Diganyang Rudal Balistik Hipersonik Fattah 2, Sistem Pertahanan Udara Israel Dibuat Tak Berdaya

Hanya selang beberapa jam setelah serangan udara Israel, maka serangan balasan dari Iran langsung ditunaikan, ratusan rudal balistik telah menghujam instalasi strategis di Tel Aviv dan sekitarnya. Meski banyak yang berhasil diintercept oleh sistem pertahanan udara (hanud) Israel, namun ada satu jenis rudal balistik yang membuat sistem hanud andalan Israel tidak berdaya, rudal inilah yang berhasil menghantam gedung Kementerian Pertahanan Israel.

Baca juga: F-16I Sufa – Algojo Serangan Udara Israel ke Iran, Jadi Bukti Kemampuan Jet Tempur dengan Conformal Fuel Tanks (CFT)

Rudal balistik yang membuat Iron Dome, David Sling dan Arrow 3 tidak berdaya adalah Fattah 2, yang bukan pertama kali diluncurkan Iran ke Israel.

Bila Israel menyebut serangan ke Iran sebagai Operasi Singa Bangkit (Rising Lion), maka Iran menyebut aksi serangan balasan ke Israel dengan nama Operation True Promise III, yang mana telah diluncurkan lebih dari 100 rudal balistik (jarak menengah dan pendek) serta drone kamikaze ke wilayah Israel.

Fattah 2 adalah rudal balistik jarak menengah berpandu hipersonik manuverable glide vehicle (HGV). Rudal ini Mampu terbang hingga Mach 13–14 dan bermanuver di fase terminal (akhir) yang menyulitkan intersepsi. Jangkauan Fattah 2 disebut-sebut ada di rentang 1.400 – 2.000 km.

Iran meluncurkan lebih dari 100 rudal balistik, termasuk rudal hipersonik Fattah 2 dan rudal balistik konvensional dalam dua gelombang serangan balasan. Beberapa video yang viral di media sosial menunjukkan beberapa ledakan berbeda di pusat Tel Aviv, memeperlihatkan lebih dari satu rudal yang berhasil menembus sistem pertahanan di Tel Aviv.

Kombinasi jenis rudal balistik hipersonik dan konvensional menciptakan efek peningkatan beban tekanan di sistem pertahanan Israel. Jumlah serangan pada gelombang pertama, menyebabkan sistem hanud Israel kewalahan.

Rudal Fattah 2 diyakini diluncurkan dari pangkalan di wilayah Barat Iran seperti Provinsi Kermanshah dan Provinsi Khuzestan, atau sekitar pangkalan di dekat Dezful. Rudal ini masuk suborbital/ekso-atmosfer pada ketinggian ±100–120 km dan pada glide phase, rudal masuk kembali ke atmosfer (re-entry) dengan kecepatan tinggi (Mach 13+). Dugaan Fattah 2 meluncur (glide) melintasi Irak, kemudian Yordania atau langsung menuju wilayah udara Israel dari timur.

Fattah 2 bermanuver tajam di fase akhir untuk menghindari intersepsi sistem pertahanan udara, dan beberapa laporan telah menyerang Tel Aviv, area militer di Negev, atau target strategis lainnya.

Fattah 2 adalah jenis rudal balistik dengan hypersonic glide vehicle (HGV) dan ditinjau dari jangkauan, maka Fattah 2 masuk kategori rudal balistik jarak menengah – (MRBM – Medium Range Ballistic Missile).

Fattah 2 diproduksi IRGC Aerospace Industries bekerja sama dengan AIO – Aerospace Industries Organization – Badan di bawah Kementerian Pertahanan. Rudal ini dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional atau submunisi. Sebagai propulsi adalah solid-propellant (fase awal) dan Glide vehicle (fase serang akhir), yang secara khusus didesain untuk menghindari sistem seperti Arrow 3 dan THAAD.

[the_ad id=”77299″]

Dari pola serangan ke Israel, maka terbukti bahwa kecepatan ekstrem Fattah 2, menyulitkan sistem radar mengunci target, ditambah manuver tak terduga di fase terminal dan akurasi tinggi yang diklaim Iran (disebut <10 meter CEP) membuat sistem hanud Israel tak berkutik.

Desain glide vehicle Fattah 2 kadang secara visual menyerupai rudal jelajah, karena bisa bermanuver rendah di fase akhir. (Gilang Perdana)

Punya Desain Mirip Tsirkon, Inilah “Fattah 2” – Rudal Jelajah Hipersonik Iran yang Bikin Israel Ketar-ketir

9 Comments