Turki Pamerkan “Gazap”, Bom (Termobarik) Non Nuklir Terkuat dengan 10.000 Fragmen Mematikan

Kelas bom berat konvensional dengan bobot sekitar 2.000 pon (907–970 kg) kini tengah dibidik Turki, tapi ini bukan sembarang berat yang menjadi acuan, melainkan bom ini diklaim sebagai “bom non-nuklir terkuat”. Yang dimaksud adalah Gazap, bom konvensional yang diperkenalkan pada International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul.
Baca juga: Pembom Tempur Sukhoi Su-34 Fullback Luncurkan Bom Udara Termobarik Berpemandu ODAB-500
Gazap adalah bom udara konvensional paling kuat yang pernah dikembangkan oleh Negeri Ottoman, dan telah menarik perhatian global karena daya hancurnya yang luar biasa, meskipun bukan senjata nuklir.
GAZAP adalah bom udara seberat 970 kilogram yang dirancang oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Nasional Turki. Bom ini termasuk dalam kategori senjata termobarik, yang dikenal juga sebagai “vacuum bomb”. Senjata jenis ini menghasilkan ledakan besar dengan menciptakan gelombang tekanan dan panas ekstrem melalui reaksi bahan bakar dan udara, mampu mencapai suhu hingga 3.000°C, cukup untuk melelehkan baja dan beton.
Daya hancur Gazap terbilang fantastis, bom ini dapat melepaskan lebih dari 10.000 fragmen mematikan dalam radius hingga 1 kilometer, menjadikannya jauh lebih mematikan dibandingkan bom konvensional lainnya.

Efek ledakan Gazap dapat menciptakan gelombang kejut yang terlihat dan awan asap serta debu selebar 160 meter, menunjukkan daya hancurnya yang masif.
Dalam hal kompabilitas, Gazap dirancang untuk diluncurkan dari pesawat tempur seperti F-16 dan F-4, serta berpotensi dari drone di masa depan.
JUST IN: 🇹🇷 Turkey unveils ‘GAZAP’, its most powerful non-nuclear bomb. pic.twitter.com/kev9EmLyvx
— BRICS News (@BRICSinfo) July 27, 2025
Analis membandingkan Gazap dengan bom MK84 buatan AS, namun menurut sumber Turki, Gazap melampaui MK84 dalam kapasitas ledakan, jumlah fragmen, dan jangkauan, menetapkan standar baru dalam kategori bom konvensional.
Gazap punya berat 970 kilogram dan MK84 907 kilogram, meski beratnya tak jauh beda, namun sifat Gazap adalah termobarik (vacuum bomb), yang menghasilkan gelombang kejut besar dan suhu tinggi dari pembakaran bahan bakar di udara, dipandang lebih efektif di ruang tertutup dan menimbulkan tekanan destruktif luas. Sedangkan MK84 adalah bom High Explosive (HE) yang mengandalkan fragmentasi ledakan dan tekanan langsung.
Tak Sengaja, Jet Tempur KF-16 Korea Selatan Jatuhkan Delapan Bom MK82 di Kawasan Berpenduduk
Perbandingan efek fragmentasi, Gazap mampu melepaskan >10.000 fragmen, dengan radius efek mencapai ±1 km, sementara MK84 fragmentasinya lebih terbatas, radius sekitar 300–500 meter tergantung target dan kondisi.
Gazap sejauh ini telah melewati tahap prototipe dan kini telah lulus proses kualifikasi serta sertifikasi, yang berarti siap digunakan secara operasional oleh militer Turki. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, kemungkinan besar Gazap diproduksi oleh salah satu dari perusahaan pertahanan Turki, seperti MKEK (Makina ve Kimya Endüstrisi Kurumu) atau ASSAV (Askeri Savunma Sanayi ve Ticaret A.Ş.), yang disebur terakhir adalah spesialis dalam produksi badan bom dan komponen untuk bom seri MK80, termasuk MK84, yang memiliki kesamaan dengan Gazap dalam hal berat dan desain. (Gilang Perdana)
Related Posts
-
Senapan Serbu AK-308 – Upaya Kalashnikov Terjun di Kaliber NATO 7,62x51mm
No Comments | Aug 7, 2024 -
Vulcan M197 – Kanon Internal FA-50 Fighting Eagle, Afdol Buat Dogfight dan Close Air Support
3 Comments | Aug 7, 2023 -
Di RIMPAC 2022 – Kapal Perang Terbesar Jepang dan Korea Selatan Akan Latihan Bersama
3 Comments | Jun 4, 2022 -
Mengenal Leonardo Lionfish 12.7 Top: Perisai Anti-Asimetris Fregat KRI Balaputradewa 322
4 Comments | Dec 21, 2025



Turkiyè lama lama serem bgt