Torpedo Poseidon: Berhulu Ledak Nuklir dan Bisa Menjelajah Hingga 10.000 Kilometer!

Rusia boleh jadi tak rela bila nama Sang Dewa Laut “Poseidon” hanya menjadi identitas alutsista keluaran Amerika Serikat, yaitu pesawat intai maritim Boeing P-8A Poseidon. Alih-alih, Presiden Rusia Vladimir Putin pada 1 Maret 2018 mengumumkan jenis senjata bawah laut nan mematikan “Poseidon.” Dengan bangga Putin menyebut Poseidon sebagai satu dari enam senjata strategis terbaru Rusia. Resminya tak ada yang menyebut Poseidon sebagai sebuah torpedo, namun karena senjata bertenaga dan hulu ledak nuklir ini hanya diluncurkan dari kapal selam, maka jadilah publik menyebutnya sebagai torpedo nuklir.

Baca juga: Rusia Mulai Gelar “Harmony,” Modul Mata-mata di Dasar Lautan

Meski terkesan futuristik, tapi pihak Pentagon menyebut Poseidon telah diuji pertama kali oleh Rusia pada 27 November 2016. Pentagon mengatakan uji coba Poseidon dilakukan dari kapal selam Sarov (special purpose submarine) di Lautan Artik, dekat kawasan Kutub Utara. Setahun sebelumnya, intelijen barat sudah mengendus program torpedo nuklir ini yang diketahui sebagai bagian dari proyek rahasia oceanic multi-purpose system yang disebut “Status-6” atau Kanyon dalam kode NATO.

Setelah melewati uji coba di Laut Artik, pada Januari 2019 pihak AL Rusia merencanakan untuk mengakusisi 30 unit Poseidon, dimana torpedo nuklir ini akan ditempatkan di empat kapal selam nuklir, masing-masing dua unit untuk Armada Utara dan Armada Pasifik Rusia. Bagi intelijen AS dan NATO, pengembangan Poseidon dan diluncurkannya kapal selam nuklir pengusungnya – Belgorod, jelas merupakan ancaman potensial di masa depan.

Bagian depan torpedo Poseidon
Bagian belakang torpedo Poseidon

Selain jarak jangkau torpedo yang tak lazim, daya hancur torpedo ini sangat lethal, dengan hulu ledak termonuklir, Poseidon bukan sebatas ancaman bagi kapal induk, melainkan efek ledakannya dapat memicu timbulnya gelombang tsunami.

Meski detail Poseidon masih diselimuti kabut misteri, namun beberapa literasi berhasil menggambarkan seperti apa sosok yang juga disebut sebagai torpedo shaped robotic mini submarine ini, dengan dapur pacu tenaga nuklir, Poseidon dapat melesat hingga kecepatan 100 knots (185 km per jam) dan dapat menghantam sasaran sampai jarak 10.000 km.

Kedalaman selam Poseidon ini pun tak bisa disamakan dengan torpedo konvensional, lantaran kedalaman maksimum torpedo ini bisa mencapai 1.000 meter. Para analis militer menyebut Poseidon akan menyelam di kedalaman 50-100 meter untuk memanfaatkan fitur stealth pada kecepatan rendah. Kedalaman rendah dalam mode siluman lebih disukai karena gelombang suara pindah ke dasar laut dan mengurangi radius deteksi.

Tampilan utuh Poseidon dalam foto ‘panorama’

Dimensi Poseidon tak bisa disamakan dengan sosok torpedo konvensional, dimana panjang Poseidon mencapai 24 meter dengan diameter 1,6 – 2 meter. Dengan dimensinya yang besar, menjadikan tampilan Poseidon laksanan kapal selam mini, bahkan jika dibandingkan dengan rancangan kapal selam mini TNI AL yang punya panjang 22 meter, jelas Poseidon tampil lebih masif.

Mampu menjelajah hingga 10.000 km, Poseidon mengandalkan tenaga dari reaktor nuklir berpendingin gas, namun berbobot rendah dan padat. Desainer kapal selam Rusia mengatakan bahwa reaktor berdaya rendah lebih disukai untuk Poseidon karena sifatnya less noisy.

Baca juga: Tentang Sasaran Pada Uji Tembak Torpedo Black Shark di Perairan Utara Bali, Ini Jawabannya!

Pengembangan Poseidon juga mencakup penggunaan teknologi siluman untuk menghindari alat pelacak akustik. Poseidon mengadopsi silent running strategy layaknya kapal selam. Fitur siluman digunakan saat kecepatan rendah sebelum mencapai area target. Mode berkecepatan tinggi diaktifkan setelah mencapai jarak sasaran pendek (2-3 kilometer), ketika probabilitas deteksi Poseidon sudah jauh lebih tinggi.

Propeller pada Poseidon

Bisa disebut sebagai torpedo jelajah, Poseidon boleh jadi butuh waktu berminggu-minggu untuk sampai ke kota pelabuhan musuh. Saat mendekati sasaran, barulah Poseidon akan melesat dengan kecepatan maksimal. (Haryo Adjie)

15 Comments