Rusia Tampilkan “Resurs” – Sistem Hanud Berbasis Rudal untuk Kapal Perang

Di tengah ketegangan antara Armada Rusia dan kelompok kapal perang Inggris/NATO di Laut Baltik, ada kabar bahwa Rusia telah memperkenalkan sistem pertahanan udara (hanud) baru untuk dipasang di kapal perang. Dari ajang 10th International Maritime Defence Show (IMDS-2021) di St. Petersburg yang berlangsung 23 -27 Juni 2021, Almaz-Antey concern, manufaktur senjata milik Pemerintah Rusia meluncurkan Resurs ship-based multi channel air defense missile system.
Baca juga: Evader, Rudal Latih Supersonik untuk Asah Kemampuan Hanud di Kapal Perang Australia
Almaz-Antey concern sendiri bukan pemain baru dalam industri alutsista Rusia, namanya sudah dikenal luas sebagai pengembang dan produsen sistem hanud bagi matra darat dan laut. Sebut saja sistem hanud S-400 dan Buk-M3, adalah hasil produksi dari Almaz-Antey concern. Sementara Resurs dirancang untuk melindungi kapal perang (permukaan) dari serangan berupa wahana berawak dan tak berawak dari jarak dekat, termasuk yang terbang di ketinggian rendah.
Resurs ADMS (Air Defense Missile System) dapat menggunakan dua jenis rudal, yaitu 9M96E dan 9M100E dengan jangkauan masing-masing 28 km dan 10 km. Sementara untuk ketinggian luncur, masing-masing rudal bervariasi dari 4 hingga 120 km.

Sistem Resurs dapat merespon lima sasaran secara bersamaan. Dipasang pada dek kapal perang, Resurs dilengkapi delapan modul peluncur. Sebelumnya sistem hanud Resurs sudah pernah diperkenalkan, yaitu dengan nama Redut Air Defense System pada tahun 2018.
[the_ad id=”12235″]
Rudal 9M96E selama dikenal sebagai salah satu pilihan pada sistem hanud S-400. Rudal hanud jarak menengah ini dapat melesat dengan kecepatan hipersonik Mach 5.3. Bobot rudal ini mencapai 420 kg, panjang 5,65 meter dan diameter 240 mm. Meski dapat menyasar sasaran di ketinggian 120 km, 9M96E juga dapat menghajar sasaran di ketinggian rendah (5 meter).

Baca juga: Rusia Kembangkan Rudal Hanud Tor-M2 Varian Angkatan Laut
Kemudian rudal 9M100E, dikenal sebagai rudal hanud jarak pendek dengan kecepatan Mach 3 yang punya jarak tembak sampai 15 km. Kabarnya 9M100E adalah varian eskpor dari 3K-96E. (Gilang Perdana)



Bukti nyata dari sejak jaman perang dingin adalah NATO dgn keroyokan sekalipun s.d detik ini kagak berani memulai konflik serius apalagi smp eskalasi perang total dgn Rusia. Knp??? Katanya alutsista NATO lebih canggih? Takut m nuklir Rusia khan?
Versi downgrade ekspornya kok jelek banget. Ga bisa apa beli yg versi original
Bisa tolong periksa angkanya lagi. Agak aneh kalau ketinggian bisa 120 km, tetapi jangkauan hanya 28 km dan 10 km. Jangkauan biasanya lebih besar dari ketinggian operasi gara2 gaya gravitasi.
Hohoho
Vityaz naval version
Dual active seeker+ 6 x-band receiver pin memang mantap nian
Lebih baik dan tentunya lebih mahal daripada S400
Hampir mustahil mampu dibeli negara kere hobi ngutang macam negara kita tercinta
Dengan anggaran seperti sekarang memang Aster masih lebih tepat dibandingkan Vityaz. Harga lebih murah jumlah misil per baterai lebih banyak. Aster juga dual active seeker sama seperti halnya Vityaz
Meski mampu tetep mustahil.
Siasat Rusia untuk mengakali ketertinggalan kualitas n kuantitas dari US.
” Rudal hanud jarak menengah ini dapat melesat dengan kecepatan hipersonik Mach 5.3 ”
————————————————————–
Gak sempat mendekat, baik pespur maupun drone kepunyaan sono sdh dihajar duluan dng rudal ini. Apalagi si Tomahawk sang rudal aki2 yg lemot kaya siput itu, bakal sekali jentik dng rudal ini langsung tuh si aki2 kolaps.
Bagaimana dng rudal Patriot.? Nasibnya sungguh tragis. Diusir di sekutu Timur tengahnya akibat dianggap teknologinya kuno, hanya mampu menghadapi rudal2 kuno era perang dingin. Namun ketika menghadapi rudal modern dan bahkan drone saja si Akik Patriot ngempos terus.
Klo urusan rudal pastilah Rusia sengada lawan alias Strooongg Bingiit…ππ
Ya. Salaamm…π€£π€£π€£
Masih lebih cepat thaad dgn kecepatan 7,8 mach ππ
Lebih cepat SM3 sudah 10 mach
Skybow Taiwan saja 7 mach ada naval version juga
SM-6 nungguin tuh
Thaad =) 8,2 machππ
Mk-41 aja bisa nanganin 12 sasaran secara simultan, kok ini cuman kurang dari setengah kemampuan Mk-41, apalagi Mk-41 bisa diisi Tomahawk sama JASSM-ER loh.
Teknologi semi conductor dan microchip Rusia lebih lemah dari AS jadi wajar.
Rata2 militer Rusia jadi ajang propaganda oligarki utk politik dlm negeri.