Norinco Umumkan Penjualan HJ-12E – Rudal Anti Tank ‘Kopian’ FGM-148 Javelin

Penampilan Hong Jian 12 (HJ-12) atau dalam Bahasa Inggris disebut Red Arrow 12 pada ajang Eurosatory 2014 di Paris, Perancis, mampu membetot perhatian pemerhati alutsista dunia, pasalnya, Cina berhasil melangkah lebih maju dalam hal reverse engineering. Setelah sukses meng-copas ranpur, jet tempur dan pembom buatan Rusia, kehadiran Red Arrow 12 menjadi babak baru dalam penguasaan teknologi rudal anti tank generasi maju, lantaran yang di-copas kali ini adalah rudal anti tank FGM-148 Javelin produksi Raytheon dan Lockheed Martin.

Baca juga: Norinco Red Arrow 12 – Rudal Anti Tank ‘Jiplakan’ FGM-148 Javelin

Dan lewat sebuah keterangan di situs Janes.com (31/3/2020), juru bicara China North Industries Corporation (Norinco) selaku produses HJ-12 menyebutkan, bahwa pada 25 Maret lalu, perusahannya telah sukses mengirimkan varian ekspor dari HJ-12. Varian ekspor yang dimaksud diberi label HJ-12E (Export). Sebelumnya Norinco sudah merancang varian ekspor HJ-12 dengan label GAM-100. Namun, sayangnya pihak Norinco tidak menjelaskan, siapa negara yang membeli ‘Javelin kw’ tersebut, begitu juga nilai kontrak pengadaan tidak disebutkan.

Seperti halnya Javelin, HJ-12 di setting untuk diawaki oleh dua orang personel. Komposisi persenjataan terdiri dari perangkat Command Launch Unit (CLU) dan tabung peluncur rudal. Seperti halnya Javelin, CLU di HJ-12 bersifat reusable alias dapat digunakan lebih dari satu kali. Sementara tabung rudal hanya bersifat sekali pakai (disposable).

Dengan tenaga dari solid fuel rocket, HJ-12 punya jarak tembak efektif hingga 4.000 meter (kondisi siang hari). Sementara pada kondisi malam hari, jarak tembak efektif melorot menjadi 2.000 meter. Red Arrrow 12 dilengkapi hulu ledak Tandem shaped charge HEAT dengan detonasi Impact force. HJ-12 dapat menembus pelindung baja 800 mm di belakang ERA (Explosive Reactive Armor). Penetrasi seperti itu mungkin tidak cukup untuk mengalahkan lapisan baja frontal pada MBT (Main Battle Tank), namun HJ-12 memiliki dua mode serangan – top attack dan direct attack.

Baca juga: Rudal Anti Tank Towsan (9M113 Konkurs), “Mimpi Buruk” Buat Ranpur Arab Saudi di Yaman

Secara keseluruhan, bobot rudal dalam tabung adalah 17 kg, sementara bobot CLU mencapai 6,5 kg dan targeting sight (optical sight) 5 kg. Sistem pemandu rudal ini menggunakan infrared homing dan charge-coupled device (CCD). HJ-12 dirilis dalam beragam varian, seperti GAM-100 sebagai varian ekspor, lalu ada GAM-101 yang dirancang untuk diluncurkan dari drone. Sejauh ini, belum ada negara lain yang menggunakan HJ-12 selain militer Cina. (Gilang Perdana)

8 Comments