XTP-1 Beta – Siapa Sangka Helikopter SA-330 Puma Bisa Sedemikian Garang

Helikopter angkut serbaguna SA-330 Puma, jelas usianya telah uzur saat ini, meski begitu, SA-330 Puma punya arti penting dalam sejarah penerbangan militer di Indonesia, khususnya pada era 70 sampai 90-an, SA-330 Puma yang dioperasikan Skadron Udara 8, pernah mengemban fungsi sebagai helikopter VVIP, angkut pasukan sampai mendukung operasi bantuan tembakan udara. Di luar negeri, kiprahnya sempat moncer saat disulap menjadi “Mi-24 Hind” dalam film Rambo III di tahun 1988.

Baca juga: SA-330 Puma –Β  Helikopter β€œAngkut Berat” TNI AU Era-80an

Nah, lepas dari cerita di atas, sebenarnya SA-330 Puma pernah tampil benar-benar garang, bahkan dapat melumat jet tempur, lantaran helikopter besutan Perancis ini ternyata bisa dipasangi, bukan hanya kanon kaliber 20 mm, tetapi juga rudal udara ke udara jarak pendek. Yang dimaksud disini adalah XTP-1 Beta, ada embel-embel ‘Beta’ tentu sudah diketahui, bila varian helikopter SA-330 ini digunakan untuk keperluan uji coba.

Dikutip dari forum.warthunder.com, XTP-1 Beta secara khusus digunakan sebaga testbed, yaitu untuk menguji beragam sistem senjata yang nantinya akan dipasang helikopter serang andalan Afrika Selatan, Denel Rooivalk. Merujuk ke sejarahnya, XTP-1 Beta dirilis pada tahun 1987 dan dibuat sebanyak dua unit. XTP-1 menyelesaikan beberapa pencapaian pengembangan, termasuk menjadi Helikopter Afrika Selatan pertama yang berhasil menembakkan rudal Udara ke Udara (V3B AAM).

(Foto: Philip Evans)

V3B merupakan rudal udara ke udara sekelas Sidewinder yang berpemandu infrared, dapat bermanuver 25G, punya kecepatan 686 meter per detik dan jarak tembak sampai 4.000 meter.

Masih dari sumber yang sama, dikatakan XTP-1 Beta dalam uji coba penembakan berhasil melepaskan beberapa senjata, di antaranya empat buah roket kaliber 18 x 68 mm dan penembakan kanon GA-1 kaliber 20 mm dengan kapasitas 1.000 munisi. Kanon GA-1 secara khusus dipasang tepat di bawah fuselage. XTP-1 Beta dilengkapi stub wing untuk cantelan senjata, pengujian berlanjut dengan pemasangan dua unit rudal udara ke udara Kentron V3B. Rudal ini dipasang pada sisi luar stub wing.

(Foto: Philip Dubois)

Tidak puas dengan pengujian di atas, di tahun 1988, XTP-1 Beta ternyata juga sukses meluncurkan rudal anti tank ZT3 Ingwe. Helikopter ini dapat membawa sampai delapan unit rudal anti tank di dalam dua pod terpisah. ZT3 Ingwe merupakan rudal dengan pemandu sinar laser. Secara khusus, XTP-1 Beta juga dipasangi sensor optik FLIR pada bagian moncong, sehingga dapat mendukung tugas intai dan penjejakan pada sasaran.

XTP-1 Beta terus dikembangkan Afrika Selatan sampai tahun 1990, dengan konfigurasi terakhir terdiri dari 8 unit rudal anti tank, 2 unit rudal udara ke udara, satu kanon 20mm, dan dua pod roket 68 mm. Bila melihat dari konfigurasi yang disebutkan, maka daya gebut SA-330 bisa benar-benar menakutkan, termasuk untuk ukuran saat ini. Sayangnya, nasib XTP-1 Beta hanya ditujukan untuk testbed, dan tidak dikembangkan lebih serius sebagai helikopter serang.

Dari spesifikasi, SA-330 Puma punya berat kosong 4 ton, dan punya berat maksimum saat operasi hingga 7,4 ton. Ditenagai 2 mesin Turbomeca Turmo IV C, SA-330 Puma punya kecepatan jelajah 248 km per jam, serta kecepatan maksimum 257 km per jam.

Baca juga: SA-330 Puma Inggris Raih Prestasi Gemilang di Afghanistan

Jangkauan jelajahnya hingga 580 km dengan kecepatan menanjak 7,1 meter per detik. Ketinggian terbang SA-330 adalah 4.800 meter. Bicara daya angkut, bobot muatan yang bisa digendong hingga sekitar 3 ton, termasuk dengan sling, sementara jumlah personel yang bisa diangkut adalah 16 orang. (Bayu Pamungkas)

11 Comments