[Video] Barracuda – Usaha Kemandirian Eropa dalam Pengembangan Drone Bermesin Jet

Meski negara-negara Eropa seolah tertinggal dalam pengembangan drone militer, namun poros Jerman, Perancis, Italia dan Spanyol rupanya tak tinggal diam begitu saja. Sebagai wujud ‘persatuan’ Eropa, keempat negara mencanangkan program Euro Drone, yang lengkapnya disebut European MALE (Medium Altitude Long Endurance) RPAS (Remotely Piloted Aircraft System). Namun, Euro Drone rencannya baru meluncur pada tahun 2025. Lepas dari itu, Eropa sebelumnya pernah mencatatkan inovasi penting dalam dunia drone, yaitu dengan dirilisnya UAV bermesin jet yang diberi label “Barracuda.”

Baca juga: Finalisasi Desain dan Harga Euro Drone Ditetapkan Tahun Ini

Barracuda memang tak terlalu santer namanya di jagad drone, namun drone yang dibuat di era European Aeronautic Defence and Space (EADS) ini punya desain yang khas. Terbukti dari mengadopsi rancangan S-duct air inlet dan V-tail, sekilas mengedepankan rancangan pesawat stealth. Material Barracuda mayoritas menggunakan bahan serat karbon.

Digawangi oleh Jerman dan Spanyol, prototipe pertama Barracuda terbang pada 2 April 2006. Sayangnya fase uji coba awal Barracuda tidak berjalan mulus, pasalnya prototipe pertamanya jatuh saat melakukan pendaratan di Spanyol. Namun program dilanjutkan dengan prototipe kedua yang dibangun pada 2008, dan yang ini sukses dalam uji coba di Kanada pada Juli 2009. Serangkaian pengujian terus dilakukan pada tahun 2010 dan 2012.

Barracuda disokong mesin tunggal Pratt & Whitney JT15D turbofan, drone ini dapat melesat hingga 1.041 km per jam atau setara Mach 0.85. Drone yang masuk kualifikasi MALE ini dapat terbang sampai ketinggian 6.100 meter dan jarak jelajah sampai 200 km.

Dengan panjang 8,25 meter dan lebar bentang sayap 7,22 meter, dasar pengembangan Barracuda adalah sebagai drone untuk misi intai dan tempur. Dengan bobot maksimum saat tinggal landas, 3,2 ton, Barracuda dapat membawa payload 300 kg.

Dan dari Airbus Trade Media Briefing 2019, Indomiliter.com pada awal November 2019 mendapat kesempatan mengunjungi Airbus Aircraft Military Center di Manching, Jerman. Lokasi yang sama dimana kami meliput penampakan drone tempur stealth Airbus yang masih serba rahasia, dan juga dimana kami melihat prototipe Panavia Tornado. Setidaknya ada dua Barracuda yang kini dipajang di fasilitas Airbus ini, pertama di gerbang pintu masuk dan satu lagi di dalam salah satu gedung utama.

Baca juga: Prototipe Panavia Tornado Pertama Ternyata Ada di Manching

Dan berikut adalah video hasil liputan kami tentang Barracuda yang mempelopori hadirnya drone intai bermesin jet di Eropa. (Haryo Adjie)

3 Comments