Uni Emirat Arab Borong 80 Unit Jet Tempur Rafale F4 dan 12 Helikopter Caracal

Indonesia harus bergerak cepat dalam menuntaskan negosiasi dengan Perancis jika memang serius ingin membeli 36 unit jet tempur Rafale, pasalnya Uni Emirat Arab (UEA) belum lama ini telah menyatakan setuju untuk membeli armada Rafale. Sebagai negara tajir di Timur Tengah, yang dibeli pun tak sedikit.
Baca juga: Bukan Hanya ke Yunani, Perancis Juga Jual 12 Unit Rafale Bekas ke Kroasia
Dikutip dari today.rtl.lu (3/12/2021), disebutkan Pemerintah UEA telah setuju untuk membeli 80 unit Rafale, menjadi pesanan Rafale terbesar untuk pasar ekspor. Persetujuan pembelian 80 Rafale F4 senilai 14 miliar euro diumumkan saat kunjungan Presiden Perancis Emmanuel Macron pada hari Jumat ini.
UEA selama ini dikenal sebagai salah satu pelanggan terbesar industri pertahanan Perancis, bahkan Perancis mempunyai basis pangkalan militer di Lanud Al Dhafra, Abu Dhabi. Saat ini, UEA mengoperasikan 67 unit Mirage-2000 dalam berbagai varian. Bukan hanya memborong 80 unit Rafale, UEA dikabarkan juga setuju untuk membeli 12 unit helikopter angkut H225M Caracal senilai 1 miliar euro.

Bagi Perancis, pesanan 80 unit Rafale merupakan berkah luar biasa, yaitu merupakan pesanan terbesar sejak Rafale mulai beroperasi sejak tahun 2004.
[the_ad id=”12235″]
Perjanjian pembelian tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Penerbangan Dassault Eric Trapier ketika Presiden Macron mengadakan pembicaraan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed pada hari pertama kunjungan ke UEA.
Dengan membeli Rafale yang dibangun oleh Dassault Aviation, UEA mengikuti jejak Mesir, Qatar, Yunani, Kroasia dan India yang lebih dulu menggunakan Rafale di luar Perancis. Sementara untuk Indonesia, sejauh ini belum ada kontrak efektif untuk pembelian 36 unit Rafale. Dengan kontrak yang masih belum dijalankan, maka kelak Indonesia makin lama untuk bisa menanti tibanya Rafale. (Bayu Pamungkas)



Kalo di di indo koar koar dulu mau beli tapi setalah itu beritanya hilang bak ditelan oleh bumi 😁🤣
@ayam jago : Mabok lem dia 🤣🤣🤣
@Agato Sugimura : Flexibilitas Rafale dan negara tempat produksinya yang membuatnya menjadi pilhanan banyak negara.
Selain memilki AESA dan data teknis lainnya, Rafale juga dapat dipersenjatai pemusnah masal dan juga rudal canggih BVR (Meteor) serta lainnya.
Pembelian alusista dari Perancis tidak terlalu berbelat belit seperti Amerika ataupun Inggris.
Contohnya Anoa produksi PT Pindad hasil kerja sama dengan Perancis, artinya untuk ToT Perancis lebih terbuka dibandingkan Amerika ataupun Inggris.
Gila ya, mimpi apa ini petinggi Dassault kok sekarang banyak banget yg antri mau beli Rafale padahal 1 dekade yg lalu Rafale sering diejek barang bagus tapi harganya kelewat mahal. Kalo ada tender pasti kalah sama F-18 dan Typhoon lalu lanjut F-35. Sekarang banyak bener yg pesen termasuk Indonesia.
Apa sih keunggulan utama Rafale kok banyak yg nyari??? Apa pernah “menang” simulasi saat lawan F-22??? Punya sistem EW yg sangy mumpuni?? RCS yg lumayan rendah ?? Dan konon hampir setara pespur generasi kelima??? Atau kemampuannya yg bisa bawa rudal jelajah dan bom nuklir???
