Angkatan Udara AS Terima Unit Ke-500 Jet Tempur Steatlh F-35A Lightning II

Pada 9 Juli 2025, Angkatan Udara AS (USAF) mencapai momen pengenting, yakni berlangsungnya pengiriman unit ke-500 dari pesawat tempur stealth F-35A Lightning II. F-35A ke-500 tersebut tiba di Florida Air National Guard’s 125th Fighter Wing, Jacksonville. Pesawat tersebut merupakan salah satu dari tiga F-35A pertama yang ditugaskan secara permanen ke wing tersebut, yang dikenal sebagai “Thunder,” dan menampilkan ciri khas ekor yang merupakan warisan unit tersebut.

Baca juga: Pandu Serangan Udara F-35A Lightning II, Drone Quadcopter C100 Gantikan Peran Forward Air Controller (FAC)

Kedatangannya melanjutkan proses penggantian F-15C/D Eagle yang telah pensiun selama bertahun-tahun dan memposisikan wing untuk menyelesaikan konversi bertahap tanpa jeda dalam kesiapan. Selama transisi, Wing Tempur ke-125 akan terus mengoperasikan gabungan pesawatnya sendiri dan F-35 pinjaman dari unit Garda Nasional Udara lainnya.

“F-35 baru ini, yang mencakup pesawat ke-500 Angkatan Udara, mewakili garda terdepan kekuatan udara generasi kelima,” kata Letnan Kolonel Angkatan Udara AS Joseph Pasko, komandan Skuadron Tempur ke-159. “Kami berharap dapat memainkan peran integral dalam potensi konflik di masa mendatang, dan para penerbang warga negara kami siap menjawab panggilan bangsa; kapan pun, di mana pun.”

“Kemampuan Garda untuk menerjunkan pesawat generasi kelima di wilayah-wilayah kunci memberi komandan tempur jangkauan, ketahanan, dan respons cepat yang mereka butuhkan,” kata Brigjen Angkatan Udara AS Richard L. Coffey, Asisten Ajudan Jenderal Angkatan Udara, Garda Nasional Florida, dan komandan Garda Nasional Angkatan Udara Florida. “Lokasi strategis Jacksonville dan kemitraan bersama memperluas pilihan Angkatan Udara dan memastikan para penerbang kita berada di garda terdepan pertahanan negara kita.”

Angkatan Udara Norwegia Kukuhkan 52 Unit Jet Tempur F-35A plus Unit Perdana Rudal JSM

Kedatangan ini terjadi di saat para pemimpin senior Angkatan Udara terus memperingatkan tantangan di kawasan Indo-Pasifik. Dalam kesaksiannya di hadapan subkomite pertahanan Senat, Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal David Allvin menyoroti modernisasi militer Tiongkok dan ambisinya untuk mengubah stabilitas regional.

“Kita sekarang beroperasi di dunia di mana (Cina) tidak hanya memodernisasi militernya dengan cepat, tetapi juga melakukannya dengan niat yang jelas untuk memaksa negara-negara tetangganya dan membentuk kembali tatanan internasional,” kata Allvin, seperti dikutip Defence Blog. “Amerika Serikat harus mempertahankan dominasi kekuatan udara jika kita ingin menjaga keamanan kita, mencegah agresi, dan menang dalam konflik.”

Batch Terakhir Tiba Pengiriman Tuntas, Angkatan Udara Australia Kini Punya 72 Unit F-35A Lightning II

Untuk mendukung F-35, pangkalan Jacksonville telah menyelesaikan peningkatan fasilitas dan infrastruktur baru, termasuk kompleks simulator, peningkatan hanggar untuk pemeliharaan yang minim observasi, dan fasilitas pemuatan senjata dengan pengaturan suhu. Wing tersebut juga berkoordinasi dengan Otoritas Penerbangan Jacksonville untuk memperlebar landasan pacu di Bandara Internasional Jacksonville agar dapat mengakomodasi Lightning II.

Jacksonville kini menjadi wing Garda Nasional Udara keempat yang mengoperasikan F-35, bergabung dengan unit-unit di Vermont, Wisconsin, dan Alabama. Di seluruh Angkatan Udara, sembilan unit saat ini menerbangkan Lightning II.

USAF pertama kali menerima F-35A untuk tujuan pelatihan pada tahun 2011, tepatnya pada bulan Juli. Namun, pesawat pertama yang secara resmi dikirimkan ke unit operasional Angkatan Udara AS untuk digunakan sebagai pesawat tempur penuh adalah pada tahun 2016 ketika unit pertama dinyatakan mencapai Kemampuan Operasional Awal (Initial Operating Capability / IOC).

Jet Tempur Stealth F-35A Denmark Demo Pengiriman Data Rahasia Jarak Jauh dengan DAGGR-2, Apakah Itu?

Pengiriman tonggak sejarah ini menambah armada F-35 global yang terus berkembang. Pada akhir tahun 2024, Lockheed Martin telah mengirimkan total 1.102 pesawat.

Angka tersebut mencakup 797 F-35A yang dibangun untuk Amerika Serikat dan angkatan udara sekutu, serta 203 F-35B untuk Korps Marinir AS, Angkatan Laut Inggris, Angkatan Udara Inggris, dan Angkatan Laut Italia. Unit-unit pertama untuk Angkatan Laut Jepang juga sedang dalam tahap produksi dan pengiriman.

Menurut F35.com, lebih dari 1.215 F-35 dari semua varian kini telah dikirimkan ke seluruh dunia, diterbangkan oleh lebih dari 3.000 pilot yang telah mengumpulkan lebih dari satu juta jam terbang.

Kesepakatan Alih Teknologi dengan Finlandia, Jet Tempur F-35A Block 4 Akan Dirakit di Nokia

Berdasarkan model pengembangan F-35, yang dikenal sebagai pendekatan “spiral”, kemampuan pesawat ditingkatkan secara bertahap melalui pembaruan perangkat lunak dan perangkat keras, yang disebut Block Upgrades. Ke-500 unit F-35A yang diterima USAF hingga saat ini sebagian besar terdiri dari pesawat yang dilengkapi dengan kemampuan Block 3F, dengan beberapa unit pertama yang masih menggunakan perangkat lunak Block 2B dan Block 3i.

Sementara untuk Block 4 adalah program peningkatan kemampuan yang sedang dikembangkan dan akan menjadi fase teknologi yang paling maju. Pesawat-pesawat lama (dari Block 3F) akan ditingkatkan ke standar ini. Block 4 akan mencakup penambahan senjata baru (seperti rudal hipersonik kecil), peningkatan kemampuan sensor, avionik baru, dan pemrosesan data yang jauh lebih cepat. (Gilang Perdana)

Program Block 4, F-35 Lightning II Terbang dengan Komputer Generasi Terbaru