Aljazair Konfirmasi Pembelian Jet Tempur Stealth Sukhoi Su-57 Felon

Sukhoi Su-57

CEO Rosoboronexport, Alexander Mikheev pada Zhuhai Airshow 2024 membuat pernyataan yang mengejutkan, bahwa agen penjualan persenjataan Rusia itu telah menandatangani kontrak pertama untuk penjualan Sukhoi Su-57E. Meski identitas negara dirahasiakan, tapi kadung beredar kabar bahwa negara pembeli Su-57E adalah Aljazair.

Baca juga: Dikenal Sebagai Sekutu Rusia di Afrika Utara, Aljazair Disebut Jadi Negara Pembeli Perdana Sukhoi Su-57E

Dikenal sebagai sekutu Rusia di Afrika Utara, maka wajar saja Aljazair membeli jet tempur stealth, terlebih negara tersebut terlibat konflik dengan Maroko, yang mendapat dukungan persenjataan dari AS dan Israel. Namun, saat itu tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Aljazair.

Dan belum lama ada kabar, Aljazair telah mengonfirmasi pembelian jet tempur stealth Su-57 Felon dari Rusia, menjadikannya pelanggan asing pertama untuk pesawat generasi kelima tersebut.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui televisi pemerintah Aljazair, yang melaporkan bahwa pilot Aljazair saat ini sedang menjalani pelatihan di Rusia, dengan pengiriman diharapkan akan dimulai akhir tahun ini.

Pada bulan November 2024, pejabat Rusia mengklaim bahwa perjanjian ekspor pertama telah ditandatangani, meskipun mereka menyembunyikan rincian tentang negara pembeli. Konfirmasi Aljazair sejalan dengan laporan lama bahwa negara Afrika Utara itu merupakan salah satu pihak yang paling berminat untuk memperoleh Su-57, mengingat sejarahnya yang mapan dalam pengadaan peralatan militer Rusia.

Sukhoi Su-30MKA – Varian dari Su-30MKI (India) Tanpa Sentuhan Avionik Israel

Dengan sejarah ketergantungan pada perangkat keras pertahanan Rusia, Aljazair sebelumnya telah mengakuisisi sejumlah platform canggih, termasuk pesawat tempur Su-30MKA, MiG-29, dan sistem pertahanan udara S-300. Penambahan Su-57 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan udara negara tersebut secara signifikan, memperkuat posisinya sebagai salah satu angkatan udara dengan perlengkapan terbaik di Afrika.

Su-57 adalah jawaban Rusia terhadap pesawat tempur generasi kelima Barat seperti F-35 Lightning II AS dan J-20 dari Cina. Pejabat Rusia sebelumnya telah menyatakan bahwa versi ekspor Su-57 (Su-57E) akan “jauh lebih murah” daripada pesawat tempur Barat lainnya, khususnya F-35, meskipun belum ada rincian harga spesifik yang dirilis.

Kapasitas Produksi 6 Unit Setahun, Inilah Penyebab Rendahnya Produksi Sukhoi Su-57 Felon

Pembelian tersebut dilakukan di tengah upaya modernisasi militer Aljazair yang berkelanjutan dan upayanya untuk mempertahankan superioritas udara strategis di Afrika Utara. Meskipun jadwal pengiriman spesifik masih belum jelas, laporan menunjukkan bahwa gelombang pertama Su-57 dapat dioperasikan oleh Angkatan Udara Aljazair pada akhir tahun 2026.

Moskow telah lama berupaya memperluas jejak Su-57 di pasar internasional, dengan upaya sebelumnya untuk mendapatkan minat dari negara-negara seperti Turki dan India. Pada tahun 2019, Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi memamerkan Su-57 kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, yang memicu spekulasi bahwa Turki mungkin mempertimbangkan pesawat tersebut sebagai alternatif dari program F-35 AS. Namun, tidak ada kesepakatan yang terwujud. (Gilang Perdana)

Tampil Memukau di Aero India 2025, Rusia Resmi Tawarkan Produksi Bersama Sukhoi Su-57 di India, Masa Depan AMCA Terancam?

One Comment