Rusia Kembangkan Rudal Hanud Tor-M2 Varian Angkatan Laut

(Russia Defence Forum)

Belum lama berselang, dunia dikejutkan dengan instalasi sistem rudal hanud Iron Dome di deck korvet Israel INS Lahav (Sa’ar 5 Class). Rupanya sebelum itu, pemasangan sistem rudal hanud ground based di kapal perang telah lebih dulu dilakukan Rusia, yaitu dengan penempatan rudal Tor pada kapal penjelajah Admiral Nakhimov. Perkuatan elemen hanud pada kapal perang nampak menjadi prioritas mendesak, sementara modernisasi belum dirasa memadai untuk memproteksi kapal perang permukaan.

Baca juga: Antisipasi Serangan Iran, Israel Pasang Sistem Hanud Iron Dome di Deck Kapal Perang

Terkait dengan instalasi (uji coba) sistem rudal Tor pada deck kapal perang, ada kabar bahwa Rusia akan mengembangkan rudal Tor varian naval. Menurut informasi yang diterbitkan kantor berita Rusia TASS pada 10 Februari 2020, industri pertahanan Rusia akan mengembangkan versi angkatan laut dari sistem rudal Tor-M2 untuk Angkatan Laut Rusia.

Dari sejarahnya, sistem hanud Tor mulai dirancang oleh Antey design bureau pada tahun 1975. Sementara desainer rudalnya khusus digarap MKB Fakel. Setelah melewati fase pengujian, Tor mulai diproduksi pada tahun 1983 oleh IEMZ Kupol Metrowagonmash. Rudal Tor generasi perdana mulai digunakan militer Uni Soviet pada tahun 1986.

Senjata ini telah banyak ditingkatkan selama siklus operasionalnya. Opsi paling canggih adalah Tor-M2. Pada tahun 2019, Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak senilai 100 miliar rubel untuk pengiriman Tor-M2 hingga 2027.

Rudal Tor diluncurkan secara vertikal dengan jangkauan 12 km dan ketinggian hingga 10 km. Dengan siste radar yang ditingkatkan, alutsista hanud ini dapat mendeteksi mulai dari pesawat siluman, helikopter, rudal jelajah, serta amunisi presisi sampai bom udara.

Pada tahap awal meluncur, rudal Tor menggunakan metode cold launch sampai jarak 20 meter. Rudal dengan sokongan solid fuel rocket ini dalam pengancuran sasarannya mengadopsi teknologi RF (radio frequency) proximity, yang tidak membutuhkan fuze impact (perkenaan pada sasaran secara langsung). Menyadari potensi terkena jamming, lantaran mengandalkan pemandu radio command, maka Tor telah dilengkapi perlindungan ECM (Electronic Countermeasure) yang telah ditingkatkan.

Baca juga: Rudal 9M331 Tor-M1 – ‘Biang Keladi’ Jatuhnya Boeing 737-800 Ukraine International di Iran

Debut rudal Tor mencuat kepermukaan sejak insiden salah tembak yang dilakukan satuan Arhanud Teheran pada Boeing 737-800 Ukraine International Airlines PS752, Januari 2020. (Gilang Perdana)

6 Comments