Uji Kemampuan Bofors 57 MK.3, KRI Panah 626 Sukses Lalui Tahapan Live Firing Test

Setelah sebelumnya dinyatakan sukses melalui pengujian performa kapal, yakni dengan menuai hasil kecepatan rata-rata melebihi yang disyaratkan dalam kontrak pada saat Sea Acceptance Test (SAT), kini Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-6 produksi PT PAL Indonesia, KRI Panah 626 telah dinyatakan sukses pada tahapan Live Firing Test.

Baca juga: KRI Panah 626 Tuntaskan Sea Trial, Kecepatan Maksimum Melampaui Yang Disyaratkan dalam Kontrak

Gun Sea Acceptance Test (Gun SAT) dengan meriam Bofors 57 MK.3 berhasil menghancurkan target di permukaan laut. Live Firing Test (LFT) dilaksanakan pada tanggal 6 Februari – 9 Februari 2023 di perairan utara Surabaya. Rangkaian pengujian ini diawali dengan uji blast kekuatan pondasi yang bertujuan untuk menginspeksi performa ship unit dan own unit serta kelengkapan senjatanya.

Selanjutnya, ada kegiatan uji tembak sasaran udara yang dilaksanakan dengan melibatkan pesawat tanpa awak dan dilanjutkan dengan LFT. Jarak tembak maksimum Bofors 57 mm MK.3 mencapai 17.000 meter, dengan kecepatan 4 proyektil per detik yang dapat ditembakan. Kecepatan luncur proyektil melesat 1.035 meter per detik.

Sudut laras Bofors 57 MK.3 punya elevasi mulai dari -10 sampai 77 derajat. Bobot sistem senjata tanpa munisi adalah 7 ton, sedangkan bila disematkan 1.000 munisi, bobot keseluruhan bisa mencapai 14 ton. Laras Bofors 57 mm MK.3 harus diganti bila telah mencapai 5.300 kali tembakan.

Live Firing Test (LFT) bertujuan untuk mendemonstrasikan kemampuan dari Combat Management System (CMS) dan software C-Fire Control System yang mendukung opeerasional meriam Bofors 57 MK.3 pada KRI Panah 626. Prosedur tes ini berfokus pada skenario demo kemampuan penembakan meriam utama pada combat system KRI Panah 626, dimana akan menunjukkan proses penembakan surface target.

KRI Panah 626 mengadopsi CMS dari Terma. Sebagai informasi, Terma bertindak sebagai integrator sistem tempur dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan semua sensor dan efektor di atas kapal. Terma yang merupakan manufaktur alat pertahanan asal Denmark, telah dikontrak untuk mengirimkan combat management system C-Flex, C-Guard decoy launching system, C-Fire fire control system, dan radar intai udara-permukaan SCANTER 4603 untuk empat unit KCR-60M produksi PT PAL Indonesia.

Live Firing Test sukses dilaksanakan dengan control terintegrasi pada sistem Pusat Informasi tempur yang sudah terinstal pada KRI Panah 626. Test LFT KCR ke-6 dinyatakan sukses dan memenuhi persyaratan yang diberikan dalam melakukan penembakan permukaan dengan surface target yang telah disiapkan.

Sedangkan tracking dan penembakan di udara dengan air target menggunakan pesawat Baron T-2602. Dalam kegiatan Live Firing Test, juga dilakukan uji penembakan menggunakan kanon Yugoimport Naval AD M71/08 kaliber 20 mm pada sasaran di permukaan.

Kemampuan PT PAL dalam melakukan integrasi sistem senjata telah dibuktikan dengan suksesnya Live Firing Test sebelumnya di KRI Halasan 630, KRI Kerambit 627, KRI Kapak 625 dan yang baru-baru ini dilaksanakan yakni KRI Panah 626 dengan memperoleh hasil penembakan yang akurat dan ketepatan pendeteksian objek sasaran.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Luncurkan Kapal Cepat Rudal 60M keenam – KRI Panah 626

COO PT PAL menambahkan “Kedepan, tantangan dan kepercayaan Pemerintah inilah yang akan menjadi modal PT PAL dalam menjalankan amanah proyek refurbishment kapal perang, pembangunan kapal kombatan kelas berat dan berteknologi tinggi seperti jenis Frigate yang sedang dibangun di PT PAL. (Bayu Pamungkas)

4 Comments