Militer Indonesia tempo dulu memang digdaya, seperti di lini alutsista udara dahulu mengenal segmen pesawat pembom. Dan, bila bicara pembom maka asosiasi kebanyakan orang di Republik ini langsung mengarah pada sosok Tu-16 Badge dan Il-28 Beagle. Tidak salah memang, karena pembom besutan Uni Soviet adalah yang tecanggih pada jamannya, dan jelas ada kebangaan tersendiri tatkala Indonesia mempunyai pembom jarak jauh sekelas Tu-16. (more…)
Bagi para pemerhati bidang kemiliteran, laga operasi Seroja di Timor Timur yang dimulai tahun 1975 masih membekas hingga saat ini. Pasalnya inilah operasi tempur gabungan TNI terbesar yang pernah diselenggarakan. Untuk unsur udara misalnya, beragam pesawat dan helikopter dilibatkan di wilayah yang kini telah menjelma sebagai negara Timor Leste. (more…)
Komunikasi antar unit dalam laga pertempuran menjadi sesuatu yang menentukan. Tanpa keberadaan tactical radio yang memadai di lapangan, bisa dipastikan koordinasi tempur antar pleton dan regu bakal menjadi sulit. Boleh jadi bukan kemenangan yang didapat, justru pasukan pemukul bakal menjadi bulan-bulanan tembakan lawan. (more…)
Meski kebanyakan kegiatan operasi Seroja berlangsung di wilayah daratan, tapi tidak bisa dipungkiri dukungan operasi lintas laut dan udara juga memegang peranan yang vital. Dari serangkain babak operasi Seroja, awal pendaratan pasukan TNI menjadi momen yang krusial, disinilah peran dari unsur armada kapal perang sebagai elemen pelindung dan kapal pendarat/LST (landing ship tank) mengambil porsi yang menentukan. Disadur dari buku Perjuangan Integrasi Timor Timur, karya Hendro Subroto, berikut disarikan beberapa kejadian yang melibatkan peran artileri kapal perang. (more…)
Seperti halnya hubungan antara Indonesia dan Malaysia, hubungan diplomatik dan politik antara Indonesia dengan Australia juga kerap mengalami pasang surut. Masih ingat pasca referendum Timor Timur tahun 1999, kala itu hubungan diplomatik bahkan militer kedua negara sempat memanas akibat kegiatan intelijen dan provokasi yang menjadikan lepasnya Timor Timur (sekarang Timor Leste). Tapi seiring dengan perubahan jaman dan orientasi politik, hubungan diplomatik, perdagangan, dan militer Indonesia – Australia kembali pulih, bahkan kini sedang mesra-mesranya. (more…)
5 Oktober 1975 – Pelanggaran wilayah RI yang dilakukan oleh Fretilin baik berupa penyusupan dan perampokan serta serangan mortir telah mengakibatkan penduduk dan pengungsi Timor Timur menjadi ketakutan. Sebuah LCM (Landing Craft Mechanized) yang dipersenjatai dengan mortir tampak berlayar di dekat wilayah Indonesia di lepas pantai Batugade. (more…)
1975 – Selain malang melintang dalam beragam pertempuran di luar negeri, BTR-50 Korps Marinir TNI-AL juga sudah kaya dengan pengalaman tempur. Salah satu yang cukup fenomenal saat BTR-50 diterjunkan dalam pendaratan amfibi pada operasi Seroja di Timor Timur (sekarang Timor Leste). (more…)
Bagi Anda yang biasa memperhatikan alutsista milik TNI, seyogyanya mengenal jenis meriam yang satu ini. Punya bentuk relatif mungil dan sering dipamerkan dalam setiap defile satuan artileri medan (armed) TNI AD, ya inilah meriam M-48 kaliber 76mm, atau persisnya 76,2mm. Meriam ini termasuk kategori buyut, alias sudah memperkuat TNI AD cukup lama, setidaknya meriam mungil ini sudah memperkuat armed TNI AD sekitar 5 dekade, dan hebatnya masih terus digunakan hingga kini. (more…)