Santai sj 20 th kedepan nggak ada perang
Jujur saja, uang kita terbatas. Makanya sangat mbulet utk belanja2. Kalau byk uang kagak perlu byk nanya ya beli aja langsung ratusan . Pandemi byk menyedot anggaran. Sampai semua kementrian dipotong
kita jadi kliatan gak punya duit.
https://www.dassault-aviation.com/en/group/press/press-kits/historical-contract-for-the-acquisition-of-80-rafale-f4-by-the-united-arab-emirates/
Ada yang halu hibah Desert Falcon nih yeee!!
Pembelian Rafale oleh UAE buat menggantikan Mirage 2000 bukan F16 block 60/62
Baca di Kompas, nilai total transaksinya melebihi anggaran Kemenhan 2021. Gile cuma buat beli jet tempur dan rudalnya saja. Dapet kualitas dan kuantitas top lah
cara menghemat biaya akuisisi alutsista stretegis yaitu menghapus gangguan anggaran semacam pengadaaan alutsista yg kurang urgen.
bkn masalah cepet2 ato lambat2, kan tau sendiri indonesiah mah cm akan,dlm,proses,menyusul dan ujung2nya kga kebeli beli, tp kl ada ujungnya dr prancis tiap pejabat dr seseran pasti langsung beli hr ini jg
Sukro karma🤭
Definisi Sultan mah bebas.
@Tukang+Ngitung : UEA tidak akan meghibahkan pespur F-16 kepada kita, karena UEA telah menggelontorkan dana investasi sebesar USD 10 miliar (-+140 Triliun) pada Indonesia Investment Authority.
Penempatan dana investasi ini merupakan arahan langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA His Highness Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
https://kemlu.go.id/abudhabi/id/news/11871/persatuan-emirat-arab-gelontorkan-dana-usd-10-miliar-pada-indonesia-investment-authority
UEA adalah salah satu negara yang memiki rekam jejak hubungannya dengan Israel kurang harmonis, karena itu UEA memerlukan alusista yang banyak dan mumpuni.
Bahkan Amerika harus merayu UEA untuk menormalisasi hubungannya kepada Israel (Abraham Accords) dengan menyetujui penjualan paket alutsista canggih senilai 23,37 miliar dollar AS (Rp 328 triliun) ke Uni Emirat Arab (UEA) jika yang meliputi 50 jet tempur F-35 Lighting II senilai 10,4 miliar dollar AS (Rp 146 triliun) dan 18 MQ-9B Unmanned Aerial Systems (sistem drone canggih yang bersenjata) senilai 2,97 miliar AS (Rp 41 triliun) dan juga paket rudal udara-ke-udara dan rudal udara-ke-darat senilai 10 miliar dollar AS (Rp 140 triliun).
Untuk negara seperti Indonesia yang setatus keuangannya untuk urusan pembelian alusista kebanyakan minusnya dan juga tidak memiliki hubungan bilateral dengan Israel, besar kemungkinan Indonesia akan sulit mendapatkan hibah F-16 dari UEA.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui alokasi senilai US$ 700 juta bagi Kemenhan untuk akusisi pesawat Multirole Transport Tanker (MRTT) dan dukungannya. Sehingga apabila kontrak pembelian dua A400M ditandatangani bulan ini, Kemenhan tidak perlu meminta pengajuan anggaran lagi kepada Kemenkeu seperti dalam kasus kontrak 36 pesawat tempur Rafale asal Prancis, 6 fregat kelas FREMM dan 2 fregat kelas Maestrale dari Italia.
Jika masih ada yang bertanya kapan Rafale untuk TNI AU akan datang silahkan berasumsi snediri karena dananya belum ada. 😅😅😅
Mohon bersabar ini ujian 🤣🤣🤣
Sori, sesudah saya riset lebih dalam, ternyata UAE hanya menerima 80 unit F16 blok 60 terdiri dari 55 F16E dan 25 F16F.
