Untuk Kedua Kalinya, Kaca Kanopi Jet Tempur F-15 Eagle Lepas Saat di Udara

Anda masih ingat dengan insiden lepasnya kaca kanopi pada jet tempur F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara Taiwan pada 11 Agustus 2021. Nah, serupa tapi tidak sama, berulang lagi insiden lepasnya kaca kanopi pada jet tempur, tapi kali ini menimpa F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara AS saat berlatih di Yunani.

Baca juga:Β Duh, Kaca Kanopi F-16 Viper Taiwan Terlepas di Udara

Dikutip dari ekathimerini.com (12/11/2021), pada hari Rabu, 10 November 2021, disebutkan F-15E Strike Eagle yang berasal dari 336th Fighter Squadron, 4th Fighter Wing USAF, berhasil mendarat darurat di Pangkalan Udara Larissa. Kala itu, F-15E sedang bergabung dalam latihan bersama NATO yang dijuliki Operation Castle Ford. Seorang pejabat AU Amerika Serikat di Eropa (USAFE) telah mengonfirmasi insiden tersebut, pesawat dikatakan kehilangan kanopinya di daerah yang tidak berpenghuni di sekitar desa Livadi.

Dalam insiden ini, pesawat daapt mendarat dengan selamat dan tidak ada awak yang terluka. Mengenai penyebab lepasnya kanopi di F-15E, kini sedang dalam investigasi. F-15E Strike Eagle adal Carolina Utara, sedang berada di Yunani (dari Pangkalan Udara Larissa) untuk mendukung Operation Castle Ford, latihan Agile Combat Employment Angkatan Udara AS Eropa yang melibatkan Angkatan Udara Afrika Utara untuk menunjukkan kehadiran NATO dan sekutunya di wilayah Laut Hitam.

Lepasnya kanopi pada F-15 saat mengudara, ternyata bukan ini pertama kali terjadi. Pada Januari 2019, kaca kanopi F-15 milik AU Israel juga terlepas saat berada di ketinggian 9.144 meter. Insiden itu terbilang dramatis, lantaran suhu di luar kokpit mencapai -45 derajat celcius. Rekaman kokpit merekam percakapan dramatis dua pilot F-15 yang berteriak satu sama lain karena suara deru angin dan mesin pesawat. Setelah itu pilot memberitahu pusat komando bahwa dia menuju pangkalan udara Nevatim di Israel selatan.

Baca juga:Β Kaca Kanopi F-16 Berwarna Kuning Transparan? Ini Dia Sebabnya

Untungnya, pendaratan darurat dapat berlangsung lancar dan tanpa ada cidera serius. Menurut juru bicara AU Israel yang dikutip dari Haaretz, pilot terpapar suhu ekstrim dengan kecepatan angin yang kuat, menyebabkan awal dari situasi yang mematikan. (Gilang Perdana)

12 Comments