Melanjutkan kesepakatan di Jalarta pada bulan Agustus tahun lalu, pada IDEF 2025 (22-27 Juli) , Indonesia menandatangani perjanjian dengan Turki untuk memproduksi rudal jelajah ÇAKIR, yang kelak akan menjadi sistem senjata pada program Kapal Cepat Rudal (KCR) yang akan dibangun galangan Republik Palindo, bagian dari Republikorp. (more…)
Kelas bom berat konvensional dengan bobot sekitar 2.000 pon (907–970 kg) kini tengah dibidik Turki, tapi ini bukan sembarang berat yang menjadi acuan, melainkan bom ini diklaim sebagai “bom non-nuklir terkuat”. Yang dimaksud adalah Gazap, bom konvensional yang diperkenalkan pada International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul. (more…)
Pasar drone intai di kelas nano, kini turut dijajaki oleh Turki lewat kemunculan NanoAlp, yang dipamerkan saat IDEF 2025 di Istanbul. Diluncurkan oleh perusahaan pertahanan Turki, Uludoğan, NanoAlp dirancang untuk melakukan pengintaian jarak dekat di lingkungan yang diperebutkan. (more…)
Di tahun lalu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan rencana atas akuisisi kapal perang jenis fregat produksi Turki untuk memperkuat TNI AL. Namun, KSAL saat itu tidak menjelaskan secara rinci, hanya disebut kapal baru siap dan dan dapat didatangkan ke Indonesia sekitar 1-2 tahun ke depan. (more…)
Meski prototipe-nya baru dibuat satu unit, dan pesanan untuk Angkatan Udara Turki baru akan dikirim pada tahun 2028, namun, pemerintah Indonesia rupanya tak ingin menunggu waktu lebih lama untuk mengingat komitmen lebih erat dengan Turkish Aerospace Industries (TAI). (more…)
Selain rudal balistik hipersonik Tayfun Block-4, Roketsan dalam International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul, juga menghadirkan Akata, yakni varian rudal jelajah anti kapal/permukaan Atmaca yang ‘dibungkus’ dalam kapsul, untuk diluncurkan dari bawah permukaan air oleh kapal selam (submarine-launched cruise missile). (more…)
Dari International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul, 22 – 27 Juli 2025, Turki memantapkan predikat sebagai negara ketiga di NATO yang mampu membangun dan memproduksi rudal balistik berkecepatan hipersonik, setelah Amerika Serikat dan Perancis. Persisnya pada 22 Juli, Roketsan memperkenalkan secara resmi Tayfun Block-4, yang masuk kategori rudal balistik jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile/SRBM). (more…)
Setelah kontrak pengadaannya ditandatangani pada pameran pertahanan Indo Defence 2022, belum ada ada kabar lanjutan terkait rudal balistik jarak dekat hipersonik “Khan” yang dipesan Kementerian Pertahanan RI. Sekalpun ada hanya kabar kunjungan delegasi perwira TNI AD yang menyaksikan live firing Khan di Turki pada bulan Juli 2024. (more…)