Bukan F-22 Raptor, Inilah Jet Tempur Pertama yang Berusaha Tembak UFO dengan Rudal Sidewinder

Jet tempur stealth F-22 Raptor dan rudal AIM-9X Sidewinder, kombinasi dua senjata ini sontak naik daun tatkala dengan gemilang menembak jatuh balon mata-mata Cina di ketinggian 20.000 meter di lepas pantai Carolina selatan pada 4 Februari lalu.

Baca juga: MiG-21 LanceR Rumania Scramble Kejar “UFO” – Jet Tempur Era Soviet dengan Teknologi Israel

Dua minggu setelah itu, F-22 Raptor dan AIM-9X Sidewinder kembali beraksi di wilayah AS dan Kanada, ada dua aksi yang dilakukan dalam dua hari berturut-turut. Bedanya aksi penembakan yang ini tak berjalan mulus, butuh dua kali tembakan sampai sasaran bisa dijatuhkan. Melesetnya tembakan AIM-9X Sidewinder yang per unitnya berharga US$400.000 sontak menjadi cibiran di kalangan netizen.

Yang lebih menghebohkan, sampai artikel ini diturunkan, sasaran yang dimaksud tidak dapat diidentifikasi secara jelas seperti halnya pada kasus balon mata-mata Cina. Malah kian riuh setelah ada keterangan yang menyebut sasaran berbentuk segi delapan.

Puing-puing juga seolah ‘dirahasiakan’ oleh otoritas pertahanan AS, berbeda dengan eksposur pengambilan balon mata-mata Cina di lautan. Evakuasi puing malah disebut sulit dilakukan karena tantangan cuaca yang buruk di Danau Huron, perbatasan AS-Kanada dan perairan Alaska.

Baca juga: Dalam Dua Hari, F-22 Raptor dengan Rudal AIM-9X Sidewinder Tembak Jatuh Objek Tak Dikenal di Atas Kanada

Terlepas dari kasus yang masih misteri, sejatinya F-22 Raptor bukanlah jet tempur pertama yang beraksi dengan rudal AIM-9 Sidewinder ke objek udara yang tidak dikenal – Unidentified Flying Object (UFO).

Kilas balik ke Iran di zaman Rezim Shah Reza Pahlevi yang pro Amerika Serikat dan Barat. Seperti dikisahkan dalam banyak literasi, pada dini hari tanggal 19 September 1976, sebuah benda bersinar dilaporkan di langit di atas kota Teheran oleh setidaknya empat warga sipil.

Singkat cerita, pilot tempur F-4 Phantom II AU Iran, Letnan Yaddi Nazeri dari AU Iran, beserta weapon systems officer (WSO), diperintahkan untuk terbang menyelidiki. Begitu Nazeri mencapai Teheran dan mendekat objek itu, dia melaporkan kehilangan semua instrumen dan komunikasi, jadi mereka kembali ke pangkalan, melaporkan bahwa instrumennya kembali begitu dia melakukannya.

Kemudian, jet tempur F-4 Phantom kedua yang dipiloti Mayor Parviz Jafari, seorang komandan skuadron, bersama WSO Letnan Satu Jalal Damirian, datang dengan F-4 Phantom untuk mencegat objek tersebut. Radar pada F-4 Phatom Jafari berhasil mengunci objek pada jarak 50 km, disebutkan ukurannya lebih besar dibandingkan dengan pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker.

Parvis Jafari — Iranian Air Force

Saat dia mendekati objek, yang digambarkan Jafari sebagai “berkedip dengan cahaya merah, hijau, oranye, dan biru yang sangat terang”, sistem komunikasi pesawatnya mati. Kemudian saat dia mencoba untuk menembak dengan rudal AIM-9 Sidewinder yang berpemandu infrared, anehnya sistem pemandu pada rudal tersebut mati, dan baru kembali normal setelah jet tempur menjauh dari objek.

Jafari kemudian berkata bahwa dia “dikejutkan oleh benda bulat yang keluar dari objek utama dan mulai menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi, hampir seperti rudal. Tetapi saat dia mencoba untuk menembakka Sidewinder, lagi-lagi ruda tidak berfungsi. Panel kendali senjata mati, dan Ia kehilangan semua instrumen, dan radio.

Sketsa kejadian — Credit: Andy Wu

Ketika dia bisa melapor ke kontrol lalu lintas udara, Jafari diperintahkan untuk kembali. Saat Ia melakukannya, Jafari melihat ke kiri dan melihat “benda utama berbentuk berlian di atas sana, dan benda terang lainnya keluar darinya dan langsung menuju ke tanah.”

“Tampaknya melambat dan mendarat dengan lembut di tanah, memancarkan cahaya terang yang tinggi.” Keesokan harinya, Jafari dan Damirian terbang dengan helikopter ke daerah yang mereka pikir cahaya menghantam tanah dam mereka tidak menemukan apa pun. Penghuni rumah terdekat hanya melaporkan mendengar suara keras dan kilatan cahaya terang pada malam hari.

Sketsa objek yang disaksikan pilot F-4 Phantom Iran.

Seperti sudah bisa ditebak laporan atas insiden F-4 Phantom dan UFO di langit Iran menjadi kontroversi hingga saat ini. Kemunculan objek udara tidak dikenal yang dikaitkan dengan penyergapan oleh jet tempur sudah terjadi beberapa kali. Namun, yang terkait dengan rudal udara ke udara AIM-9 Sidewinder terbilang jarang.

Dari penelurusan, AU Iran yang saat itu berlimpah alutsista canggih dari AS, memiliki rudal Sidewinder tipe AIM-9J, N, dan P, yang kesemunya melengkapi paket senjata pada jet tempur F-4 Phantom II, F-5 E/F Tiger dan F-14 Tomcat.

AU Iran saat ini mengoperasikan varian F-4D/E Phantom (60 unit) dan RF-4E Phantom (4 unit). Bila diperdalam lagi, dari 60 unit F-4D/E, maka 10 unit merupakan varian F-4D dan 50 unit adalah varian F-4E.

Baca juga: Berkat Reverse Engineering, Iran Kini Jadi Pengguna Terbesar F-4 Phantom II di Dunia

Sebagai catatan, varian F-4D merupakan lansiran dekade 60-an yang terbang perdana 9 Desember 1965. Varian ini khusus dibuat untuk kebutuhan angkatan udara. Sementara F-4E adalah varian yang lebih muda terbang perdana 30 Juni 1967. F-4E dikenal sebagai varian paling laris, dengan produksi varian ini mencapai 1.389 unit. Kemudian RF-4E adalah varian intai yang khusus dijual ke luar AS, varian ini terbang perdana pada 15 September 1970. (Gilang Perdana)

5 Comments