Setelah PL-15, Kini Cina Punya PL-16, Rudal Udara ke Udara Jarak Jauh Terbaru Buat Jet Tempur Stealth

Setelah aksi gemilang PL-15 dalam pertempuran di atas langit Kashmir, kini beredar kabar hadirnya jenis rudal udara-ke-udara jarak jauh (Beyond-Visual-Range Air-to-Air Missile/BVRAAM) terbaru buatan Cina, yang disebut PL-16.

Baca juga: Bikin AS Cenat-cenut, Inilah Rudal Udara ke Udara PL-15/PL-15E yang Disebut “AWACS and Tanker Killer”

Menurut akun X Little Otter General Soilder pada 27 Juli 2025, sebuah foto yang diambil selama seminar pilot tempur Cina, menunjukkan perbandingan berdampingan antara selubung penerbangan PL-15 dan PL-16, yang kemudian ditafsirkan sebagai bukti keberadaan dan kesiapan rudal tersebut untuk beroperasi.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Cina, konteks seminar tersebut, dikombinasikan dengan spesifikasi diagram dan komentar, dapat dilihat sebagai indikasi paling substansial hingga saat ini bahwa rudal udara-ke-udara PL-16 mungkin telah memasuki penggunaan operasional, setidaknya secara terbatas.

Foto-foto yang dilaporkan diambil selama seminar tersebut memberikan gambaran langka tentang taktik rudal Cina dan doktrin pertempuran udara masa depan, terutama yang menekankan integrasi stealth dan superioritas udara berjaringan.

Slide pada seminar menampilkan diagram yang mengilustrasikan berbagai fase pertempuran udara, seperti deteksi, penguncian, serangan jarak jauh, manuver jarak dekat, dan penilaian penghancuran akhir, di samping konsep-konsep seperti geometri Kutub-A dan Kutub-F, yang menentukan parameter tempur rudal BVR utama.

Implikasi bahwa dimensi dan karakteristik penerbangan rudal tersebut memungkinkan integrasi dengan jet tempur generasi kelima Cina, seperti J-35 dan J-20, yang mengindikasikan PL-16 dapat memainkan peran sentral dalam upaya Cina untuk memodernisasi kekuatan udara taktis dan doktrinnya untuk operasi angkatan laut dan gabungan.

Seperti dikutip Armyrecognition.com, PL-16 lebih ringkas daripada PL-15 tetapi mampu mencapai jangkauan yang lebih jauh, menjadikannya sebagai pengembangan generasi mendatang dalam keluarga sistem rudal beyond-visual-range (BVR) Cina yang terus berkembang.

Pengembangan PL-16 tampaknya mengikuti pengalaman layanan dan keterbatasan internal PL-15, yang telah menjadi standar rudal BVR jarak jauh Cina, setidaknya sejak 2016. Sementara PL-15 memperkenalkan dual-pulse motor dan AESA radar seeker,, sayap tengah bodi dan dimensi keseluruhannya membatasi jumlah yang dapat dibawa secara internal oleh pesawat siluman, yang dibatasi oleh volume dan geometri rongga.

PL-16 secara luas ditafsirkan sebagai rudal jarak jauh yang dirancang untuk meningkatkan kinerja PL-15 sekaligus mengurangi jejak spasialnya, sehingga kompatibel dengan kompartemen senjata internal pesawat siluman seperti J-20 dan J-35 berbasis kapal induk di masa mendatang.

Secara struktural, PL-16 diyakini akan meninggalkan permukaan aerodinamis tengah badan pesawat PL-15 dan menggantinya dengan sirip kendali ekor yang dapat dilipat atau ditarik. Pergeseran ini memungkinkan pengemasan yang lebih rapat, memungkinkan hingga enam rudal PL-16 disimpan di ruang (weapon bay) J-20 yang sebelumnya ditempati oleh empat PL-15.

Taiwan Bergabung Dalam Komunitas Intelijen ‘Pemburu’ Puing Rudal Udara ke Udara PL-15 Cina

Dimensi PL-16 masih spekulatif karena tidak adanya spesifikasi yang diungkapkan kepada publik, tetapi rudal ini secara umum diperkirakan memiliki panjang yang sama atau sedikit lebih pendek daripada PL-15, yang panjangnya 3.996 meter. Diameternya kemungkinan berada dalam kisaran 180 hingga 203 mm, dan berat keseluruhannya diperkirakan mendekati 210 kilogram.

Perkiraan jangkauan PL-16 masih belum terkonfirmasi, tetapi beberapa sumber menyatakan bahwa jangkauannya melebihi jangkauan domestik PL-15 yang diketahui, yaitu sekitar 200 kilometer, dan mungkin melampaui batas atas 250 kilometer dalam kondisi penerbangan ideal.

[the_ad id=”77299″]

Sebagai perbandingan, versi ekspor PL-15E dibatasi hingga 145 kilometer. Para pengamat memperkirakan bahwa PL-16 dapat mencapai jangkauan maksimum antara 220 dan 300 kilometer, tergantung pada ketinggian peluncuran, geometri pengikatan, dan desain propulsi.

Rudal ini kemungkinan memiliki zona tanpa pelarian (no-escape zone) berkisar antara 60 hingga 90 kilometer, tergantung pada kemampuan manuver target dan penanggulangan elektronik. Rudal ini diyakini mampu mengunci setelah peluncuran – lock-on after launch (LOAL), memungkinkan serangan pada sudut off-boresight yang tinggi bahkan tanpa akuisisi pencari langsung saat peluncuran.

Karakteristik tersebut menjadikan PL-16 menjadi senjata yang ideal untuk serangan saturasi berlapis, di mana beberapa rudal diluncurkan terhadap formasi pesawat musuh dengan lintasan dan pencari yang berbeda untuk mengalahkan pertahanan lawan. (Gilang Perdana)

Shenyang J-35A untuk Pakistan Berpotensi Dibekali Rudal Udara ke Udara PL-21, Lebih Canggih dari PL-15