Piranha Class – Kapal Selam Khusus Spetsnaz dengan Lambung Berbahan Titanium

Kerap dijuluki sebagai “siluman bawah air,” eksistensi kapal selam tak jarang dikaitkan dengan operasi khusus dari pasukan elite. Mengandalkan kesenyapan tingkat tinggi, maka kapal selam efektif untuk menjalankan misi seperti infilitasi. Dan bicara seputar infiltrasi, sejarah peperangan mencatat bahwa sosok kapal selam mini (midget submarine) selalu diandalkan untuk tujuan ini. Bila umumnya, pasukan elite harus ‘nebeng’ kapal selam konvensional untuk misi-misi khusus, tapi lain halnya dengan Spetsnaz, pasukan elite Rusia ini ternyata pernah punya kapal selam khusus.

Baca juga: Ghadir Class – Kapal Selam Mini untuk Misi Gerilya Bawah Laut di Teluk Persia

Bukan sekedar skuter bawah air atau Kendaraan Tempur Bawah Air (KTBA) yang biasa digunakan oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska), tapi Spetsnaz, tercatat pernah mengoperasikan kapal selam mini yang disebut Piranha Class – Project 865 (dalam kode NATO disebut Losos Class). Penamaan Piranha Class terasa tepat, mengingat desain kapal selam ini terbilang mungil, yaitu punya panjang 28,2 meter dan lebar 4,8 meter.

Dibangun oleh “Leningradskoe Admiralteyskoe Obedinenie” shipyard di St. Petersburg, Piranha Class merupakan peninggalan era Uni Soviet dan hanya sempat digunakan tak lama oleh AL Rusia. Karena dirancang untuk operasi khusus, Piranha Class dibangun dengan lambung yang terbuat dari kombinasi material titanium. Penggunaan titanium membuat kapal selam ini sulit diendus keberadaannya, lantaran punya sifat non magnetik. Paduan non magnetik akan sangat mengurangi efektivitas detektor anomali magnetik oleh musuh.

Dalam operasinya, Piranha Class selalu didukung oleh kapal tender, sehingga operasional kapal selam ini dapat berlangsung relatif lama. Dari aspek teknis, Piranha Class dapat berlayar terus-menerus selama 10 hari. Menggunakan dua mesin diesel electric, tenaga yang dihasilkan mencapai 160 kW (210 hp); plus ada propulsion motor dengan tenaga 60 kW (80 hp). Kecepatan maksimum saat menyelam adalah 6,65 knots, sedangkan kecepatan berlayar di permukaan mencapai 6,43 knots. Kedalaman maksimum yang bisa diselami yaitu 200 meter.

Piranha Class diawaki 3 personel dan dapat membawa 6 pasukan katak (frogman) Spetsnaz. Lantaran dirancang untuk misi infiltrasi pasukan khusus, di kapal selam ini dilengkapi dua payload tube, yaitu tempat untuk menyimpan wahana sejenis KTBA. Dalam hal ini, dua unit Sirena SDV (Swimmer Delivery Vehicle) atau empat unit Proton Diver Propulsion Vehicles (DPV) dapat dibawa oleh kapal selam ini.

Kemampuan serang meski terbatas, tak dilupakan, Piranha Class dapat membawa dua heavyweight torpedo 533 mm atau ranjau laut. Namun karena keterbatasan tempat, tabung torpedo tidak dapat di reload saat berlayar.

Baca juga: Bukan Hanya Nazi Jerman, Cina Juga Operasikan Sejumlah Dermaga Bunker untuk Kapal Selam

Awalnya Piranha Class akan dibangun sebanyak 12 unit, lalu kemudian dikurangi menjadi 6 unit, dan pada akhirnya hanya ada dua unit yang diluncurkan jelang runtuhnya Uni Soviet. Unit pertama, MS-520 diluncurkan pada tahun 1986 dan unit kedua, MS-521 diluncurkan pada tahun 1990. Lantas bagaimana status kapal selam dengan bobot 218 ton (di permukaan) dan 390 ton (saat menyelam) ini? Tak lama setelah Soviet bubar, pada pertengahan dekade 90-an, dikabarkan kedua Piranha Class telah di-scrap. (Gilang Perdana)

4 Comments