55+25 = 80
80 unit F16 blok 60 inilah yang akan diganti oleh 80 Rafale.
1 unit F16E milik UAE jatuh pada bulan Januari 2006.
1 unit F16 milik UAE mengalami kecelakaan saat mendarat (crash landed) di bulan April 2011.
Jadi 80 – 2 = 78
Tetap angka 78 unit itu is a something significant.
Mengapa?
Karena keliling Indonesia jika dihitung dari Sabang ke Lampung trus seluruh Jawa, Nusa Tenggara, pulau Rote, trus menyeberang ke Yamdena trus ke Merauke trus Jayapura trus ke atas ke Miangas trus turun ke Gorontalo trus ke Ambalat trus turun ke Singkawang menyeberang ke Natuna trus Anambas trus ke Batam trus lewat selat Malaka sampai Sabang lagi trus tambahkan 370 km untuk ZEE sabang trus tambahkan lagi 370km untuk ZEE NTT, trus 370 km ZEE Yamdena trus 370 km ZEE utara Biak 370 km utara Morotai dan ZEE 370 km utara Natuna, total 12631 km panjangnya.
F16 blok 60 UAE itu pakai CFT jadi radius tempurnya lebih jauh dari punya kita sehingga jarak tempuh F16 blok 60 adalah 671x2x3,14 = 4213,88 km
12631 / 4213,88 = 2,99747 dibulatkan 3 skuadron.
Tadi coba yang seri E berapa?
55 unit
Jatuh 1 di tahun 2006
55-1 = 54
54 / 3 = 18
trus yang seri F tadinya 25 unit
Anggap yang jatuh 1 di tahun 2011 adalah seri F
Jadi 25 – 1 = 24
24 / 3 = 8
Jika 1 skuadron terdiri dari 18 F16E dan 8 F16F maka 1 skuadron terdiri dari 18+8 = 26 unit
78 unit dibagi 3 skuadron brapa?
78 / 3 = 26 unit
Betul kan 26 unit per skuadron dan betul kan angka 78 unit itu adalah suatu hal yang signifikan?
Jadi dugaan saya sih, 80 Rafale dibeli UAE untuk menggantikan 78 F16 blok 60 yang tersisa dan 78 F16 UAE yang masih ada itu besar kemungkinan akan dilungsurkan ke kita.
Jadi nggak jadi 100 unit dong? Ya khan karena pandemi jatah semuanya dipotong.
Jadi Rafale bagaimana?
Ya kalau ada duit lah beli Rafale.
Itu imajinasi saya lho. Orang berimajinasi khan bebas.
TOT & Offset 2 aja yg dikejar sadar oiii liat kelakuan china di LCS,sdh saat nya percepat procure6 kyk kroasia,mesir & yunani bekas tp F3R tunggu gk lama atau beli f 16 gurun yg banyak upgrade ke blok 70 ,ingat tensi di lcs jangan mikir tot& offset aja tdk ada kontrak efektif sm sekali
Yang lebih pintar mestinya kaya. Perancis kaya karena pintar. Inggris kaya karena pintar. Rusia, Jerman, Swedia, Belgia, Cina, Jepang semua kaya karena pintar. Yang bodoh mestinya tidak bisa kaya. Lalu mengapa UEA lebih kaya dari Indonesia? Bukankah Indonesia lebih pintar daripada UEA?
Ah, ngapain cepat2…kayak mau ngejar kereta aja sih…
Beberapa waktu yang lalu ada berita kalo kita mau tambah 100 pesawat tempur.
UAE khan sohib kita, kalo mereka beli Rafale maka F16 blok 60 mereka bisa dilungsurkan untuk kita. Mereka punya 78 F16E dan 22 F16F total 78+22 = 100 pesawat.
