Delegasi Kemhan Intip Rafale di Saint-Dizier, Inilah Lanud Garis Depan Perancis yang Bersejarah

(wikimapia.org)

Bahasan seputar alutsista baru selalu menjadi perhatian utama netizen, apalagi bila menyangkut pengadaan alutsista yang jadi maskot suatu matra. Terlepas dari proses pengadaan yang masih berjalan. Belum lama ada postingan foto yang memperlihatkan kunjungan delegeasi Kementerian Pertahanan RI ke Pangkalan Angkatan Udara Perancis Saint-Dizier-Robinson, yang menarik tentu latar dari foto adalah jet tempur Dassault Rafale.

Baca juga: ‘Musuh Bebuyutan’ Sejak Lama, Dassault Rafale dan Boeing F-15 Bakal Dibeli Indonesia

Postingan foto dari akun Twitter @jatosint (5/10/2021) tidak menyebut detail waktu kunjungan. Bila sosok Rafale sudah begitu banyak mendapat publikasi, maka lain hal dengan Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Saint-Dizier-Robinson. Meski bukan lanud terbesar yang ada di Perancis, namun Saint-Dizier-Robinson terbilang fasilitas militer Perancis yang bernilai strategis dan punya sejarah panjang.

Saint-Dizier-Robinson Air Base atau Base aérienne 113 Saint-Dizier, adalah lanud yang ditempati jet tempur dan berada di garis depan, dimana lokasinya terletak sekitar 4 km (2 mil laut) barat Saint-Dizier, di timur laut Perancis. Lanud ini berada pada ketinggian 458 kaki (140 meter) di atas permukaan laut. Saint-Dizier-Robinson memiliki satu landasan pacu dengan panjang 2.412 meter dan lebar 45 meter.

Saint-Dizier-Robinson memiliki sejarah penerbangan yang panjang, didirikan pada tahun 1913, lanud ini pertama kali melayani pendaratan perdana pesawat militer Perancis pada 11 Agustus 1910. Lantaran berada di garis depan, lanud ini pernah juga dioperasikan oleh AU Jerman saat pendudukan Nazi, kemudian juga pernah menjadi basis pesawat tempur Amerika Serikat saat Jerman berhasil dipukul mundur dari Perancis.

Di era Perang Dingin, yaitu di tahun 1973, Saint-Dizier-Robinson menjadi lanud pertama Perancis yang ditempati jet tempur SEPECAT Jaguar. Skadron Jaguar dari lanud ini ikut dalam misi tempur di Mauritania (1978), di Chad (1980-an), dalam Perang Teluk (1990-1991) dan di Bosnia.

(wikimapia.org)

Dan sejak tahun 2006, Saint-Dizier-Robinson memiliki pesawat tempur baru, yakni Dassault Rafale B/C. Ada beberapa catatan kami tentang lanud Saint-Dizier-Robinson. Jika masih ingat dengan misi Pegasus 2018, saat dimana Rafale melakukan penerbangan jarak jauh ke Australia dan Indonesia, maka flight Rafale B yang hadir dan unjuk kebolehan di Lanud Halim Perdanakusuma, berasal dari Saint-Dizier-Robinson.

Kilas balik ke Maret 2020, sebuah Rafale B (tandem seat) terpaksa return to base tak lama setelah lepas landas, lantaran penumpang yang berada di kursi bagian belakang tak sengaja menekan tombol kursi pelontar (ejector seat). Peristiwa itu juga berlangsunv di Saint-Dizier-Robinson.

Baca juga: Abaikan Prosedur Keselamatan, Pria 64 Tahun ‘Terlontar’ dari Rafale B

Kembali ke rencana pengadaan Rafale oleh Indonesia, sejak 7 Juni 2021 sudah ada penandatanganan kontrak awal yang disebut kontrak “Come Into Force” dan akan mulai berlaku pada Desember 2021. Kontrak “Come Into Force” selanjutnya akan menjadi dasar menuju kontrak efektif, yakni setelah semua kesepakatan antara Indonesia dan Perancis tercapai, dan tentunya setelah Indonesia membayar uang muka pembelian 36 unit Rafale. (Bayu Pamungkas)

27 Comments