkan telah menuntaskan pengujian Sistem Penanggulangan Inframerah Terarah atau Directed Infrared Countermeasure (DIRCM) System Yildirim 100. Pengujian dilakukan dengan menangkis rudal berpemandu inframerah akfif yang dilengkapi hulu ledak. (more…)