Pembom Strategis Cina Xian H-6K Luncurkan Drone “Loyal Wingman” LJ-1

Meski tidak santer seperti yang dilakukan oleh Australia dengan MQ-28A Ghost Bat (d/h disebut Boeing Loyal Wingman), namun, Cina sejak tahun 2019 telah memperlihatkan desain LJ-1, yaitu drone yang disebut punya peran sebagai loyal wingman dan dapat melesat hingga kecepatan tinggi. LJ-1 dapat berperan sebagai target drone dan drone pendamping. LJ-1 digambarkan sebagai drone bertenaga jet yang dirancang untuk meniru kemampuan jet tempur generasi ke-3 dan ke-4. Lalu yang menjadi pertanyaan, dari platform apakah LJ-1 nantinya diluncurkan ke udara?

Baca juga: AU Australia Total Akan Terima 10 Unit Drone MQ-28A Ghost Bat

Jawaban atas pertanyaan di atas, sedikit banyak mulai terkuat. Dilansir dari TheDrive.com (18/10/2022), program televisi Pemerintah China (CCTV-7) memperlihatkan bahwa pesawat pembom strategis Xian H-6K ternyata punya kemampuan meluncurkan drone, dan drone yang dimaksud adalah LJ-1.

Laporan media Pemerintah Cina, serta para ahli dan pengamat independen, menyebut bahwa desain modular dan berbagai fitur yang secara inheren ditemukan pada drone LJ-1 yang memungkinkannya untuk siap dikonfigurasikan sebagai drone taktis yang dapat beroperasi bersama – Manned-unmanned Teaming (MUT) dengan pesawat tempur berawak seperti pesawat seperti pesawat tempur siluman J-20 atau bahkan pembom H-6.

Video program CCTV-7 yang memperlihatkan pembom Xian H-6K meluncurkan empat unit drone LJ-1, yang kemudian terhubung dalam formasi berlian. H-6K adalah pembom strategis pengangkut rudal jelajah, yang desainnya berdasarkan desain pembom H-6, yang awalnya berasal dari rancangan pembom legendraris era Soviet, Tu-16 Badger.

Baca juga: Xian H-6K: Pembom Strategis Andalan Militer Cina, Ikut ‘Meronda’ di Laut Cina Selatan?

Di antara ke-12 varian H-6, Xian H-6K disebut-sebut dalam beberapa jurnal sebagai yang terbaru dan tercanggih. Meski desainnya oldskul, H-6K terbilang pesawat pembom baru, lantaran baru terbang perdana pada 5 Januari 2007, dan mulai resmi dioperasikan AU Cina pada Oktober 2009, bertepatan dengan 60 Tahun Perayaan HUT Republik Rakyat Cina.

Xian H-6K mengalami modifikasi yang cukup mendasar, sebut saja struktur yang diperkuat dengan material komposit, engine inlets yang diperbesar untuk penggunaan mesin Soloviev D-30KP2 turbofan buatan Rusia. Malahan sejak 2009, Cina telah memproduksi mesin WS-18 yang copy-an dari mesin D-30 untuk H-6K. Modifikasi pada ruang pilot kini sudah mengadopsi glass cockpit yang dilengkapi large size LCD multi-function display.

LJ-1
Drone ini digambarkan menampilkan kemampuan sustained-G, long endurance, stealth and recoverability. LJ-1 yang dikembangkan Northwestern Polytechnical University, disebut-sebut dapat melancarkan serangan ke sasara  di permukaan dan mampu melakukan pengacauan sistem radar.

LJ-1 ditenagai mesin turbojet tunggal, memiliki bodi yang relatif ramping dengan saluran udara masuk (air intake) mesin yang sangat menonjol di bagian atas dan belakang badan pesawatnya. Drone ini memiliki dua sayap delta yang dimodifikasi bersama dengan sepasang stabilisator horizontal dan dua yang miring secara vertikal.

LJ-1 dirancang untuk terbang pada ketinggian tinggi atau rendah, dan melesat pada kecepatan high subsonic. Dengan panjang keseluruhan yang sekitar 4,7 meter dan lebar sayap 2,5 meter, maka drone ini berada dalam kategori ukuran yang sama dengan target drone buatan AS, BQM-167.

Baca juga: Inilah Grom, Loyal Wingman dari Rusia yang Bisa Meluncurkan 10 Drone Kamikaze

LJ-1 dipercaya akan berfungsi sebagai pengacau radar atau bisa juga sebagai rudal jelajah udara ke permukaan. Laporan mengatakan bahwa LJ-1 dapat dilengkapi dengan sistem untuk meningkatkan radar and infrared signatures, perangkat yang juga sering tersedia untuk target drone secara umum. (Gilang Perdana)

3 Comments