Rantis Anti Nubika TMS-65U – Gunakan Spray Gun dari Mesin Jet Tempur untuk Lawan Covid-19

Mengikuti langkah beberapa kota besar di dunia yang menggunakan spray gun dari atas truk untuk menyemprotkan cairan disinfektan. Di Jakarta, akhirnya dilakukan hal serupa untuk memerangi wabah Covid-19. Namun, berbeda dari spray gun yang Anda lihat di Jakarta, di Italia malah dikerahkan super spray gun untuk misi penyemprotan disinfektan, mengapa disebut super spray gun? Ya, lantaran yang digunanan untuk menyemburkan cairan berasal dari mesin jet tempur yang dipasang pada truk militer.

Baca juga: Tangkal Penyebaran Covid-19, Militer Rusia Kerahkan Pasukan Khusus Anti Nubika

Ini bukan sekedar isapan jempol, dalam misi penyemprotan disinfektan, semakin besar semburan cairan pembunuh virus, maka kian besar jangkauan area yang bisa di-sterilkan. Dan penggunaan mesin jet, sudah pasti memberi tekanan yang luar biasa. Seperti dikutip dari ibtimes.sg (22/4/2020), sosok wahana penyemprot super itu adalah TMS-65U, rantis ini persisnya adalah milik Pasukan Khusus Anti Nubika (Nuklir, Biologi dan Kimia) Rusia. Dan keterlibatan TSM-65U di Italia ternyata atas inisiatif Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rusia seperti telah diketahui, telah mengirimkan unit anti nubika ke Italia, dalam rangka membantu Negeri Pizza mengatasi penyebaran Covid-19 yang mengganas. Dari spesifikasi, TSM-65U adalah truk khusus untuk desinfeksi yang digunakan militer Rusia untuk membersihkan kendaraan yang terpapar bahan kimia. Atau peran TSM-65U dapat pula untuk membuat smokescreens besar-besaran guna memberikan kamuflase besar-besaran di medan perang. Resminya TSM-65U dioperasikan oleh Russia’s Nuclear, Biological, and Chemical Protection Troops (RKhB).

TSM-65U dibangun menggunakan platform truk Ural-375 6×6 dengan kapasitas payload 6,5 ton. Sementara sosok mesin jet-nya adalah Klimov VK-1 turbojet asal MiG-15 yang telah dimodifikasi. Tenaga yang dihasilkan dari mesin jet tempur ini mencapai 26,5 kN, atau mampu menghantarkan jet tempur melesat hingga 1.076 km per jam.

Baca juga: Tanggap Covid-19, Airbus A330 MRTT Perancis Dilengkapi Modul ICU dalam Misi Medevac

RKhB dikenal sebagai Unit Pasukan Khusus Anti Nubika yang paling tua, dimana telah dibentuk sejak 1918 di era Uni Soviet. Di Rusia modern, RKhB ditugaskan untuk mengidentifikasi bahaya nuklir, biologi, dan kimia serta mendekontaminasi daerah-daerah yang terkena dampak radiasi. Komposisi kekuatan RKhB terdiri dari dua batalyon. (Haryo Adjie)

6 Comments