Kita mintalah baik2 sama sohib kita Pak MBZ syukur-syukur dikasih hibah gratis berikut rudal-rudalnya.
Apalagi dulu khan Pak Prab sudah main-main sama burung elang (inggris : falcon).
Bayangin blok 60 lho khan dekat sama blok 70.
kita jadi kliatan miskin sekali …
Rafale F4-C kira2 harganya 80jt$ atau 1trilyun lbh, 80 pswt hampir 100trilyun,klo di sini mending buat bikin kesatuan tentara atau paramiliter udh dpt puluhan ribu orang
mesir tambah 30 baru
Yunani 6 baru
UEA 50 + 30 baru
India tambah 36 baru,.
Kita blm sign kontrak,
Kira kira dpt rafale thn brp..?
Jangan sampai kalah cepat sign kontrak dengan VANUATU
Pasifik makin panas, kita darurat ICBM
Kontrak blm efektif, krn syarat tot yg diminta Indonesia blm disepakati Perancis, krn tot yg diminta termasuk teknologi sensitif yg bisa mendongkrak kemampuan Indonesia dalam 7 teknologi yg wajib dikuasai sesuai arahan bappenas
Mantap jiwa ! Hajar bleh ! Sebagai sesama user Rafale kita ucapkan: Welcome…Ahlan Wa Sahlan bagi Emirate Arab di Rafale Elite Club (REC). Segera kitapun akan tingkatkan pembelian Rafale F5 sebanyak 3-5 skadron. Gelontoran dana 11.000 T, tentunya akan mensejajarkan ketajiran kita dengan Emirate Arab. Segera juga sign kontrak efektif utk tambahan Kanon Caesar (5 batalion), tambahan Scorpene (10 unit), pembelian Leclerc utk AD (20 batalion), misil Exocet Block 5 (1000-2000 unit), Frigate jenis La Fayette (15-20 unit). Laksanakan ! Bravo !
Dengan pembelian dalam jumlah besar harusnya harga rafale sudah turun sekarang.. Yakan??
Makan ati jual peralatan ke negeri wakanda mah. Beli ketengengan, syarat macem2. Ujung2 nya batal. Padahal alutsista mumpuni sangat mendesak , melihat eskalasi di laut Cina Selatan. Dan kengototan cina yg mengklaim laut Natuna. Payah klo negara yg diotaknya cm mikir cuan buat perut sendiri. Rasa nasionalisme hanya aebatas jargon.
indonesia adalah marketing terbaik
Beruntung UEA karena selain negaranya super duper kaya rakyatnya juga pada waras dalam mendukung penguatan alutsista. Beda kalo di sini, Ditambah rakyatnya yang masih mengadopsi pemikiran tahun 1900an “lebih baik beli sembako dibanding alutsista”, maka jangan harap ada perubahan kekuatan militer dalam beberapa dekade mendatang.
utk uea..ini blom kontrak efektif untuk 80 rafale kan??…tp saya sih percaya,..ngga akan lama lg, akan jd kontrak efektif,..negara tajir…ngga masalah beli rafale sgitu…beda ama disini, msh remang2..jadi..ngga jadi…Dan akan semakin lama buat indonesia mnunggu jika diduluin UEA. Skrg aja punya Mesir & Yunani yg msh dlm proses produksi. Bisa2 di atas thn 2024 punya indonesia.
Ntah knapa filing saya peluang kita beli niy barang cm 30%
Kebanyakan gaya sih……. incaran nya yg serba “hedon” tanpa ditunjang dg dukungan yg memadai, makanya bikin lama 🤔
#fremm,mogami,osprey,rafale 🤢
Jng khawatir, sesuai hukum pasar. Bila pesanan meningkat, maka pabrik meningkatkan kapasitas produksinya hingga mencukupi kebutuhan pasar…👍
Negara tajir … belinya borongan ,, kita beli ketengan minta neko2😅😅😅