Rusia Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Ukraina, Termasuk Pertama Kali Gunakan Rudal Balistik Hipersonik Kh-47M2 Kinzhal

Untuk pertama kalinya sejak pecah perang di Ukraina, Rusia menggunakan rudal balistik hipersonik untuk menyerang berbagai sasaran di Kyiv (Kiev), Lviv, dan kota-kota besar lainnya di seluruh Ukraina dengan apa yang dikatakan para pejabat sebagai rangkaian rudal yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Kamis pagi, meningkatkan serangannya ke seluruh penjuru Ukraina, di saat perang darat yang lamban berlarut-larut.

Baca juga: MiG-31K Bawa Rudal Balistik Hipersonik Kh-47M2 Kinzhal di Wilayah Baltik, ‘Peringatan’ Rusia Kepada Negara-negara NATO

Dikutip dari Reuters.com, setidaknya ada 81 rudal yang digunakan dalam “serangan besar-besaran” terhadap infrastruktur Ukraina, termasuk di antaranya enam rudal balistik Kh-47M2 Kinzhal yang memiliki kemampuan untuk menghindari pertahanan udara Kiev.

“Serangan itu benar-benar berskala besar dan untuk pertama kalinya menggunakan berbagai jenis rudal. Kami melihat kali ini sebanyak enam Kinzhal digunakan. Ini adalah serangan yang tidak pernah saya lihat sebelumnya,” kata Yurii Ihnat, juru bicara Komando Angkatan Udara Ukraina, di televisi Ukraina, Kamis.

“Sejauh ini, kami tidak memiliki kemampuan untuk melawan senjata-senjata ini,” tambahnya, mengacu pada Kinzhal, ditambah enam rudal jelajah X-22 yang juga diluncurkan oleh pasukan Rusia.

Setidaknya ada 10 wilayah di seluruh Ukraina yang terkena hujan rudal dari Rusia, di mana serangan udara juga terjadi di Dnipro, Odesa, Kharkiv dan Zaporizhzhia, dan mengatakan serangan itu mengenai infrastruktur penting dan bangunan tempat tinggal.

Jangkauan rudal Kh-47M2 Kinzhal dalam skenario diluncurkan dari Kaliningrad.

Kh-47M2 Kinzhal bukan sembarang rudal balistik yang diluncurkan dari udara, yang dicemaskan adalah kecepatan rudal ini yang hipersonik, yakni di rentang Mach 10 – Mach 12 (12.250 – 14.701 km per jam), sehingga bakalan sulit untuk di-intercept alias dicegat oleh sisten hanud.

Lain dari itu, Kh-47M2 Kinzhal mampu membawa hulu ledak 500 kg, yang pilihannya mencakup hulu ledak nuklir atau high explosive fragmentation.

Sebenarnya ada hal lain yang menjadi kecemasan negara-negara NATO, dimana jangkauan Kh-47M2 Kinzhal mencapai lebih dari 2.000 km, yang itu artinya kota-kota utama seperti Paris, London dan Roma ada dalam jangkauan luncurnya. Bahkan jika diluncurkan dari pembom seperti Tu-22M3, jarak jangkau rudal ini bisa mencapai 3.000 km.

Baca juga: Satu Tahun Perang Rusia – Ukraina, Rudal Jelajah Stealth Kh-101 Dimodifikasi untuk Meluncurkan Flare

Kh-47M2 Kinzhal yang mulai diproduksi pada tahun 2017, dirancang untuk menghantam kapal perang AS dan NATO yang mengancam sistem rudal strategis Rusia dan untuk menghancurkan sistem pertahanan rudal NATO seperti yang ada di Rumania. (Gilang Perdana)

14 Comments