Lindungi Wilayah Siberia, Arhanud Rusia Operasikan Buk-M3 Varian Upgrade

Selain nama-nama besar seperti S-300, S-400 dan Tor-M2, Arhanud Angkatan Darat Rusia masih punya sistem hanud lain yang juga disegani oleh NATO, yaitu Buk-M3 yang diberi label sebagai senjata/rudal hanud jarak sedang. Dirancang sejak era Uni Soviet oleh Almaz Antey, Buk-M3 bukan nama baru dalam jagad sistem hanud, pasalnya sudah dioperasikan militer Negeri Beruang Merah sejak tahun 1979.

Baca juga: Rusia Buktikan Rudal Hanud Buk-M3 dan Tor-M2 Mampu Hancurkan Sasaran di Ketinggian Kurang dari 10 Meter

Lantaran terbilang alutsista strategis, di luar Rusia, hanya beberapa negara yang diperkenankan mengoperasikan Buk-M3, itu pun dalam versi ekspor yang dikenal sebagai Buk-M3 Viking. Dan belum lama ini, Kementerian Pertahanan Rusia lewat situs function.mil.ru (17/5/2021), mewartakan bahwa Rusia telah mengoperasikan varian upgrade dari Buk-M3 anti aircraft missile system. Disebutkan Buk-M3 varian upgrade telah digelar di wilyah Altai, Siberia. Poin utama dari Buk-M3 hasil upgrade adalah punya kemampuan tempur 5 kali lebih baik dari varian sebelumnya, plus tidak diperlukan penambahan personel untuk mengawakinya.

ā€œKemampuan menembak dari brigade Arhanud Rusia telah meningkat secara signifikan dengan hadirnya Buk-M3, seperti jangkauan maksimum penghancuran sasaran udara meningkat dua kali lipat, dan pada gilirannya memungkinkan bagi satuan untuk lebih efektif melindungi pos komando, formasi dan unit militer lainnya. Dengan tingkat presisi yang tinggi, Buk-M3 varian baru kini ditempatkan untuk melindungi obyek vital militer dan industri di beberapa wilayah di Siberia,” ujar Letnan Jenderal Sergei Ryzhkov, Komandan Central Military Distric.

Sistem rudal hanud Buk-M3 dirancang untuk menghancurkan beragam jenis sasaran udara, termasuk melakukan tembakan akurat saat terjadi serangan elektronik (jamming) dari lawan. Sebagai generasi yang lebih baru, dalam beberapa parameter, Buk-M3 varian upgrade punya kinerja yang lebih baik dari sistem hanud S-300, khususnya dalam probabilitas mengenai sasaran.

Buk-M3 varian upgrade punya jangkauan aksi mencapai 70 km, yang artinya lebih tinggi 25 km dari parameter sebelumnya. Sistem Buk-M3 dapat menjangkau sasaran d ketinggian maksimum 35 km. Selain itu, Buk-M3 dipersiapkan dapat menghancurkan rudal balistik dengan jangkauan peluncuran 150-200 km. Meski kodratnya sebagai rudal hanud jarak sedang, namun Buk-M3 dan Tor-M2 dapat menghancurkan sasaran di ketinggian yang terbang sangat rendah, yaitu di bawah 10 meter.

Varian ekspornya, yaitu Buk-M3 Viking, pertama kali diperkenalkan dalam ajang DefExpo 2020 di Lucknow, India pada Februari 2020. Salah satu yang membedakan antara varian standar Rusia dan varian ekspor, yaitu jangkauan aksinya yang 65 km. Satu baterai Buk-M3 terdiri dari dua unit 9A317M TELAR (Transporter Erector LAuncher and Radar) dan satu unit 9A316M TEL (Transporter Erector Launcher). TELAR menggunakan basis GM-569 tracked, dan setiap unit TELAR dilengkapi dengan enam peluncur rudal 9R31M yang punya kecepatan Mach 4.

Baca juga: Rusia Kembangkan Rudal Hanud Tor-M2 Varian Angkatan Laut

Secara umum, sistem Buk-M3 punya waktu reaksi 10-12 detik sejak sasaran berhasil diidentifikasi. Sistem hanud ini dapat beroperasi dalam suhu -50 sampai 50 derajat celcius dan kelembaban hingga 98 persen. (Bayu Pamungkas)

8 Comments