Mil Mi-26 Capai Usia 48 Tahun, Helikopter Terbesar di Dunia yang Masih Eksis

Nama Mil Mi-26 telah menjadi trending topic dalam beberapa hari belakangan, khususnya setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut akan mendatangkan helikopter ini ke Indonesia, yakni untuk membantu penanganan dampak bencana alam dan lingkungan di Sumatera.
Baca juga: Boeing Rayakan 60 Tahun Pengabdian Helikopter Angkut Berat CH-47 Chinook
Mungkin tak banyak yang mengetahui, bahwa hari ini 48 tahun lalu, bertepatan dengan 14 Desember 1977, adalah momen bersejarah dalam jagad dunia helikopter angkut berat. Yang mana menjadi penerbangan perdana Mil Mi-26 yang saat ini didapuk sebagai helikopter angkut terbesar yang masih eksis, bahkan Mi-26 masih dipasarkan oleh JSC Rosoboronexport.
Merujuk ke waktu pengembangan, Mi-26 adalah buah dari kejayaan Uni Soviet. Dengan suasana Perang Dingin yang menggelora, Soviet di dekade 60-an berupaya membangun helikopter yang punya kapasitas sama dengan pesawat angkut bermesin empat turboprop Antonov An-12. Jenis Pesawat angkut yang juga pernah dioperasikan TNI AU di dekade 60-an.
Mil Mi-26 kemudian mulai dirancang pada awal 1970 oleh biro desain Mil Moscow Helicopter Plant. Dari bobotnya yang ekstra besar dan punya kemampuan mengangkut kargo lewat sling seberat 12 ton, Mi-26 awalnya diperuntukkan untuk mendukung pekerjaan konstruksi berat, pembangunan jembatan, dan pemasangan transmisi listrik. Saat memasuki tahap pembuatan, Mi-26 diproduksi oleh Rostvertol.

Mil Mi-26 juga dikenal sebagai helikopter pertama di dunia yang menggunakan rotor utama dengan delapan bilah baling-baling. Sumber tenaganya dipasok dari dua mesin turboshaft Lotarev D-136 yang masing-masing mesin mampu menghasilkan tenaga 8.500 kW (11.399 shp). Dalam spesifikasinya, helikopter ini tidak dilengkapi dengan persenjataan.
Kelebihan lain sebagai helikopter raksasa, pada fasilitas ruang kargo dilengkapi dua derek listrik, yang masing-masing punya kapasitas tarik 2,5 ton. Derek ini digunakan untuk memudahkan proses pemindahan muatan di dalam ruang kargo.

Mampu membawa payload 20 ton, produksi pertama Mil Mi-26 dinamai “Halo” oleh NATO, dan diluncurkan dari pabrik pada 4 Oktober 1980. Dengan ruang kargo yang lebih besar daripada Lockheed C-130 Hercules, Mil Mi- 26 memulai debut internasional pertama di Paris AirShow 1981. Pengembangan helikopter Mi-26 selesai pada tahun 1983, dan pada tahun 1985 sudah dioperasikan oleh militer Uni Soviet.
Baca juga: Mil Mi-26T2V – Upgrade Tebaru Varian Tercanggih Keluarga Helikopter Raksasa Mi-26
Dalam liputan eksklusif di bulan Agustus 2022, Indomiliter.com mendapat kesempatan untuk tidak hanya melihat dari dekat, melainkan juga masuk ke dalam ruang kargo dan kokpit Mi-26. Hasil liputan tersebut dapat Anda lihat pada tayangan video di bawah ini. (Haryo Adjie)



Benar, India sampai beli CH-47F Chinook tahun 2015 (mulai beroperasi 2019) untuk gantikan kekosongan lini heli angkut berat yang sebelumnya diisi Mi-26 yang sudah tak beroperasi tahun 2010-an. Akan tetapi, pada Januari 2024 lalu, IAF menandatangani kontrak dengan Russian Helicopters untuk melakukan perbaikan besar (overhaul) Mi-26 secara lokal di India dan diharapkan bisa terbang lagi akhir 2025 ini atau awal 2026 mendatang. Rencana ini bertujuan untuk memperpanjang masa pakai helikopter tersebut selama 10 hingga 15 tahun ke depan, memungkinkan India untuk mengoperasikan Mi-26 dan Chinook secara bersamaan guna meningkatkan kemampuan angkut udara beratnya.
Di kita, apabila jadi beli tuh heli tambun misal 2 atau 3 unit saja semoga tak bernasib seperti India sebelumnya walau secara logistik, ketersediaan suku cadang dari Rusia menjadi tantangan logistik yang kompleks dan tentunya mahal. Rencana bapak presiden untuk mendatangkan 200 unit heli baru mulai tahun depan jika melirik Rusia, daripada beli Mi-26T sebaiknya tambah lagi Mi-17V5 yang sudah ada karena terbukti handal dan tangguh di segala medan, juga daripada Mi-26T sebaiknya tindaklanjuti pengadaan CH-47F dari AS selain percepat S-70 Black Hawk 👍
Kalo sampai kebeli ini….emang ga belajar pengalaman AU India 🤔