2S7M Malka 203mm Self Propelled Howitzer – Senjata Armed Kaliber Berat yang Digelar Rusia dan Ukraina

Ukraina dan Rusia diambang perang terbuka, demikian tajuk berita dalam beberapa hari ini, dan masih terkait dengan penumpukan kekuatan militer Rusia di perbatasannya dengan Ukraina, ada kabar di lini artileri medan, dimana Angkatan Darat Rusia telah menggelar 2S7M Malka, yakni self propelled howitzer (SPH) di kaliber 203 mm.

Baca juga: Terendus, Milisi Pro Rusia Tempatkan Self Propelled Howitzer di Dalam Bangunan Pabrik

Situs Armyrecognition.com (10/2/2022), menyebut bahwa SPH kelas berat itu telah ditempatkan Rusia di Vesela Lopan, sebuah kota yang hanya berjarak 17 km dari perbatasan Ukraina. Penggelaran SPH dalam operasi pertempuran sudah jamak didengar, namun SPH dengan kaliber 203 mm jelas spektakuler, maklum kebanyakan yang kita dengar adalah SPH 155 mm di standar NATO, seperti halnya yang dioperasikan Armed TNI AD dengan SPH TRF-1 CAESAR 6×6 dan M109A4 BE.

Amerka Serikat pernah mengoperasikan SPH di kaliber 203 mm, yakni M110, namun dinonaktifkan pada 1990-an, karena militer AS berpendapat efektivitas artileri kaliber besar menurun dalam kondisi perang modern.

Sementara itu, jika mendengar dari kalibernya yang 203 mm, sudah jelas sistem artileri ini membutuhkan platform kendaraan yang besar, dimana 2S7M Malka mengusung sasis Main Battle Tank T80. Meski tampilannya sangar, 2S7M Malka atau 2S7 Pion bukan jenis alutsista baru. 2S7M Malka sudah hadir sejak era Uni Soviet.

Dari sejarahnya, persyaratan teknis untuk SPH ini dirancang pada Maret 1970 dan 2S7 Pion pertama dipasok ke unit artileri pada tahun 1976. Ciri khas SPH ini tidak memiliki kubah dan meriam terletak di bagian belakang undercarriage.

Pada tahun 1983, 2S7 Pion di-upgrade menjadi 2S7M Malka dengan sebagai meriamnya adalah 2A44 gun 203 mm. Jarak tembak meriam 2S7M Malka ada di rentang 37,5 – 55 km – menggunakan RAP (Rocket Assisted Projectiles). Dibutuhkan awak tujuh orang dengan waktu 5-6 menit untuk bereaksi dan 3-5 menit untuk keluar dari posisi steling.

Salah satu fitur menarik dari 2S7M Malka adalah alarm penembakan. Karena ledakan senjata yang ditembakkan begitu kuat—secara fisik dapat mencederai prajurit atau anggota awak yang tidak siap di dekatnya. Ada yang menyebut bila awak tidak siap dengan pelindung dan menjaga jarak yang cukup, maka efek tembakan 2S7M Malka dapat membuat gegar otak. Untuk itu ada alarm tembakan memancarkan serangkaian nada peringatan singkat selama kira-kira lima detik sebelum eksekusi tembakan berlangsung.

2S7M Malka membawa empat belas awak; tujuh pada SPH dan tujuh lainnya pada kendaraan pendukung. Sistem ini membawa empat butir amunisi; empat amunisi lagi dibawa oleh kendaraan pendukung. Karena jaraknya yang jauh, kru dapat menembakkan satu atau dua putaran dan meninggalkan posisi sebelum tembakan pertama mengenai posisi musuh yang berjarak lebih dari 40 km. Dengan jarak tembaknya yang mencapai 40 km lebih, 2S7M Malka lebih punya waktu untuk menghindar dari deteksi radar firing target seperti Arthur Radar Fire Finder.

Dari spesifikasi, 2S7M Malka punya berat 46,5 ton, panjang 10,5 meter, lebar 3,38 meter dan tinggi 3 meter. 2S7M Malka ditenagai mesin diesel turbocharged V-46-I V12 840 hp. Kecepatan maksimum ranpur ini 55 km per jam dan dapat menjelajah hingga 650 km.

Sebagai alutsista era Soviet, 2S7M Malka beredar luas di beberapa negara, setidaknya SPH ini dioperasikan Angola, Azerbaijan, Belarusia, Georgia, Korea Utara, Slovakia, Uzbekistan dan Ukraina. Uniknya stok 2S7M Malka di Ukraina lebih banyak dari milik Rusia.

Baca juga: Msta-S – Self Propelled Howitzer Baru Rusia dengan Munisi Standar NATO 

Sumber dari wikipedia.org menyebut Ukraina mempunyai 99 unit 2S7M Malka, yang baru saja diakifkan saat pecah konflik di Donbass. Sementara Rusia saat ini mengoperasikan 60 unit 2S7M Malka yang telah mendapatkan upgrade perangkat elektronik pada Desember 2021. (Gilang Perdana)

8 Comments