
Setelah fregat KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321- PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, maka Fregat Merah Putih (FMP) yang saat ini tengah dibangun oleh PT PAL Indonesia, bakal menjadi jenis kapal perang kedua TNI AL yang dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) dengan antena sudut tetap. (more…)

Selain menjadi kapal perang TNI AL yang dipasangi rudal anti kapal Atmaca buatan Roketsan, Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M KRI Belati 622, juga menjadi kapal perang pertama TNI AL yang mengadopsi radar CENK 200-N buatan Aselsan. Ditempatkan pada puncak menara KRI Belati 622, bagaimana kemampuan radar produksi Turki ini? dan apa kaitannya dengan operasional rudal Atmaca? (more…)

Dengan bobot direntang 8.000 sampai 10.000 ton, Multi-Role Combat Vessel (MRCV) untuk Angkatan Laut Singapura (RSN) yang saat ini sedang dibangun oleh ST Engineering Marine, bakal menjelma sebagai kapal perang terbesar di Asia Tenggara, yakni dengan jadwal penyerahan unit perdana pada tahun 2028. Bukan hanya menjadi kapal kombatan terbesar, tapi MRCV juga bakal jadi kapal perang permukaan dengan persenjataan paling canggih di kawasan. (more…)

Banyak dikerahkan TNI AL dalam misi pelayaran jarak jauh dan menjadi duta kekuatan laut Indonesia dalam UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), korvet Diponegoro Class (SIGMA 9113) dalam waktu dekat ini dikabarkan akan menjalani tahapan Mid Life Modernization (MLM), seperti yang pernah dilakukan sebelumnya pada korvet Fatahillah Class. Nah, poin-poin yang akan menjadi peningkatan pada korvet buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding ini tentu menarik untuk dicermati oleh netizen. (more…)