AU Australia Terima P-8A Poseidon Ke-12

AU Australia (RAAF) mungkin kini tengah sumringah, setelah digdaya lewat show of force dalam aksi “elephant walk” pada armada pesawat tanker KC-30A di Lanud Amberley, Queensland, kini dari Lanud Edinburgh, 25 km sebelah utara kota Adelaide, diwartakan pada 13 Desember 2019 RAAF telah menerima kedatangan unit terakhir dari pesawat intai maritim Boeing P-8A Poseidon. Poseidon ke-12 tersebut menjadikan jumlah P-8A Australia kini lengkap menjadi satu skadron dalam Wing 92, yang juga menjadi rumah bagi pesawat intai AP-3C Orion.

Baca juga: Bukan Sekedar Show, Armada KC-30A MRTT Australia Lakukan “Elephant Walk”

Dikutip dari shephardmedia.com, RAAF secara bertahap akan mengganti AP-3C Orion dengan P-8A Poseidon dan drone HALE (High Altitude Long Endurance) MQ-4C Triton, Australia diketahui telah memesan 6 unit Triton kepada Northrop Grumman. Kombinasi Poseidon dan Triton dipercaya sebagai kekuatan yang ampuh dan mematikan untuk peran anti kapal selam dan intai maritim.

Menteri Pertahanan Australia Linda Reynold, mengatakan, pesawat ini dapat diisi bahan bakarnya saat terbang dengan pesawat tanker KC-30A, sehingga memungkinkan bagi Poseidon untuk berpatroli di wilayah Samudra Selatan Australia yang terisolasi.

Guna menyiapkan kedatangan kedatangan armada P-8A Poseidon, Pemerintah Australia telah menggelontorkan dana Aus$470 juta untuk upgrade fasilitas dan beragam perbaikan untuk mendukung operasional Poseidon.

Untuk dukungan intai di atas lautan, Poseidon punya bekal radar surveillance AN/APY-10 besutan Raytheon. Radar ini dapat mendeteksi, mengklarifikasi dan memilah berbagai emisi elektronik lawan. Radar yang posisinya disematkan di hidung ini dapat mendeteksi perahu kecil dari ketinggian terbang maksimum (12.500 km).

Selain itu, Poseidon dilengkapi sensor MX-20HD digital electro-optical/infrared (EO/IR) sebagai penuntun laser pada rudal. Yang tak kalah penting lainnya adalah sonobuoy (sonar buoy), ini merupakan perangkat vital untuk mendeteksi keberadan monster bawah laut, baik secara aktif maupun pasif.

Tampilan monitor WESCAM MX-20HD di P-8 Poseidon US Navy.

Dalam melancarkan tugas AKS (anti kapal selam), Poseidon dilengkapi tiga peluncur putar berkapasitas 30 sonobuoy yang dapat diisi ulang. Satu lagi yang menakutkan, Poseidon punya sensor hidrokarbon yang bisa mendeteksi uap bahan bakar kapal selam.

Untuk MQ-4C Triton, persisnya akan tiba pertengahan 2023, dijadwalkan unit perdana MQ-4C Triton produksi Notrhrop Grumman akan tiba di Lanud Edinburgh. Dalam konteks gelar operasi, drone ini mengemban misi intai dan pengawasan murni, tidak ada bekal persenjataan yang dibawa, medan penugasan Triton sudah dipastikan adalah meronda lautan lepas, mengamankan kepentingan Australia di kawasan.

Baca juga: AU Australia Tingkatkan Kemampuan SAR Kit pada Boeing P-8A Poseidon

Triton dapat menjelajah sejauh 15.186 km dalam waktu terbang (endurance) 30 jam. Ketinggian terbangnya pun selevel dengan pesawat intai U-2, yaitu di ketinggian 18.000 meter. (Gilang Perdana)

20 Comments