Tanggap Covid-19, Airbus A330 MRTT Perancis Dilengkapi Modul ICU dalam Misi Medevac

Operasi udara besar-besaran kini tengah dijalankan NATO di kawasan Eropa, kali ini yang menjadi lawan adalah pandemi corona yang mengubah sebagian wilayah Benua Biru sebagai epicentrum. Selain pengiriman logistik, pesawat udara dan helikopter dikerahkan untuk misi medical evacuation (medevac) antar kota dan negara. Bicara tentang medevac, salah satu andalah NATO dalam misi medevac adalah Airbus A330-200 MRTT (Multirole Tanker Transport).

Baca juga: Dua Kali Disebut KSAU, Masa Depan Airbus A330 MRTT Bersinar di Indonesia

Seperti A330-200 MRTT AU Perancis (Armée de l’Air) yang diberi label Phenix, diwartakan enam dari dua belas unit A330 MRTT milik AU Perancis telah dikerahkan dalam misi medevac di bawah payung Operasi Résilience yang digelar NATO. Bukan sebatas menyulap konfigurasi kabin pada A330 MRTT agar siap menjadi ruang pengusung pasien, A330 MRTT Perancis kini dilengkapi modul khusus yang disebut Morphée (Module de reimation pour patient à haute elongation d’évacuation).

Modul Morphée memungkinkan tim medik AU Perancis untuk mengubah pesawat militer yang awalnya dirancang untuk transportasi kargo dan penumpang atau pengisian bahan bakar udara, menjadi rumah sakit terbang nyata dengan fasilitas ICU (Intensive Care Unit). Dengan adopsi modul Morphée, maka A330 MRTT dalam sekali terbang dapat membawa 12 pasien yang dalam kondisi sakit parah atau membutuhkan penanganan serius.

Modul Morphée dirancang untuk kebutuhan militer dan mulai digunakan pada tahun 2006. Modul Morphée terdiri dari dua varian, yang pertama adalah varian yang terdiri dari enam modul dan ditujukan untuk penanganan pasien yang membutuhkan bantuan (terapi) oksigen serta pemantauan secara konstan. Kemudian varian kedua, adalah varian campuran yang terdiri dari empat modul berat dan dua modul cahaya. Peralatan tersebut mencakup sistem ultrasound, laboratorium analisis biologis, modul penyimpanan, meja persiapan operasi dan oksigen cadangan.

Tim medik yang turut mengawaki modul Morphée terdiri dari 12 staf medik udara, 2 staf resusitasi anestesiologis, 3 staf perawat anestesi, 2 perawat, 2 dokter penerbangan dan seorang dokter spesialis. Tentang spesifikasi dokter spesialis yang dibawa, tentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan pada misi, seperti spesialis THT, ortopedi, luka bakar hingga spesialis penyakit dalam.

Baca juga: Kontainer Medik Udara TNI AU – Dari Operasi “Top Secret” Hingga Kesiapan Menghadapi Virus Corona

Selain di Airbus A330 MRTT, modul Morphée sejauh ini juga dapat dipasang pada pesawat multirole seperti C-135FR Perancis(varian KC-135 Stratotanker) dan Luftwaffe A310 MRTT (AU Jerman). Sejak diakuisisi pada tahun 2006, modul Morphée telah digunakan lima kali. Misi pertama berlangsung pada Maret 2008 di Kosovo, misi kedua pada Agustus 2008 di Afghanistan, setelah serangan Uzbin. Kemudian misi ketiga, keempat dan kelima juga dilakukan di Afghanistan pada April 2011, September 2011 dan Januari 2012. (Bayu Pamungkas)